SEMOGA MEMBAWA MANFAAT

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

 

love life dividers pink divider roses comments

 

Flames Pictures Fire Pictures Lamps clipart blogger myspace hi5 templates banners

free animated website at tripod.com



Saturday, June 27, 2009

KERETA API FAVORIT

MENUNGGU KERETA...


bis ulang tahun....langsung pergi  liburan...

maunya naek kereta api...tut....tuuuttt......

ya...ya...ke bandung jakarta......


5 tahun usia anak yatimku...



Ya Allah…
Pagi ini ku sujud dan mengucap Alhamdulillah..
Kau beri hamba amanah atas seorang anak laki-lakiku
….ku sapa dengan panggilan “cinta”….
Ya Allah..hari ini genap usianya 5 tahun…
Dalam ketidak sempurnaanku…ku besarkan “cinta”
Dalam setiap doaku…ku sebut nama”cinta”
Agar…..ENGKAU jadikan “cintaku” anak yang sholeh
Agar…ENGKAU jadikan “cintaku” anak yang mampu memimpin dirinya 

Ya Allah…begitu banyak torehan luka yang terukir dalam sejarah kelahirannya..
Ampuni aku…Ya Allah…sebagai Ibu …maafkan mama.."cinta".....

Kelak …ku berharap dia mengerti dan mempunyai jiwa yang rahman dan rahim…
Pada siapa pun…
Kelak …ku berharap “cintaku” tumbuh dan berkembang sesuai dengan petunjukMU saja 

Ya Allah…andai usiaku tak lagi mampu dampingi “cinta” hingga dewasa
Ku percaya dan hanya berserah pada MU…atas sejarah “cintaku”
Semoga Engkau selalu menjaga “cintaku”…anak yatimku…menjadi anak yang sholeh.
Amien..amien…amien..Ya Rob….

Cinta..meski cuma sebuah kue ulangtahun…dan sebait lagu yang temanimu , juga seluruh saudara dan sahabatmu, niyang, atu, ibu guru, teman sekolah…mereka semua berdoa dan mengucapkan “SELAMAT ULANG TAHUN ARINANDA KESUMA”, PANJANG UMUR YA…”

tetaplah ceria..tertawa..bercanda...dan berkarya..... 



Sunday, June 21, 2009

27 JUNI - ULTAH KE 5 CINTAKU

Persiapan Ulang Tahun si Kecil 

Birthday Clipart


Mungkin ibu-ibu lagi pusing cari tema apa untuk ulang tahun si kecil nanti,
Tips buat ibu, baik anak perempuan ato laki-laki yang usianya sampai umur 7 tahun.
Pertama : Cari tahu siapa yang menjadi "hero" saat ini, mis: spiderman,batman,zoro,power rangers,barbie,mickey mouse,miny mouse,dll tokoh-tokoh yang ada di tv.
Kedua: siapkan pernak pernik sesuai "hero" si kecil,misal si kecil saat ini senang dengan batman,maka buat tema batman,dari kartu undangan,baju (berikut undangan pun harus pakai baju batman,batgirls,robin),souvenir tempat makan dan minum bergambar batman juga.Saya yakin si kecil pasti mendapatkan satu kenangan yang indah dan tak terlupakan. Image seorang ibu akan terrekam terus dalam ingatannya. Pasti ibu juga akan bahagia saat si kecil mengatakan terimakasih mama,ga nyangka mama akan bikin acara saya se meriah ini.
Ketiga:Siapkan hidangan yang cocok untuk anak-anak dan orang tua mereka. Kalo adat chinese harus ada mie goreng supaya berumur panjang.

Birthday Clipart


Tips Ulang Tahun Anak
free glitter text and family website at FamilyLobby.com

1. Anggaran. Setiap proyek selalu membutuhkan anggaran, dan pesta ulang tahun adalah termasuk kategori proyek. Sangat direkomendasikan untk membagi Anggaran menjadi 6 bagian: Lokasi, Dekorasi, Makanan, Roti Ulang Tahun, Hadiah, dan Accidental Budget.

2. Lokasi. Apakah Anda akan mengadakan pesta Ulang Tahun, Ulang tahun Anak tersebut akan Anda selenggarakan di rumah atau di luar rumah. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihannya(cth Dekorasi Ulang Tahun dapat dibuat sekreatif mungkin). Jika Anda memilih di rumah, maka biayanya bisa Anda abaikan, namun di lain sisi Anda harus mempersiapkan sedari awal dan membereskannya setelah acara usai. Sedangkan jika Anda menyelenggarakan di luar rumah, akan lebih praktis, namun tentu saja memilki konsekuensi biaya lebih besar.Dekorasi Ulang Tahun harus pas dan menarik.

3. Undangan. Anda dapat mendesainnya, mencetaknya lalu mengedarkannya sendiri atau Anda bisa mengordernya melalui biro advertising / Birthday Planners untuk Kids Party. Hal ini sangat personal dan subyektif bergantung preferensi masing-masing. Cobalah untuk mengirimkannya setidaknya 2 minggu sebelum acara berlangsung, agar tamu-tamu undangan bisa segera mengagendakan acara Anda tersebut. Jangan lupa untuk menambahkan biaya pengiriman atau prangko dalam anggaran Anda. Usahakan pelaksanaan agenda ini hanya melalui ’satu pintu’ untuk menghindari salah koordinasi dan kedatangan tamu yang melebihi direncanakan

4. Persiapan. Lakukan persiapan semaksimal mungkin sehari sebelum acara Ulang Tahun, Ulang tahun Anak berlangsung. Pesan roti ulang tahun dan makanan/kue, membeli/mempersiapkan pernak-pernik dekorasi pada saat itu (pita, balon, foto si kecil), souvenir acara (bisa berupa tas atau mug yang dicetak foto si kecil). Untuk mengabadikan momen bersejarah ini, persiapkan pula sarana dokumentasi yang akan dipergunakan seperti kamera atau handycam. Foto bersama -si kecil dan tamu undangan- di akhir acara bisa sangat berkesan dan mewakili jalannya seluruh acara.

5. Asisten. Pilihlah salah seorang anggota keluarga atau mungkin teman Anda, sebagai “Tangan Kanan” anda ketika Pesta berlangsung. Minta dia untuk datang lebih awal untuk mengecek segala sesuatunya di menit-menit akhir menjelang Pesta, sekaligus minta ia untuk mengawasi jalannya pesta sehingga Anda bisa berkonsentrasi dengan si kecil ketika pesta berlangsung.silakan klik Birthday Planners, Kids Party untuk membantu anda dalam membuat pesta ulang tahun anak.

manajemen organisasi - ORGANIZERS


materi kuliah  S2 ini untuk pertemuan ke 8 CO-MMPK

ORGANIZERS :

MODIFYING THE BEHAVIOUR OF PEOPLE IN THEIR ROLES AS : 
- Citizens
- Consumers
- Members
- Functionaries of organizations


PLANNERS :
- MODIFICATION
- ELIMINATION
- CREATION OF POLICIES, PROGRAMS, SERVICES, RESOURCES IN Organizations and social institutions.

Organizing and planning are complementary activities.
It needs : analytic and interactional tasks 
- interpersonal processes with people
- think about what is doing
- focusing on problem solving


Phases or stages :
 uncovering or defining a problem
 building the structural and communication links
 laying out the alternative options or adopting a policy
 developing a plan and implementing a program
 receiving feedback, monitoring progress and redefining 
problem

  cyclical or spiral process


The practitioners are rarely a FREE AGENTS.
His works is determined by the context.

CONTEXTUAL COMPONENTS :

 LEGITIMATING AND SPONSORING BODY
 SOURCE OF FINANCIAL & OTHER SUPPORT
 PURPOSE OF ORGANIZATION ON WHOSE BEHALF HE ACTS
 THE TARGET OF HIS INTERVENTION (population, group, organization or service network)
 Internal structure of his organization
 Locus of his intervention:
- neighborhood
- local community
- state
- etc.


together these components: constrain and limit the scope of the activities, and give mandate for the actions

References:
Brody, Ralph,1982. PROBLEM SOLVING. Concepts and Methods for Community Organizations. Human Sciences Press, Inc. New York. 
Ecklein, Joan Levin & Armand A.Lauffer, 1972. COMMUNITY ORGANIZERS AND SOCIAL PLANNERS. A volume of case and illustrative Materials. John Wiley 7 sons, Inc . New York and Council on Social Work Education, New York. Tugas baca chapter 3, dst
Glanz, Karen et all., 19.. Health Promotion Planning.
IIZ-DVV.ADULT EDUCATION AND DEVELOPMENT. A half yearly Journal

Saturday, June 13, 2009

SAYANGILAH MATA


free glitter text and family website at FamilyLobby.com

  1. Bersihkan mata setiap malam dari sisa-sisa make-up Sebelum tidur.
  2. Sebelum tidur atau jika mata letih, kompres dengan kapas yang dibasahi air dingin, atau mawar.
  3. Lakukan massage atau pijatan halus dibantu dengan cream mata dan lakukan senam mata.
  4. Hindari menggosok make up mata yang terlalu keras. Gunakan kapas/ tisue lembut khusus muka.
  5. Lindungi mata dari hembusan angin,debu sinar matahari. Gunakan kaca hitam yang baik.
    Hindari membaca di tempat yang gelap.
  6. Jika mengalami gangguan kesehatan dan kelainan mata segeralah periksakan ke dokter spesialis mata.
  7. Jagalah stamina kesehatan mata dengan makan-makan yang sehat dan suplemen makanan.
  8. Pergunakan mata hanya untuk melihat yang baik, indah,sehat, halal serta mempunyai nilai manfaat kemulyaan dalam hidup.
  9. BERSYUKUR SETIAP SAAT KARENA MASIH BISA MELIHAT WARNA WARNI DUNIA.

          (by.ayurai) 




TIPS WANITA


free glitter text and family website at FamilyLobby.com 

1.Meningkatkan ketaatan dalam beribadah terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2.Menjaga penampilan diri dalam berbusana, beretika, dan berdandan

3. Meningkatkan kualitas pembinaan keluarga dan rumah tangga.

4. Meningkatkan kecerdasan pengetahuan umum

5. Meningkatkan dan membina kegiatan sosial dan kemanusiaan.

6. Menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat

7. Meningkatkan persiapan untuk hari tua.


Tuesday, June 9, 2009

5HAL cepat sembuh


Menurut ulama ISLAM, paling sedikitnya ada 5 tujuan ALLAH mendatangkan penyakit pad manusia yaitu :

1. agar manusia menyadari bahwa dirinya itu lemah

2. sehebat apapun manusia, dia tidak akan mampu menolak ketentuan ALLAH.Kesadaran akan hal ini dapat menekan ke-AKU-an sehingga bisa merendahkan diri dihadapan ALLAH dengan bukti patuh pada aturanNYA.

3.Untuk menghapus dosa atau mengangkat derajat manusia itu.

4.sebagai latihan agar kita tidak shock bila menerima ujian yang lebih berat lagi.

5.untuk menumbuhkan sikap tolong menolong.

5HAL  bagi si sakit  agar cepat sembuh :

  1. berprasangka baik pada ALLAH
  2. bersabar menerima keadaan ini
  3. bersyukur atas penyakit yang menimpa
  4. instropeksi diri
  5. berserah diri dengan keadaan yang menimpa

pustaka:

Ir.Permadi,2000, Sentuhan kalbu melalui kultum,Yayasan Mutiara Tauhid

Sunday, June 7, 2009

TIPS menjadi MC Profesional


Untuk menjadi seorang MC profesional kita harus mampu melakukan tiga hal pokok yaitu : 

1. Identifikasi emosi, dalam hal ini seorang MC harus pandai memahami audien dan mampu membangkitkan emosi audien dalam berbagai situasi.
2. Identifikasi Imajinasi, seorang MC harus memiliki pola pikir intuitif sehingga dalam menata acara hal-hal yang harus dilakukan harus tergambar dengan jelas.
3. Identifikasi optik, seorang MC harus enak dipandang karena waktu membawakan acara semua mata tertuju padanya. Untuk itu penampilan berbusana, berbicara, bersikap, berjalan harus benar-benar diperhatikan dengan baik.

Selain tiga hal di atas, hal lain yang tak kalah penting adalah …
1. Yakinkan diri kita kalau kita bisa tampil sebaik-baiknya.
2. Kekuatan dan modal MC ada pada suara. Jagalah suara kita dengan rajin olah vokal dan membiasakan diri selalu minum air putih dicampur bunga melati, jangan minum es atau makanan panas dan pedas. tu akan berakibat buruk pada pita suara.
3.Dua hari sebelum pelaksanaan seorang MC harus berkomunikasi langsung dengan penanggung jawab kegiatan.
4.Datanglah satu jam sebelum acara dimulai.
5.Seorang MC hanya menerima intruksi dari penanggung jawab kegiatan 
6. Terima segala kritikan dengan lapang dada, tersenyumlah sebagai tanda ucapan terimakasih pada orang yang mengritik kita.

7. Siapkan hal-hal kecil sebagai sarana pendukung penampilan seperti : mini paper, ball point, permen, make up kit mini, tissue, ponsel, simpan semua dalam tas kita. 

Selamat mencoba.!!

Community Organization - materi mahasiswa S2


The Meaning of Community Organization

Definition
• C.O:-a process by which a community
  identifies & ranks needs, problems or 
  objectives
  develops confidence & will to work
  finds resources (internal & external)
  takes action, develops cooperative &
  collaborative attitudes & practices
 
  solution of the problem
  to attain objective.
 
• Process: - conscious or unconscious
 - voluntary or involuntary
   
  Develop capacity of comm. to
  function effectively as integrated 
  unit 
 
   • Community:
 People in a specific geographic area
 People who share common interest or function i.e. education, agriculture, health. 
'functional community',
• differ in its objective, but
• similar process in CO.

• Identifying problem: 
 felt need, a feeling about' , not because
 reasonable, logical or scientific.
• 'How will we rank' rather than 'this is the problem', …………process
• Finding 'internal v s external resources.


PROFESSIONAL WORKER

MAY ASSIST OR HELP:
• INITIATE,
• NOURISH,
• DEVELOP THE PROCESS

DD. PROCESS vs METHOD

USING METHOD TO FACILITATE THE CO- PROCESS BEING CONSCIOUS, DELIBERATIVE AND UNDERSTOOD

TIGA MODEL C.O. menurut Rothman (Glanz, 1990).
a) Model A -- LOCALITY DEVELOPMENT(Community Development)…process oriented, 
  Stressing consensus and cooperation, building group
  Identity & a sense of community.
b) Model B -- SOCIAL PLANNING…task oriented, stressing
  Rational-empirical problem solving, usually by an 
  Outside expert.
c) Model C -- SOCIAL ACTION… task & process oriented.  
  Increasing problem-solving ability, with achieving
  Concrete changes to redress imbalances of power &
  privilege.
Those are mutually exclusive, but appear to exhibit a central tendency that most appropriately within one of the three categories.
 

‘Community”:

 Ecological system perspective….geographic comm. focuses on population characteristics (sex, ethnic, density, heterogeneity, physical environment, social organization. Or structure & technological forces impacting upon it).
 Social systems perspective …. Functional comm. Focuses on exploring the interaction of comm. subsystem (economic, politic, social development)


KEY WORDS in C.O.:

1. EMPOWERMENT… MASTERY OVER THEIR OWN 
  LIVES.

  … FROM THE WORDS: POWER & FREEDOM

  **POWER: ABILITY TO PREDICT, CONTROL AND 
  PARTICIPATE

  **EMPOWERMENT: PROCESS ---ENABLE COMM. TO
  TAKE POWER


TWO LEVELS OF EMPOWERMENT:
1. INDIVIDUAL LEVEL
2. COMMUNITY LEVEL


INDIVIDUAL LEVEL:

**** PSYCHOSOCIAL FACTOR, TO IMPROVE:
• PERSONAL CONFIDENCE
• INDIVIDUAL COPING CAPACITY
• LIFE SATISFACTION


COMMUNITY LEVEL:

• INCREASE COMMUNITY COMPETENCE
• BETTER IN COLLECTIVE PROBLEM SOLVING

2. COMMUNITY COMPETENCE

Social network techniques
  Change agent help comm. to :
- identify natural helpers or leaders within comm.
- identify their own networks
- understand community patterns
- identify high risk-groups
- sense of ownership of the organization

LEADERSHIP DEVELOPMENT IS KEY ASPECT OF DEVELOPING COMPETENT COMMUNITIES.



TWO PRINCIPLES CENTRAL TO C.O. PRACTICE, ARE:

1. PARTICIPATION
2. RELEVANCE or ‘starting where the people are’

Both principles root in social psychology theories of learning and adults education. The learners should be active participate in learning process; learn by doing –grounded in stimulus-response theory.

 PARTICIPATION

Individual must experience a felt need to change or to learn, …before learning and change can take place.


Kurt Lewin (1958) : ‘unfreezing’ of old attitudes and beliefs, before consider and try new ones.
Hochbaum’s (1960): ‘ a psychological state of readiness to learn’ before particular change can occur.
Allport (1945): catharsis, which he describes as a necessary first step in the breaking of prejudice
Alinsky’s (1972) in social action: the need to disorganize communities (stirring frustration, creating dissatisfaction with status quo) before they can be organized or, more properly reorganized.

Conclusion:
- not single but a complex process 
- old attitudes and practices must be opened to reexamination (unfrozen), before change can take place.


RELEVANCE or ‘starting where the people are

 must begin with individual’s or comm.’s felt needs and concerns (Nyswander,1966).
 Within the context of preexisting goals
 to be effective, issues selected must be winnable and specific.
 to develop sense of ownership of the organization, issues must be selected by the community itself.


 Issue Selection.

• Winnable, … not cause disappointment or reinforce fatalistic attitudes and beliefs
• Simple & specific, … any member can explain it clearly
• Unite members of the group, and involve them in issue resolution
• Giving leadership experience, increase visibility
• Part of a larger plan or strategy.


Methods for selection:

• Nominal group process (Delbecq, 1975)
• Door-to-door survey
• Paulo Freire’s (1973) problem-posing dialogical 


Creating ‘Critical Consciousness’

• Stressing a relationship of equality and mutual respect

Working together in Small groups, men and women discuss common problems, then were challenged to look for the root causes (problems behind the problems)

Tugas saudara untuk pertemuan mendatang : membuat resume dari referensi/sumber lain yang sesuai dengan latar belakang pekerjaan untuk dipresentasikan.  Seluruh tugas dikirim by email selambat-lambatnya sehari sebelum pertemuan kuliah..Insya Allah pesawatnya tidak delay.

Saturday, May 30, 2009

Bersikap Murah Hati Itu Indah



“Only a life for other is a life worthwhile – Hidup hanya akan berharga jika bermanfaat untuk orang lain.”
Albert Einstein 
Sementara bila kita sudah mampu membuka diri untuk membantu orang lain dengan penuh keikhlasan, maka kita juga akan mudah menciptakan tali persaudaraan. “Giving credit where it is appropriate will encourage trust in relationship. – Kemurahan hati yang tepat sasaran akan meningkatkan kepercayaan dalam sebuah persaudaraan,” terang Boomi NLS. 
Islam:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” QS. Al-Baqarah [2]: 261. 

 Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen, yang berarti merupakan suatu usaha untuk mengarahkan dan mengelola sumber daya manusia di dalam suatu organisasi agar mampu berfikir dan bertindak sebagaimana yang diharapkan organisasi. Organisasi yang maju tentu dihasilkan oleh personil/pegawai yang dapat mengelola organisasi tersebut ke arah kemajuan yang diinginkan organisasi, sebaliknya tidak sedikit organisasi yang hancur dan gagal karena ketidakmampuannya dalam mengelola sumber daya manusia.
Menurut Hasibuan (2001 :10) manajemen sumber daya manusia adalah “ Ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien, membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat “. Sedangkan menurut Simamora (2004 : 4) manajemen sumber daya manusia adalah ,” pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok karyawan, juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karir, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik.

 

Kapal layar bertiang tiga,

 Tiang keempat batangan galah;

Amal ikhtiar bahagian kita,

 Hasil pendapat di tangan Allah.

Attitude is Everything - Sikap adalah Segalanya  
Attitude is a little thing, but can make big differences. – Sikap adalah suatu hal kecil, tetapi dapat menciptakan perbedaan yang besar. 
Ada sebuah kata-kata bijak yang menyebutkan, “Your attitude not aptitude determine your altitude – Sikap Anda bukanlah bakat atau kecerdasan, tetapi menentukan tingkat kesuksesan Anda.”

Brian Tracy mengatakan, “Get around the right people. Associate with positive, goal-oriented people who encourage and inspire you. – Bergaulah dengan orang yang tepat. Bekerjasamalah dengan orang yang positif, yang berorientasi kepada hasil, mereka yang membangkitkan semangat dan menginspirasikan banyak hal kepadamu.” Dengan demikian, lambat laun cara berpikir Anda akan lebih positif.
Zig Ziglar, “It's not the situation, but wheather we react (negative) or respond (positive) to the situation that's important. – Bukan persoalan situasinya yang tidak tepat, yang terpenting adalah bagaimana kita mereaksi atau merespon situasi tersebut.” (ayurai)


Tuesday, May 19, 2009

MENUMBUHKAN KOMITMEN DOSEN DAN KARYAWAN

PENDAHULUAN:

Komitmen sangat penting dalam suatu organisasi,karena melalui komitmen maka kelanggengan dan perkembangan organisasi akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Komitmen seorang karyawan di suatu organisasi dapat tumbuh melalui identifikasi nilai , keterlibatan dan loyalitas(gibson,85).
Komitmen dapat dilihat dari Kesiapan dan kesedian seseorang dalam berusaha atas nama organisasi. Sehingga dengan komitmen ini akan timbul keinginanuntuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi). Dapat dikatakan bahwa orang dengan komitmen yang tinggi akan mempunyai kesetiaan terhadap organisasi.

Rencana menumbuhkan komitmen bagi dosen dan karyawan dilakukan dengan 3 langkah, yaitu meningkatkan kepercayaan terhadap institusi, mengoptimalkan keterlibatan dosen dan karyawan dalam pengelolaan institusi,
Dan meningkatkan loyalitas dalam bekerja.

1. MENINGKATKAN KEPERCAYAAN TERHADAP INSTITUSI
Sesuai dengan teori komitment bahwa kepercayaan terhadap institusi dapat di tingkatkan dengan cara memodifikasi tujuan institusi dengan tujuan pribadi masing-masing anggota organisasi.
Langkah yang direncanakan adalah Membangun komitmen bersama mengenai nilai dan norma institusi.
Langkah-langkah:
• Menentukan jadwal kegiatan
• Mensosialisasikan kegiatan
Pada hari pelaksanaan kegiatan:
• Membagi kelompok sesuai departemen masing-masing(kep. Dasar, medikal bedah, jiwa, komunitas dan keluarga)
• Masing-masing individu di dalam kelompok diminta untuk menuliskan norma dan nilai pribadi
• Masing-masing kelompok menuliskan norma dan nilai kelompok sesuai dengan norma dan nilai pribadi masing-masing anggota, kemudian mendiskusikan dan menentukan norma dan nilai yang disepakati
• Masing – masing kelompok menyampaikan norma dan nilai kelompoknya untuk di satukan menjadi norma dan nilai institusi.
• Membuat kesepakatan bahwa nilai dan norma tersebut menjadi norma dan nilai institusi yang harus ditaati bersama dan anggota institusi menyampaikan pernyataan bahwa sanggup ditegur secara lisan maupun tulisan jika melanggar norma tersebut.
Pada pertemuan berikutnya menentukan topik untuk membuat tujuan instistusi:
Langkah-langkah:
• Anggota kembali ke departemen masing-masing
• Setiap anggota kelompok menyampaikan tujuan pribadi
• Menyatukan tujuan pribadi menjadi tujuan kelompok
• Mendiskusikan tujuan Institusi berdasarkan tujuan dari kelompok-kelompok
• Menyepakati tujuan institusi.
• 
Menurut teori ,hal tersebut di atas akan membuahkan suasana saling mendukung diantara para pegawai dengan organisasi. Lebih lanjut, suasana tersebut akan membawa pegawai dengan rela menyumbangkan sesuatu bagi tercapainya tujuan organisasi, karena pegawai menerima tujuan organisasi yang dipercayai telah disusun demi memenuhi kebutuhan pribadi mereka pula (Pareek, 1994 : 113).

2. MENGOPTIMALKAN KETERLIBATAN DOSEN DAN KARYAWAN DALAM INSTITUSI

MELIBATKAN SEMUA DOSEN DAN KARYAWAN PADA SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU:
LANGKAH-LANGKAH:
• Sosialisasi rencana sipensimaru
• Membentuk panitia
• Menentukan jobdiskription masing-masing seksi oleh anggota seksi itu sendiri
• Menyepakati job diskription dalam kepanitiaan
• Menyampaikan hak dan kuajiban masing-masing seksi
• Pemantauan pelaksanaan kegiatan oleh pimpinan


Menurut teori, keterlibatan atau partisipasi pegawai dalam aktivitas-aktivitas kerja penting untuk diperhatikan karena adanya keterlibatan pegawai menyebabkab mereka akan mau dan senang bekerja sama baik dengan pimpinan ataupun dengan sesama teman kerja. Salah satu cara yang dapat dipakai untuk memancing keterlibatan pegawai adalah dengan memancing partisipasi mereka dalam berbagai kesempatan pembuatan keputusan, yang dapat menumbuhkan keyakinan pada pegawai bahwa apa yang telah diputuskan adalah merupakan keputusan bersama. Disamping itu, dengan melakukan hal tersebut maka pegawai merasakan bahwa mereka diterima sebagai bagian yang utuh dari organisasi, dan konsekuensi lebih lanjut, mereka merasa wajib untuk melaksanakan bersama apa yang telah diputuskan karena adanya rasa keterikatan dengan apa yang mereka ciptakan (Sutarto, 1989 :79). 

Karena dalam keterlibatan tersebut perlu adanya motivasi, dan didalam sipensimaru tersebut tujuanya adalah mengoptimalkan mahasiswa baru memenuhi syarat secara kualitas dan kuantitas, maka ada kompensai tersendiri bagi karyawan dan staf yang memotivasi calon mahasiswa untuk mendaftar.

Hal tersebut sesuai dengan ungkapan Ahli lain, Beynon (dalam Marchington, 1986 : 61) yaitu bahwa partisipasi akan meningkat apabila mereka menghadapi suatu situasi yang penting untuk mereka diskusikan bersama, dan salah satu situasi yang perlu didiskusikan bersama tersebut adalah kebutuhan serta kepentingan pribadi yang ingin dicapai oleh pegawai dalam organisasi. Apabila kebutuhan tersebut dapat terpenuhi hingga pegawai memperoleh kepuasan kerja, maka pegawaipun akan menyadari pentingnya memiliki kesediaan untuk menyumbangkan usaha dan kontribusi bagi kepentingan organisasi. Sebab hanya dengan pencapaian kepentingan organisasilah, kepentingan merekapun akan lebih terpuaskan.

Keterlibatan pada proses belajar mengajar
Langkah-langkah:
• Semua dosen diberi beban mengajar yang adil sesuai dengan kapasitasnya
• Semua karyawan diberi tanggung jawab terhadap kelancaran balajar-mengajar denagn, menentukan piket yang tugasnya membantu menyediakan dan menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan selama pembelajaran, dengan mengalokasikan kompensasi bagi karyawan piket
• Memberitambahan tugas pada dosen PA untuk meresponsi mahasiswa bimbinganya dalam proses pendalaman materi kuliah
• Memberikan penghargaan kepada dosen PA apabila mahasiswa bimbinganya berprestasi

3. Meningkatkan loyalitas staf dosen dan pegawai
Rencana mengoptimalkan loyalitas staf dosen dan karyawan.
Langkah-langkah:
• Memberi kesempatan kepada semua staf dan karyawan untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuan dan caranya masing-masing
• Mengevaluasi hasil pelaksanaan team work
• Mendiskusikan kendala-kendala dan faktor-faktor yang menunjang keberhasilan usaha staf dan karyawan dalam mencapai hasil yang maksimal
• Memberi penghargaan kepada team yang sukses
• Memberi kesempatan kepada team yang belum sukses untuk melakukan kegiatan sesuai masukan dari institusi dan berdasarkan team yang sukses
• Memberikan jaminan atas keamanan bagi semua staf
• Memberikan kompensasi sesuai yang telah disepakati atas usaha yang telah dilakukan
• Memberikan tip tambahan bagi kegiatan yang memerlukan kerja lembur
• Menentukan tambahan penghasilan bagi karyawan sebayak 10 % nilai gaji untuk di simpan sebagi uang pesangon apabila karyawan sudah selesai masa pengabdianya terhadap institusi
• Merencanakan pelatihan bagi staf dan karyawan sesuai dengan usulan dan disesuaikan dengan RAB tahunan
• Mengalokasikan dana kesejahteraan karyawan bagi, karyawan yang sakit, menikah atau keluarganya meninggal dunia.
• Memberikan asuransi jiwa bagi setiap staf dosen dan karyawan
• Merencanakan pengembangan dosen melalui tugas belajar secara bergilir sesuai kebutuhan institusi
Hal tersebut diupayakan agar semua staf dosen dan karyawan puas dan mempunyai motivasi dalam bekerja terutama kesediaan untuk tetap bekerja sama dengan institusi tanpa membanding-bandingkan dengan institusi lain serta keinginan untuk pindah ke institusi lain.
Karena, kesediaan pegawai untuk mempertahankan diri bekerja dalam organisasi adalah hal yang penting dalam menunjang komitmen pegawai terhadap organisasi dimana mereka bekerja. Hal ini dapat diupayakan bila pegawai merasakan adanya keamanan dan kepuasan di dalam organisasi tempat ia bergabung untuk bekerja.
loyalitas pegawai terhadap organisasi memiiliki makna kesediaan seseorang untuk melanggengkan hubungannya dengan organisasi, kalau perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadinya tanpa mengharapkan apapun (Wignyo-soebroto, 1987)

Secara umum suatu komitmen akan tumbuh dengan sendirinya apabila ; karyawan secara individu merasa sebagai bagian dari masyarakat yang dihormati dalam perusahaan, karywan merasa dihargai, karyawan mendapat kesempatan untuk belajar dan berkembang.
(oleh : Ayu Rai)

Sumber : Berbagai situs net, dan pengalaman

Friday, May 15, 2009

CERAI...JALANILAH.


Kiat Bertahan Setelah Melewati Perceraian

Berpisah dari pasangan yang selama ini menjadi bagian hidup, memang menyakitkan. Tapi yang terpenting saat ini adalah bagaimana Anda mengakhiri masa lalu dan kembali memulai hidup baru. Berikut ini beberapa kiat yang mungkin berguna dalam melanjutkan hidup:


1. Tetap perhatikan diri.
Meski bercerai adalah hal yang sangat tak disukai dalam pernikahan, namun kegagalan ini ada baiknya diterima dengan hati lapang. Jangan merasa kalau tak ada lagi yang memperhatikan atau menyayangi Anda, serta merasa terbuang. Beri waktu untuk merenung dan menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna, jadikan kegagalan ini sebagai sebuah pelajaran ke depan.

2. Terima keadaan sebaik-baiknya.
Menjadi sendiri lagi memang berat, apalagi bila Anda terus terbayang dengan kehidupan masa lalu bersama pasangan. Nikmatilah kesendirian ini terlebih dahulu, jangan tergesa-gesa untuk kembali memulai hubungan baru dengan orang lain. 

Menjadi sendiri berarti Anda kembali memiliki kebebasan dalam melakukan apapun, misalnya kembali melakukan kegiatan yang dulu sempat ditinggalkan karena pasangan. Buang segala memori yang mengingatkan Anda pada mantan, kalau perlu lakukan sesuatu yang baru yang belum sempat Anda lakukan.

3. Kenali dan lepaskan perasaan.
Kenali perasaan sedih atau marah yang ada di hati Anda, penting bagi Anda untuk mengetahuinya sehingga perasaan itu tak akan membuat Anda melukai diri sendiri. Cobalah lepaskan perasaan itu di selembar kertas, setelah itu sobek dan buang. Enyahkan semua pikiran negatif tentang diri Anda, sebaliknya salurkan perasaan itu melalui olahraga, musik, melukis, menangis, berteriak atau curhat pada sahabat terdekat Anda.

4. Ingat keburukan mantan.
Tak ada gading yang tak retak, ingatlah mengapa penyebab rumah tangga Anda retak. Sehingga Anda akan merasa bahwa apa yang terjadi mungkin demi kebaikan Anda berdua.

5. Hindari kontak emosional.
Hindari melakukan kontak apapun dengan mantan, meski sulit dilakukan karena Anda merasa kesepian. Meski menghubunginya akan membuat Anda tentram, namun ini akan semakin menyulitkan Anda untuk melupakannya. Carilah sumber ketentraman baru, baik dari teman atau keluarga.

6. Lakukan kegiatan baru.
Gunakan kebebasan Anda untuk melakukan hal-hal baru. Anda bisa memanjakan diri dengan melakukan kegiatan yang tak dapat Anda lakukan sebelumnya. Atau gunakan waktu sendiri ini untuk kembali kuliah atau kursus, sehingga Anda pun dapat bertemu dengan orang-orang baru. 

7. Jangan terobsesi kesalahan masa lalu. 
Yang lalu biarlah berlalu, ambillah pelajaran dari peristiwa yang menyakitkan ini. Kini fokuskan diri Anda pada masa depan, jangan lupa untuk tetap membuka hati pada orang-orang baru, siapa tahu ada seseorang yang bisa menggantikan tempat mantan di sisi Anda.

Tuesday, May 12, 2009

ETIKA SOSIAL -BISNIS

TEORI-TEORI YANG MENJADI DASAR PEMIKIRAN ETIS

Pendekatan Utilitarian (Utilitarian view)

Falsafah utilitarian berkembang dari konsep teleodologi (consequentialist). Konsep utilitarian tentang etika yang kini menjadi satu konsep etika yang penting sekali yang dikembangkan oleh O Jeremy Bentham (1748-1832) John Stuart Mill (1806-1873).
• Konsep ini bertitik tolak dari pemikiran bahwa dari baik buruknya suatu keputusan yang dibuat bergantung kepada hasil yang diperoleh dari tindakan pelaksanaannya.
• Tujuan pemikiran etika utilitarian adalah menghasilkan manfaat terbesar dan jumlah kegembiraan yang terbanyak kepada sebanyak mungkin orang yang dapat memperolehnya.
• Perilaku utilitarian dan kelemahannya tidak mampu mengukur utilitas pada factor-faktor bukan keuangan seperti kesehatan, kebajikan dan lain-lain
Pendekatan perilaku
 Dua prinsip perlu digunakan sebagai dasar bertindak. Yang pertama adalah niat yang baik sebagai dasar untuk menjalankan berbagai tindakan. Yang kedua adalah tindakan yang harus didasarkan pada peraturan yang universal – yaitu berlaku kepada siapapun tanpa membuat pembedaan

Pendekatan Hak Individu
Pada dasarnya pendekatan ini berpendapat bahwa setiap keputusan yang dibuat harus menghormati hak-hak individu, asal saja tindakan individu tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku

Pendekatan Keadilan
Pendekatan ini menekankan tentang perlunya menggunakan prinsip keadilan dalam mengambil keputusan. Sesuai dengan prinsip ini setip orang harus diperlakukan sama dan memperoleh kesempatan yang sama.

Pendekatan Islam
Dalam falsafah etika islam, terdapat lima prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu : Kesatuan, kesamaan, keinginan, tanggung jawab dan kemurahan hati

PERTIMBANGAN ETIKA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERUSAHAAN

Dalam menjalankan kegiatan usaha, para manager perlu mempertimbangkan beberapa prinsip tertentu. Yang terutama adalah : bersaing secara adil dan jujur, berhubungan antara sesama pekerja dan pihak lain yang dekat dengan perusahaan harus transparan, dan tidak menimbulkan kesusahan pada orang lain. Disamping itu perlu diingat bahwa kelakuan beretika dapat berbeda dalam masyarakat yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat bersumber dari factor berikut : Perbedaan budaya, tingkat pengetahuan yang berbeda dan kelakuan organisasi yang berbeda.

BEBERAPA ASPEK ETIKA DI TEMPAT KERJA

Menggalakkan sikap yang beretika di tempat kerja dapat membantu mewujudkan hubungan yang harmonis diantara pekerja dan meningkatkan motifasi para pekerja. Pada akhirnya perusahaan akan memperoleh manfaat dari sikap ini. Manfaatnya antara lain adalah produktifitas dapat ditingkatkan dan keuangan dapat dikelola dengan lebih baik. Dalam perusahaan masalah kegiatan yang tak beretika selalu timbul. Faktor penting yang menimbulkannya adalah : persaingan ketat, iklim organisasi, dan pebedaan nilai etika diantara pegawai. Untuk mengatasi masalah kegiatan tak beretika dalam perusahaan, para manager harus berlaku tegas dalam menanganinya. Kelakuan yang tidak etis bukan saja berlaku dikalangan pegawai, tetapi juga dikalangan manager dan dikalangan pimpinan yang lebih tinggi. Lembaga-lembaga pemerintah perlu mengawasi penyimpangan tersebut dan kalau perlu menghukumnya sesuai undang-undang atau peraturan yang berlaku.


TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Dalam usahanya mencari keuntungan sering sekali perusahaan melupakan efek dari tindakannya kepada pihak lain dan kepada masyarakat pada keseluruhannya. Pada masa lalu tindakan seperti ini menimbulkan bebagai macam kerugian kepada masyarakat timbul kritik terhadap cara mereka mengelola perusahaan dan pada masa ini manager digalakkan untuk memperhatikan tanggung jawab sosial mereka. Hal-hal yang perlu diperhatikan perusahaan dal;am melakukan tanggung jawab sosialnya adalah :
• Memperhatikan kepentingan nmasyarakat umum
• Menjaga kelestarian lingkungan alam disekitar kita
• Menjaga kepentingan dan kesejahteraan pekerja
• Menjaga kepentingan konsumen
• Menjaga kepentingan pemegang saham
• Menjaga agar setiap tindakan tidak menyalahi undang-undang.



KESIMPULAN

1. Perilaku perusahaan dibentuk dengan etika bisnis, yang mewakili suatu rangkaaian nilai moral. Suatu perusahaan mempunyai tanggungjawab untuk menghasilkan produk yang aman dan menjual produk mereka tanpa menyesatkan pelanggan. Mereka memastikan tanggungjawab social kepada pelanggan dengan menciptakan kode etik, memonitor keluhan pelanggan, dan menanyakan kepada pelanggan masukan mengenai produk yang mereka beli akhir-akhir ini. 
2. Perusahaan mempunyai tanggung jawab atas keamanan, perlakuan wajar, dan kesempatan yang sama untuk karyawan. Mereka dapat meyakinkan tanggungjawab kepada karyawan dengan menerapkan petunjuk keamanan, dengan memberikan seminar tentang diversitas (keanekaragaman) dan menciptakan prosedur untuk keluhan yang memungkinkan karyawan menyampaikan keluhannya.
3. Perusahaan mempunyai tanggungjawap untuk memuaskan pemilik (pemegand saham) yang memberikan dana. Mereka cenderung memastikan manager untuk membuat keputusan yang sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
4. Perusahaan mempunyai tanggung jawab memelihara lingkungan bersih jika mengoperasikan bisnisnya. Namun demikian, mereka harus menyiapkan pengeluaran apabila ingin memenuhi tanggung jawab sosialnya.
5. Perusahaan mempunyai tanggung jawab terhadap komunitas lokalnya tempat mereka menarik pelanggan dan karyawan. Mereka menyediakan donasi dan keuntungan lain kepada komunitas lokalnya.


 DAFTAR PUSTAKA

Madura, Jeff.Pengantar Bisnis.Salemba;penerbit salemba empat,

Sukirno, Sadoro. Wan Sabri Husin. Charles Sianturi. Danny Indriyanto. Kurniawan Saitullah.Pertimbangan.

Wednesday, May 6, 2009

ATASI STRESS - DENGAN KEBERSAMAAN



Anak-anak pun bisa stres. Mungkin semua orangtua pun tahu. Namun, banyak orangtua yang bingung harus melakukan apa supaya buah hati mereka tak stres lagi. Padahal, orangtua sebetulnya merupakan orang yang bisa membantu anak-anak atau remaja mengatasi stres mereka. Caranya? Simak tujuh tips berikut: 

1. Apa yang Anda katakan kepada anak dan bagaimana cara Anda mengatakannya sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak mengendalikan stres. Terlalu banyak menuntut dan mengritik anak merupakan pesan tak langsung bagi anak bahwa ia tak bisa mengatasi stres yang dialaminya. Coba perhatikan anak Anda, apakah ia sering mengatakan, "Wah payah, Mama dan Papa tak pernah mendengarkan aku," atau "Ibu tak pernah tahu perasaan saya, sih." Jika ya, ini merupakan pertanda adanya rasa marah dan frustrasi pada anak. Ii juga merupakan pertanda bahwa ia sedang merasa tak enak. Di pihak lain, terlalu over-protektif, selalu melakukan apapun yang diinginkan anak, pun tak baik. Pasalnya, cara ini justru akan makin menambah stres anak. "Orang tua tipe ini akan mengajarkan pada anak betapa ia tak berdaya melakukan apapun," begitu ujar ahli. 

2. Lihat bagaimana Anda biasanya mengatasi stres yang Anda alami. Apakah Anda tak mampu mengatasinya dan lebih bersikap menyerah, atau apakah Anda berusaha keras mencari penyebab stres dan mengatasinya? Cara Anda mengatasi stres pun rupanya akan sangat berpengaruh terhadap cara anak mengatasi stresnya. Jika Anda piawai mengatasi stres, anak pun kemungkinan besar akan mengikuti langkah Anda.

3. Jadilah detektif. Ingat, sangat jarang ada anak yang mengatakan, "Bu, saya lagi punya masalah." Apalagi, jika usia anak masih kecil. Orangtualah yang harus mencari tahu. Anda bisa mengikuti cara dokter mengenali gejala stres, misalnya munculnya rasa sakit pada otot, pegal-pegal di bahu dan punggung, dada berdebar-debar, sulit tidur, bangun pagi yang tak nyaman, gugup (misalnya kebiasaan menggigit kuku), dan sebagianya. Langkah ini akan membantu Anda mengendus adanya gejala stres pada buah hati Anda.

4. Ajarkan pada anak untuk mengubah pikiran negatif menjadi pikiran yang positif. Katakan misalnya, "Kalau kamu melihat segala hal secara positif, maka kamu akan menemukan banyak pilihan. Tapi, kalau kamu selalu melihat negatif segala hal, maka kamu akan merasa terperangkap." Dan situasi terperangkap inilah yang disebut stres. Jadi, jika si kecil kesal karena tak terpilih menjadi angggota klub sepakbola, ajarkan ia untuk tak mengatakan, "Aku memang enggak bisa apa-apa, makanya nggak terpilih." Ajarlah ia untuk mengatakan, "Mungkin aku memang enggak berbakat di sepakbola, tapi kini aku punya banyak waktu untuk les menggambar."

5. Beberapa anak, khususnya anak usia SD dan remaja, hidup dengan harapan yang seringkali "tak masuk akal." Mereka seringkali berpikir, "Jika aku gagal mendapat nilai baik di ulangan, hidupku hancur." Atau, "Duh, kalau aku enggak bisa ikut tim sepakbola, aku enggak bakal punya teman." Tanpa mengurangi minat dan kemampuan anak, cobalah ajak anak untuk berpikir lebih luas. Tanyakan, "Coba pikir, apa yang akan terjadi jika kamu tidak lulus tes." Biarkan anak mengolah pertanyaan itu dan mencoba mencari pemecahannya. Jangan lupa, beri ia dorongan dan penghargaan.

6. Seringkali, anak hanya ingin mengungkapkan apa yang ia rasakan. "Mereka ingin mengeluarkan semua unek-uneknya, mereka hanya ingin menangis atau berteriak," begitu ujar ahli. Sementara, orangtua seringkali menganggap kemarahan dan kejengkelan anak sebagai sesuatu yang tabu. Akibatnya, anak akan tumbuh dengan pikiran bahwa marah atau kesal itu sesuatu yang buruk. Akibatnya, mereka akan merasa bersalah setiap kali mereka marah atau kesal.

7. Yang tak kalah penting, katakan kepada anak-anak Anda, betapa Anda sangat mencintai mereka dan selalu ada untuk mereka. Yakinkan arti penting kebersamaan.

RELAKS DALAM LIMA MENIT 
Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meredam stres anak dan orang tua. Lakukan tips berikut bersama buah hati Anda:

- Langkah 1: Waspadai saat-saat dimana Anda merasa kesal. Tanyakan pada anak, apakah telapak tangannya berkeringat atau perutnya terasa mual? Jika ya, bisa-bisa ia tengah kesal.

- Langkah 2: Tenangkan diri dan katakan dalam hati, "Saya pasti bisa mengatasinya."

- Langkah 3: Tarik napas pelan-pelan. Bayangkan diri Anda adalah sebuah pipa yang didalamnya air jernih tengah mengalir. Tahan napas sejenak, lantas keluarkan lagi pelan-pelan. Anak mungkin tak akan mudah melakukan ini, jadi ajarkan pelan-pelan.

Langkah 4: Tutup mata dan bayangkan hal-hal atau tempat-tempat yang menyenangkan. 

Sumber: www.tabloidnova.com

Sunday, April 26, 2009

Komitmen Organisasi - untuk mahasiswaku S2






Komitmen Organisasi

Dalam dunia kerja, komitmen seseorang terhadap organisasi/perusahaan seringkali menjadi isu yang sangat penting. Oleh karena itu, sampai-sampai beberapa organisasi berani memasukkan unsur komitmen sebagai salah satu syarat untuk memegang suatu jabatan/posisi yang ditawarkan dalam iklan-iklan lowongan pekerjaan. Sayangnya meskipun hal ini sudah sangat umum namun tidak jarang pengusaha maupun pegawai masih belum memahami arti komitmen secara sungguh-sungguh. Padahal pemahaman tersebut sangatlah penting agar tercipta kondisi kerja yang kondusif sehingga perusahaan dapat berjalan secara efisien dan efektif. 
Individu yang kurang sepakat dengan sasaran atau target organisasi merupakan sikap negatif dan bisa berakibat kerugian(Mitchell, 1985)

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi tidak loyal terhadap satu perusahaan, diantaranya tertarik dengan jabatan yang ditawarkan perusahaan lain, gaji yang lebih tinggi, bermasalah dengan teman sekantor, dan mungkin ingin mencari pengalaman.
Pindahnya karyawan ke tempat lain ini akan mempengaruhi sistem yang ada di dalam perusahaan yang akhirnya berakibat pada penurunan produktifitas dan kualitas, oleh sebab itu sebuah organisasi atau perusahaan harus pandai-pandai membuat anggotanya betah untuk bertahan dan memegang komitmen.  


PENGERTIAN

Porter (Mowday, dkk, 1982:27) mendefinisikan komitment organisasi sebagai:
kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya kedalam bagian organisasi.

Menurut Gibson, dkk, 1985: Komitmen adalah keadaan yang melibatkan identifikasi dan loyalitas yang diwujudkan perusahaan tempat individu bekerja.
Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal, yaitu
1. Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi. 
2. Kesiapan dan kesedian untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi.
3. Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi).

Sedangkan Richard M. Steers (1985 : 50) mendefinisikan komitmen organisasi sebagai:
Rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seorang pegawai terhadap organisasinya. 


Steers berpendapat bahwa komitmen organisasi merupakan kondisi dimana pegawai sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya. Komitmen terhadap organisasi artinya lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan. Berdasarkan definisi ini, dalam komitmen organisasi tercakup unsur loyalitas terhadap organisasi, keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi


Secara singkat pada intinya beberapa definisi komitmen organisasi dari beberapa ahli diatas mempunyai penekanan yang hampir sama yaitu:
 proses pada individu (pegawai) dalam mengidentifikasikan dirinya dengan nilai-nilai, aturan-aturan, dan tujuan organisasi.
 Disamping itu, komitmen organisasi mengandung pengertian sebagai: sesuatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif terhadap organisasi, dengan kata lain komitmen organisasi menyiratkan hubungan pegawai dengan perusahaan atau organisasi secara aktif. Karena pegawai yang menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan untuk memberikan tenaga dan tanggung jawab yang lebih dalam menyokong kesejahteraan dan keberhasilan organisasi tempatnya bekerja.
Jenis Komitmen

Komitment organisasi dapat dibedakan menjadi 2 bagian:

1. jenis komitmen menurut Allen dan meyer

Allen dan Meyer (dalam Dunham, dkk 1994: 370 ) membedakan komitmen organisasi atas tiga komponen, yaitu : afektif, normatif dan continuance
1. Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan pegawai di dalam suatu organisasi.
2. Komponen normatif merupakan perasaan-perasaan pegawai tentang kewajiban yang harus ia berikan kepada organisasi.
3. Komponen continuance berarti komponen berdasarkan persepsi pegawai tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi
Meyer dan Allen berpendapat bahwa setiap komponen memiliki dasar yang berbeda. Pegawai dengan komponen afektif tinggi, masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. 
Sementara itu pegawai dengan komponen continuance tinggi, tetap bergabung dengan organisasi tersebut karena mereka membutuhkan organisasi. 
Pegawai yang memiliki komponen normatif yang tinggi, tetap menjadi anggota organisasi karena mereka harus melakukannya.

Setiap pegawai memiliki dasar dan tingkah laku yang berbeda berdasarkan komitmen organisasi yang dimilikinya. 
Pegawai yang memiliki komitmen organisasi dengan dasar afektif memiliki tingkah laku berbeda dengan pegawai yang berdasarkan continuance.
 Pegawai yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk menggunakan usaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. 
Sebaliknya, mereka yang terpaksa menjadi anggota akan menghindari kerugian finansial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidak maksimal. 
Sementara itu, komponen normatif yang berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki pegawai. 
Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban pada pegawai untuk memberi balasan atas apa yang telah diterimanya dari organisasi.



2.Jenis komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers

Komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers lebih dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki 

 Sikap mencakup:

1. Identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, dimana penerimaan ini merupakan dasar komitmen organisasi. Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi. 
2. Keterlibatan sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dna tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. 
Kehangatan, afeksi dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai. Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.

Sedangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah:
1. Kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampak melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Pegawai dengan komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi. 
2. Keinginan tetap berada dalam organisasi. Pada pegawai yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam waktu lama

Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat sungguh-sungguh dalam pegawaian dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap organisasi. Selain itu tampil tingkah laku berusaha kearah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama.


Komitment organisasi dapat dibedakan menjadi 2 bagian:

1. jenis komitmen menurut Allen dan meyer

Allen dan Meyer (dalam Dunham, dkk 1994: 370 ) membedakan komitmen organisasi atas tiga komponen, yaitu : afektif, normatif dan continuance
1. Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan pegawai di dalam suatu organisasi.
2. Komponen normatif merupakan perasaan-perasaan pegawai tentang kewajiban yang harus ia berikan kepada organisasi.
3. Komponen continuance berarti komponen berdasarkan persepsi pegawai tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi
Meyer dan Allen berpendapat bahwa setiap komponen memiliki dasar yang berbeda. Pegawai dengan komponen afektif tinggi, masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. 
Sementara itu pegawai dengan komponen continuance tinggi, tetap bergabung dengan organisasi tersebut karena mereka membutuhkan organisasi. 
Pegawai yang memiliki komponen normatif yang tinggi, tetap menjadi anggota organisasi karena mereka harus melakukannya.

Setiap pegawai memiliki dasar dan tingkah laku yang berbeda berdasarkan komitmen organisasi yang dimilikinya. 
Pegawai yang memiliki komitmen organisasi dengan dasar afektif memiliki tingkah laku berbeda dengan pegawai yang berdasarkan continuance.
 Pegawai yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk menggunakan usaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. 
Sebaliknya, mereka yang terpaksa menjadi anggota akan menghindari kerugian finansial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidak maksimal. 
Sementara itu, komponen normatif yang berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki pegawai. 
Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban pada pegawai untuk memberi balasan atas apa yang telah diterimanya dari organisasi.


2.Jenis komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers

Komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers lebih dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki 

 Sikap mencakup:

1. Identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, dimana penerimaan ini merupakan dasar komitmen organisasi. Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi. 
2. Keterlibatan sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dna tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. 
Kehangatan, afeksi dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai. Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.


Sedangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah:
1. Kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampak melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Pegawai dengan komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi. 
2. Keinginan tetap berada dalam organisasi. Pada pegawai yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam waktu lama

Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat sungguh-sungguh dalam pegawaian dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap organisasi. Selain itu tampil tingkah laku berusaha kearah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama.

pustaka :

• Drs. H. Zainuddin Sri Kuntcoro, MPsi, Komitmen Organisasi

• E.psikologi.com.2000


Thursday, April 23, 2009

MUTIARA KATA


o AMBILLAH WAKTU UNTUK BERFIKIR , ITU ADALAH SUMBER KEKUATAN 
AMBILLAH WAKTU UNTUK BERMAIN , ITU ADALAH RAHASIA MASA MUDA YANG ABADI . 
AMBILLAH WAKTU UNTUK BERDOA , ITU ADALAH SUMBER KETENANGAN .
AMBILLAH WAKTU UNTUK BELAJAR , ITU ADALAH SUMBER KEBIJAKSANAAN . 

o KASIHILAH ORANG YANG ENGKAU KASIHI SEKADARNYA, MUNGKIN DIA AKAN MENJADI ORANG YANG ENGKAU BENCI SUATU HARI NANTI . BENCILAH ORANG YANG ENGKAU BENCI SEKADARNYA , MUNGKIN DIA AKAN MENJADI KESAYANGANMU PADA SUATU HARI NANTI . 

o KITA SENTIASA MEMPERTAHANKAN APA YANG KITA TAHU SEDANGKAN KITA SEPATUTNYA TAHU BAHAWA TAK SEMUA YANG KITA TAHU ADALAH BENAR .


o KEPUASAN TERLETAK PADA USAHA , BUKAN PENCAPAIAN . 

o SEBANYAK MANA USAHA YANG KITA TABURKAN , SEBANYAK ITULAH GANJARAN ATAU HASIL YANG KITA PEROLEHI . 


Sunday, April 19, 2009