SEMOGA MEMBAWA MANFAAT

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

 

love life dividers pink divider roses comments

 

Flames Pictures Fire Pictures Lamps clipart blogger myspace hi5 templates banners

free animated website at tripod.com



Tuesday, May 19, 2009

MENUMBUHKAN KOMITMEN DOSEN DAN KARYAWAN

PENDAHULUAN:

Komitmen sangat penting dalam suatu organisasi,karena melalui komitmen maka kelanggengan dan perkembangan organisasi akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Komitmen seorang karyawan di suatu organisasi dapat tumbuh melalui identifikasi nilai , keterlibatan dan loyalitas(gibson,85).
Komitmen dapat dilihat dari Kesiapan dan kesedian seseorang dalam berusaha atas nama organisasi. Sehingga dengan komitmen ini akan timbul keinginanuntuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi). Dapat dikatakan bahwa orang dengan komitmen yang tinggi akan mempunyai kesetiaan terhadap organisasi.

Rencana menumbuhkan komitmen bagi dosen dan karyawan dilakukan dengan 3 langkah, yaitu meningkatkan kepercayaan terhadap institusi, mengoptimalkan keterlibatan dosen dan karyawan dalam pengelolaan institusi,
Dan meningkatkan loyalitas dalam bekerja.

1. MENINGKATKAN KEPERCAYAAN TERHADAP INSTITUSI
Sesuai dengan teori komitment bahwa kepercayaan terhadap institusi dapat di tingkatkan dengan cara memodifikasi tujuan institusi dengan tujuan pribadi masing-masing anggota organisasi.
Langkah yang direncanakan adalah Membangun komitmen bersama mengenai nilai dan norma institusi.
Langkah-langkah:
• Menentukan jadwal kegiatan
• Mensosialisasikan kegiatan
Pada hari pelaksanaan kegiatan:
• Membagi kelompok sesuai departemen masing-masing(kep. Dasar, medikal bedah, jiwa, komunitas dan keluarga)
• Masing-masing individu di dalam kelompok diminta untuk menuliskan norma dan nilai pribadi
• Masing-masing kelompok menuliskan norma dan nilai kelompok sesuai dengan norma dan nilai pribadi masing-masing anggota, kemudian mendiskusikan dan menentukan norma dan nilai yang disepakati
• Masing – masing kelompok menyampaikan norma dan nilai kelompoknya untuk di satukan menjadi norma dan nilai institusi.
• Membuat kesepakatan bahwa nilai dan norma tersebut menjadi norma dan nilai institusi yang harus ditaati bersama dan anggota institusi menyampaikan pernyataan bahwa sanggup ditegur secara lisan maupun tulisan jika melanggar norma tersebut.
Pada pertemuan berikutnya menentukan topik untuk membuat tujuan instistusi:
Langkah-langkah:
• Anggota kembali ke departemen masing-masing
• Setiap anggota kelompok menyampaikan tujuan pribadi
• Menyatukan tujuan pribadi menjadi tujuan kelompok
• Mendiskusikan tujuan Institusi berdasarkan tujuan dari kelompok-kelompok
• Menyepakati tujuan institusi.
• 
Menurut teori ,hal tersebut di atas akan membuahkan suasana saling mendukung diantara para pegawai dengan organisasi. Lebih lanjut, suasana tersebut akan membawa pegawai dengan rela menyumbangkan sesuatu bagi tercapainya tujuan organisasi, karena pegawai menerima tujuan organisasi yang dipercayai telah disusun demi memenuhi kebutuhan pribadi mereka pula (Pareek, 1994 : 113).

2. MENGOPTIMALKAN KETERLIBATAN DOSEN DAN KARYAWAN DALAM INSTITUSI

MELIBATKAN SEMUA DOSEN DAN KARYAWAN PADA SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU:
LANGKAH-LANGKAH:
• Sosialisasi rencana sipensimaru
• Membentuk panitia
• Menentukan jobdiskription masing-masing seksi oleh anggota seksi itu sendiri
• Menyepakati job diskription dalam kepanitiaan
• Menyampaikan hak dan kuajiban masing-masing seksi
• Pemantauan pelaksanaan kegiatan oleh pimpinan


Menurut teori, keterlibatan atau partisipasi pegawai dalam aktivitas-aktivitas kerja penting untuk diperhatikan karena adanya keterlibatan pegawai menyebabkab mereka akan mau dan senang bekerja sama baik dengan pimpinan ataupun dengan sesama teman kerja. Salah satu cara yang dapat dipakai untuk memancing keterlibatan pegawai adalah dengan memancing partisipasi mereka dalam berbagai kesempatan pembuatan keputusan, yang dapat menumbuhkan keyakinan pada pegawai bahwa apa yang telah diputuskan adalah merupakan keputusan bersama. Disamping itu, dengan melakukan hal tersebut maka pegawai merasakan bahwa mereka diterima sebagai bagian yang utuh dari organisasi, dan konsekuensi lebih lanjut, mereka merasa wajib untuk melaksanakan bersama apa yang telah diputuskan karena adanya rasa keterikatan dengan apa yang mereka ciptakan (Sutarto, 1989 :79). 

Karena dalam keterlibatan tersebut perlu adanya motivasi, dan didalam sipensimaru tersebut tujuanya adalah mengoptimalkan mahasiswa baru memenuhi syarat secara kualitas dan kuantitas, maka ada kompensai tersendiri bagi karyawan dan staf yang memotivasi calon mahasiswa untuk mendaftar.

Hal tersebut sesuai dengan ungkapan Ahli lain, Beynon (dalam Marchington, 1986 : 61) yaitu bahwa partisipasi akan meningkat apabila mereka menghadapi suatu situasi yang penting untuk mereka diskusikan bersama, dan salah satu situasi yang perlu didiskusikan bersama tersebut adalah kebutuhan serta kepentingan pribadi yang ingin dicapai oleh pegawai dalam organisasi. Apabila kebutuhan tersebut dapat terpenuhi hingga pegawai memperoleh kepuasan kerja, maka pegawaipun akan menyadari pentingnya memiliki kesediaan untuk menyumbangkan usaha dan kontribusi bagi kepentingan organisasi. Sebab hanya dengan pencapaian kepentingan organisasilah, kepentingan merekapun akan lebih terpuaskan.

Keterlibatan pada proses belajar mengajar
Langkah-langkah:
• Semua dosen diberi beban mengajar yang adil sesuai dengan kapasitasnya
• Semua karyawan diberi tanggung jawab terhadap kelancaran balajar-mengajar denagn, menentukan piket yang tugasnya membantu menyediakan dan menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan selama pembelajaran, dengan mengalokasikan kompensasi bagi karyawan piket
• Memberitambahan tugas pada dosen PA untuk meresponsi mahasiswa bimbinganya dalam proses pendalaman materi kuliah
• Memberikan penghargaan kepada dosen PA apabila mahasiswa bimbinganya berprestasi

3. Meningkatkan loyalitas staf dosen dan pegawai
Rencana mengoptimalkan loyalitas staf dosen dan karyawan.
Langkah-langkah:
• Memberi kesempatan kepada semua staf dan karyawan untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuan dan caranya masing-masing
• Mengevaluasi hasil pelaksanaan team work
• Mendiskusikan kendala-kendala dan faktor-faktor yang menunjang keberhasilan usaha staf dan karyawan dalam mencapai hasil yang maksimal
• Memberi penghargaan kepada team yang sukses
• Memberi kesempatan kepada team yang belum sukses untuk melakukan kegiatan sesuai masukan dari institusi dan berdasarkan team yang sukses
• Memberikan jaminan atas keamanan bagi semua staf
• Memberikan kompensasi sesuai yang telah disepakati atas usaha yang telah dilakukan
• Memberikan tip tambahan bagi kegiatan yang memerlukan kerja lembur
• Menentukan tambahan penghasilan bagi karyawan sebayak 10 % nilai gaji untuk di simpan sebagi uang pesangon apabila karyawan sudah selesai masa pengabdianya terhadap institusi
• Merencanakan pelatihan bagi staf dan karyawan sesuai dengan usulan dan disesuaikan dengan RAB tahunan
• Mengalokasikan dana kesejahteraan karyawan bagi, karyawan yang sakit, menikah atau keluarganya meninggal dunia.
• Memberikan asuransi jiwa bagi setiap staf dosen dan karyawan
• Merencanakan pengembangan dosen melalui tugas belajar secara bergilir sesuai kebutuhan institusi
Hal tersebut diupayakan agar semua staf dosen dan karyawan puas dan mempunyai motivasi dalam bekerja terutama kesediaan untuk tetap bekerja sama dengan institusi tanpa membanding-bandingkan dengan institusi lain serta keinginan untuk pindah ke institusi lain.
Karena, kesediaan pegawai untuk mempertahankan diri bekerja dalam organisasi adalah hal yang penting dalam menunjang komitmen pegawai terhadap organisasi dimana mereka bekerja. Hal ini dapat diupayakan bila pegawai merasakan adanya keamanan dan kepuasan di dalam organisasi tempat ia bergabung untuk bekerja.
loyalitas pegawai terhadap organisasi memiiliki makna kesediaan seseorang untuk melanggengkan hubungannya dengan organisasi, kalau perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadinya tanpa mengharapkan apapun (Wignyo-soebroto, 1987)

Secara umum suatu komitmen akan tumbuh dengan sendirinya apabila ; karyawan secara individu merasa sebagai bagian dari masyarakat yang dihormati dalam perusahaan, karywan merasa dihargai, karyawan mendapat kesempatan untuk belajar dan berkembang.
(oleh : Ayu Rai)

Sumber : Berbagai situs net, dan pengalaman

Friday, May 15, 2009

CERAI...JALANILAH.


Kiat Bertahan Setelah Melewati Perceraian

Berpisah dari pasangan yang selama ini menjadi bagian hidup, memang menyakitkan. Tapi yang terpenting saat ini adalah bagaimana Anda mengakhiri masa lalu dan kembali memulai hidup baru. Berikut ini beberapa kiat yang mungkin berguna dalam melanjutkan hidup:


1. Tetap perhatikan diri.
Meski bercerai adalah hal yang sangat tak disukai dalam pernikahan, namun kegagalan ini ada baiknya diterima dengan hati lapang. Jangan merasa kalau tak ada lagi yang memperhatikan atau menyayangi Anda, serta merasa terbuang. Beri waktu untuk merenung dan menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna, jadikan kegagalan ini sebagai sebuah pelajaran ke depan.

2. Terima keadaan sebaik-baiknya.
Menjadi sendiri lagi memang berat, apalagi bila Anda terus terbayang dengan kehidupan masa lalu bersama pasangan. Nikmatilah kesendirian ini terlebih dahulu, jangan tergesa-gesa untuk kembali memulai hubungan baru dengan orang lain. 

Menjadi sendiri berarti Anda kembali memiliki kebebasan dalam melakukan apapun, misalnya kembali melakukan kegiatan yang dulu sempat ditinggalkan karena pasangan. Buang segala memori yang mengingatkan Anda pada mantan, kalau perlu lakukan sesuatu yang baru yang belum sempat Anda lakukan.

3. Kenali dan lepaskan perasaan.
Kenali perasaan sedih atau marah yang ada di hati Anda, penting bagi Anda untuk mengetahuinya sehingga perasaan itu tak akan membuat Anda melukai diri sendiri. Cobalah lepaskan perasaan itu di selembar kertas, setelah itu sobek dan buang. Enyahkan semua pikiran negatif tentang diri Anda, sebaliknya salurkan perasaan itu melalui olahraga, musik, melukis, menangis, berteriak atau curhat pada sahabat terdekat Anda.

4. Ingat keburukan mantan.
Tak ada gading yang tak retak, ingatlah mengapa penyebab rumah tangga Anda retak. Sehingga Anda akan merasa bahwa apa yang terjadi mungkin demi kebaikan Anda berdua.

5. Hindari kontak emosional.
Hindari melakukan kontak apapun dengan mantan, meski sulit dilakukan karena Anda merasa kesepian. Meski menghubunginya akan membuat Anda tentram, namun ini akan semakin menyulitkan Anda untuk melupakannya. Carilah sumber ketentraman baru, baik dari teman atau keluarga.

6. Lakukan kegiatan baru.
Gunakan kebebasan Anda untuk melakukan hal-hal baru. Anda bisa memanjakan diri dengan melakukan kegiatan yang tak dapat Anda lakukan sebelumnya. Atau gunakan waktu sendiri ini untuk kembali kuliah atau kursus, sehingga Anda pun dapat bertemu dengan orang-orang baru. 

7. Jangan terobsesi kesalahan masa lalu. 
Yang lalu biarlah berlalu, ambillah pelajaran dari peristiwa yang menyakitkan ini. Kini fokuskan diri Anda pada masa depan, jangan lupa untuk tetap membuka hati pada orang-orang baru, siapa tahu ada seseorang yang bisa menggantikan tempat mantan di sisi Anda.

Tuesday, May 12, 2009

ETIKA SOSIAL -BISNIS

TEORI-TEORI YANG MENJADI DASAR PEMIKIRAN ETIS

Pendekatan Utilitarian (Utilitarian view)

Falsafah utilitarian berkembang dari konsep teleodologi (consequentialist). Konsep utilitarian tentang etika yang kini menjadi satu konsep etika yang penting sekali yang dikembangkan oleh O Jeremy Bentham (1748-1832) John Stuart Mill (1806-1873).
• Konsep ini bertitik tolak dari pemikiran bahwa dari baik buruknya suatu keputusan yang dibuat bergantung kepada hasil yang diperoleh dari tindakan pelaksanaannya.
• Tujuan pemikiran etika utilitarian adalah menghasilkan manfaat terbesar dan jumlah kegembiraan yang terbanyak kepada sebanyak mungkin orang yang dapat memperolehnya.
• Perilaku utilitarian dan kelemahannya tidak mampu mengukur utilitas pada factor-faktor bukan keuangan seperti kesehatan, kebajikan dan lain-lain
Pendekatan perilaku
 Dua prinsip perlu digunakan sebagai dasar bertindak. Yang pertama adalah niat yang baik sebagai dasar untuk menjalankan berbagai tindakan. Yang kedua adalah tindakan yang harus didasarkan pada peraturan yang universal – yaitu berlaku kepada siapapun tanpa membuat pembedaan

Pendekatan Hak Individu
Pada dasarnya pendekatan ini berpendapat bahwa setiap keputusan yang dibuat harus menghormati hak-hak individu, asal saja tindakan individu tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku

Pendekatan Keadilan
Pendekatan ini menekankan tentang perlunya menggunakan prinsip keadilan dalam mengambil keputusan. Sesuai dengan prinsip ini setip orang harus diperlakukan sama dan memperoleh kesempatan yang sama.

Pendekatan Islam
Dalam falsafah etika islam, terdapat lima prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu : Kesatuan, kesamaan, keinginan, tanggung jawab dan kemurahan hati

PERTIMBANGAN ETIKA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERUSAHAAN

Dalam menjalankan kegiatan usaha, para manager perlu mempertimbangkan beberapa prinsip tertentu. Yang terutama adalah : bersaing secara adil dan jujur, berhubungan antara sesama pekerja dan pihak lain yang dekat dengan perusahaan harus transparan, dan tidak menimbulkan kesusahan pada orang lain. Disamping itu perlu diingat bahwa kelakuan beretika dapat berbeda dalam masyarakat yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat bersumber dari factor berikut : Perbedaan budaya, tingkat pengetahuan yang berbeda dan kelakuan organisasi yang berbeda.

BEBERAPA ASPEK ETIKA DI TEMPAT KERJA

Menggalakkan sikap yang beretika di tempat kerja dapat membantu mewujudkan hubungan yang harmonis diantara pekerja dan meningkatkan motifasi para pekerja. Pada akhirnya perusahaan akan memperoleh manfaat dari sikap ini. Manfaatnya antara lain adalah produktifitas dapat ditingkatkan dan keuangan dapat dikelola dengan lebih baik. Dalam perusahaan masalah kegiatan yang tak beretika selalu timbul. Faktor penting yang menimbulkannya adalah : persaingan ketat, iklim organisasi, dan pebedaan nilai etika diantara pegawai. Untuk mengatasi masalah kegiatan tak beretika dalam perusahaan, para manager harus berlaku tegas dalam menanganinya. Kelakuan yang tidak etis bukan saja berlaku dikalangan pegawai, tetapi juga dikalangan manager dan dikalangan pimpinan yang lebih tinggi. Lembaga-lembaga pemerintah perlu mengawasi penyimpangan tersebut dan kalau perlu menghukumnya sesuai undang-undang atau peraturan yang berlaku.


TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Dalam usahanya mencari keuntungan sering sekali perusahaan melupakan efek dari tindakannya kepada pihak lain dan kepada masyarakat pada keseluruhannya. Pada masa lalu tindakan seperti ini menimbulkan bebagai macam kerugian kepada masyarakat timbul kritik terhadap cara mereka mengelola perusahaan dan pada masa ini manager digalakkan untuk memperhatikan tanggung jawab sosial mereka. Hal-hal yang perlu diperhatikan perusahaan dal;am melakukan tanggung jawab sosialnya adalah :
• Memperhatikan kepentingan nmasyarakat umum
• Menjaga kelestarian lingkungan alam disekitar kita
• Menjaga kepentingan dan kesejahteraan pekerja
• Menjaga kepentingan konsumen
• Menjaga kepentingan pemegang saham
• Menjaga agar setiap tindakan tidak menyalahi undang-undang.



KESIMPULAN

1. Perilaku perusahaan dibentuk dengan etika bisnis, yang mewakili suatu rangkaaian nilai moral. Suatu perusahaan mempunyai tanggungjawab untuk menghasilkan produk yang aman dan menjual produk mereka tanpa menyesatkan pelanggan. Mereka memastikan tanggungjawab social kepada pelanggan dengan menciptakan kode etik, memonitor keluhan pelanggan, dan menanyakan kepada pelanggan masukan mengenai produk yang mereka beli akhir-akhir ini. 
2. Perusahaan mempunyai tanggung jawab atas keamanan, perlakuan wajar, dan kesempatan yang sama untuk karyawan. Mereka dapat meyakinkan tanggungjawab kepada karyawan dengan menerapkan petunjuk keamanan, dengan memberikan seminar tentang diversitas (keanekaragaman) dan menciptakan prosedur untuk keluhan yang memungkinkan karyawan menyampaikan keluhannya.
3. Perusahaan mempunyai tanggungjawap untuk memuaskan pemilik (pemegand saham) yang memberikan dana. Mereka cenderung memastikan manager untuk membuat keputusan yang sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
4. Perusahaan mempunyai tanggung jawab memelihara lingkungan bersih jika mengoperasikan bisnisnya. Namun demikian, mereka harus menyiapkan pengeluaran apabila ingin memenuhi tanggung jawab sosialnya.
5. Perusahaan mempunyai tanggung jawab terhadap komunitas lokalnya tempat mereka menarik pelanggan dan karyawan. Mereka menyediakan donasi dan keuntungan lain kepada komunitas lokalnya.


 DAFTAR PUSTAKA

Madura, Jeff.Pengantar Bisnis.Salemba;penerbit salemba empat,

Sukirno, Sadoro. Wan Sabri Husin. Charles Sianturi. Danny Indriyanto. Kurniawan Saitullah.Pertimbangan.

Wednesday, May 6, 2009

ATASI STRESS - DENGAN KEBERSAMAAN



Anak-anak pun bisa stres. Mungkin semua orangtua pun tahu. Namun, banyak orangtua yang bingung harus melakukan apa supaya buah hati mereka tak stres lagi. Padahal, orangtua sebetulnya merupakan orang yang bisa membantu anak-anak atau remaja mengatasi stres mereka. Caranya? Simak tujuh tips berikut: 

1. Apa yang Anda katakan kepada anak dan bagaimana cara Anda mengatakannya sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak mengendalikan stres. Terlalu banyak menuntut dan mengritik anak merupakan pesan tak langsung bagi anak bahwa ia tak bisa mengatasi stres yang dialaminya. Coba perhatikan anak Anda, apakah ia sering mengatakan, "Wah payah, Mama dan Papa tak pernah mendengarkan aku," atau "Ibu tak pernah tahu perasaan saya, sih." Jika ya, ini merupakan pertanda adanya rasa marah dan frustrasi pada anak. Ii juga merupakan pertanda bahwa ia sedang merasa tak enak. Di pihak lain, terlalu over-protektif, selalu melakukan apapun yang diinginkan anak, pun tak baik. Pasalnya, cara ini justru akan makin menambah stres anak. "Orang tua tipe ini akan mengajarkan pada anak betapa ia tak berdaya melakukan apapun," begitu ujar ahli. 

2. Lihat bagaimana Anda biasanya mengatasi stres yang Anda alami. Apakah Anda tak mampu mengatasinya dan lebih bersikap menyerah, atau apakah Anda berusaha keras mencari penyebab stres dan mengatasinya? Cara Anda mengatasi stres pun rupanya akan sangat berpengaruh terhadap cara anak mengatasi stresnya. Jika Anda piawai mengatasi stres, anak pun kemungkinan besar akan mengikuti langkah Anda.

3. Jadilah detektif. Ingat, sangat jarang ada anak yang mengatakan, "Bu, saya lagi punya masalah." Apalagi, jika usia anak masih kecil. Orangtualah yang harus mencari tahu. Anda bisa mengikuti cara dokter mengenali gejala stres, misalnya munculnya rasa sakit pada otot, pegal-pegal di bahu dan punggung, dada berdebar-debar, sulit tidur, bangun pagi yang tak nyaman, gugup (misalnya kebiasaan menggigit kuku), dan sebagianya. Langkah ini akan membantu Anda mengendus adanya gejala stres pada buah hati Anda.

4. Ajarkan pada anak untuk mengubah pikiran negatif menjadi pikiran yang positif. Katakan misalnya, "Kalau kamu melihat segala hal secara positif, maka kamu akan menemukan banyak pilihan. Tapi, kalau kamu selalu melihat negatif segala hal, maka kamu akan merasa terperangkap." Dan situasi terperangkap inilah yang disebut stres. Jadi, jika si kecil kesal karena tak terpilih menjadi angggota klub sepakbola, ajarkan ia untuk tak mengatakan, "Aku memang enggak bisa apa-apa, makanya nggak terpilih." Ajarlah ia untuk mengatakan, "Mungkin aku memang enggak berbakat di sepakbola, tapi kini aku punya banyak waktu untuk les menggambar."

5. Beberapa anak, khususnya anak usia SD dan remaja, hidup dengan harapan yang seringkali "tak masuk akal." Mereka seringkali berpikir, "Jika aku gagal mendapat nilai baik di ulangan, hidupku hancur." Atau, "Duh, kalau aku enggak bisa ikut tim sepakbola, aku enggak bakal punya teman." Tanpa mengurangi minat dan kemampuan anak, cobalah ajak anak untuk berpikir lebih luas. Tanyakan, "Coba pikir, apa yang akan terjadi jika kamu tidak lulus tes." Biarkan anak mengolah pertanyaan itu dan mencoba mencari pemecahannya. Jangan lupa, beri ia dorongan dan penghargaan.

6. Seringkali, anak hanya ingin mengungkapkan apa yang ia rasakan. "Mereka ingin mengeluarkan semua unek-uneknya, mereka hanya ingin menangis atau berteriak," begitu ujar ahli. Sementara, orangtua seringkali menganggap kemarahan dan kejengkelan anak sebagai sesuatu yang tabu. Akibatnya, anak akan tumbuh dengan pikiran bahwa marah atau kesal itu sesuatu yang buruk. Akibatnya, mereka akan merasa bersalah setiap kali mereka marah atau kesal.

7. Yang tak kalah penting, katakan kepada anak-anak Anda, betapa Anda sangat mencintai mereka dan selalu ada untuk mereka. Yakinkan arti penting kebersamaan.

RELAKS DALAM LIMA MENIT 
Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meredam stres anak dan orang tua. Lakukan tips berikut bersama buah hati Anda:

- Langkah 1: Waspadai saat-saat dimana Anda merasa kesal. Tanyakan pada anak, apakah telapak tangannya berkeringat atau perutnya terasa mual? Jika ya, bisa-bisa ia tengah kesal.

- Langkah 2: Tenangkan diri dan katakan dalam hati, "Saya pasti bisa mengatasinya."

- Langkah 3: Tarik napas pelan-pelan. Bayangkan diri Anda adalah sebuah pipa yang didalamnya air jernih tengah mengalir. Tahan napas sejenak, lantas keluarkan lagi pelan-pelan. Anak mungkin tak akan mudah melakukan ini, jadi ajarkan pelan-pelan.

Langkah 4: Tutup mata dan bayangkan hal-hal atau tempat-tempat yang menyenangkan. 

Sumber: www.tabloidnova.com

Sunday, April 26, 2009

Komitmen Organisasi - untuk mahasiswaku S2






Komitmen Organisasi

Dalam dunia kerja, komitmen seseorang terhadap organisasi/perusahaan seringkali menjadi isu yang sangat penting. Oleh karena itu, sampai-sampai beberapa organisasi berani memasukkan unsur komitmen sebagai salah satu syarat untuk memegang suatu jabatan/posisi yang ditawarkan dalam iklan-iklan lowongan pekerjaan. Sayangnya meskipun hal ini sudah sangat umum namun tidak jarang pengusaha maupun pegawai masih belum memahami arti komitmen secara sungguh-sungguh. Padahal pemahaman tersebut sangatlah penting agar tercipta kondisi kerja yang kondusif sehingga perusahaan dapat berjalan secara efisien dan efektif. 
Individu yang kurang sepakat dengan sasaran atau target organisasi merupakan sikap negatif dan bisa berakibat kerugian(Mitchell, 1985)

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi tidak loyal terhadap satu perusahaan, diantaranya tertarik dengan jabatan yang ditawarkan perusahaan lain, gaji yang lebih tinggi, bermasalah dengan teman sekantor, dan mungkin ingin mencari pengalaman.
Pindahnya karyawan ke tempat lain ini akan mempengaruhi sistem yang ada di dalam perusahaan yang akhirnya berakibat pada penurunan produktifitas dan kualitas, oleh sebab itu sebuah organisasi atau perusahaan harus pandai-pandai membuat anggotanya betah untuk bertahan dan memegang komitmen.  


PENGERTIAN

Porter (Mowday, dkk, 1982:27) mendefinisikan komitment organisasi sebagai:
kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya kedalam bagian organisasi.

Menurut Gibson, dkk, 1985: Komitmen adalah keadaan yang melibatkan identifikasi dan loyalitas yang diwujudkan perusahaan tempat individu bekerja.
Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal, yaitu
1. Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi. 
2. Kesiapan dan kesedian untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi.
3. Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi).

Sedangkan Richard M. Steers (1985 : 50) mendefinisikan komitmen organisasi sebagai:
Rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seorang pegawai terhadap organisasinya. 


Steers berpendapat bahwa komitmen organisasi merupakan kondisi dimana pegawai sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya. Komitmen terhadap organisasi artinya lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan. Berdasarkan definisi ini, dalam komitmen organisasi tercakup unsur loyalitas terhadap organisasi, keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi


Secara singkat pada intinya beberapa definisi komitmen organisasi dari beberapa ahli diatas mempunyai penekanan yang hampir sama yaitu:
 proses pada individu (pegawai) dalam mengidentifikasikan dirinya dengan nilai-nilai, aturan-aturan, dan tujuan organisasi.
 Disamping itu, komitmen organisasi mengandung pengertian sebagai: sesuatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif terhadap organisasi, dengan kata lain komitmen organisasi menyiratkan hubungan pegawai dengan perusahaan atau organisasi secara aktif. Karena pegawai yang menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan untuk memberikan tenaga dan tanggung jawab yang lebih dalam menyokong kesejahteraan dan keberhasilan organisasi tempatnya bekerja.
Jenis Komitmen

Komitment organisasi dapat dibedakan menjadi 2 bagian:

1. jenis komitmen menurut Allen dan meyer

Allen dan Meyer (dalam Dunham, dkk 1994: 370 ) membedakan komitmen organisasi atas tiga komponen, yaitu : afektif, normatif dan continuance
1. Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan pegawai di dalam suatu organisasi.
2. Komponen normatif merupakan perasaan-perasaan pegawai tentang kewajiban yang harus ia berikan kepada organisasi.
3. Komponen continuance berarti komponen berdasarkan persepsi pegawai tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi
Meyer dan Allen berpendapat bahwa setiap komponen memiliki dasar yang berbeda. Pegawai dengan komponen afektif tinggi, masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. 
Sementara itu pegawai dengan komponen continuance tinggi, tetap bergabung dengan organisasi tersebut karena mereka membutuhkan organisasi. 
Pegawai yang memiliki komponen normatif yang tinggi, tetap menjadi anggota organisasi karena mereka harus melakukannya.

Setiap pegawai memiliki dasar dan tingkah laku yang berbeda berdasarkan komitmen organisasi yang dimilikinya. 
Pegawai yang memiliki komitmen organisasi dengan dasar afektif memiliki tingkah laku berbeda dengan pegawai yang berdasarkan continuance.
 Pegawai yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk menggunakan usaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. 
Sebaliknya, mereka yang terpaksa menjadi anggota akan menghindari kerugian finansial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidak maksimal. 
Sementara itu, komponen normatif yang berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki pegawai. 
Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban pada pegawai untuk memberi balasan atas apa yang telah diterimanya dari organisasi.



2.Jenis komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers

Komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers lebih dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki 

 Sikap mencakup:

1. Identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, dimana penerimaan ini merupakan dasar komitmen organisasi. Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi. 
2. Keterlibatan sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dna tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. 
Kehangatan, afeksi dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai. Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.

Sedangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah:
1. Kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampak melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Pegawai dengan komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi. 
2. Keinginan tetap berada dalam organisasi. Pada pegawai yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam waktu lama

Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat sungguh-sungguh dalam pegawaian dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap organisasi. Selain itu tampil tingkah laku berusaha kearah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama.


Komitment organisasi dapat dibedakan menjadi 2 bagian:

1. jenis komitmen menurut Allen dan meyer

Allen dan Meyer (dalam Dunham, dkk 1994: 370 ) membedakan komitmen organisasi atas tiga komponen, yaitu : afektif, normatif dan continuance
1. Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan pegawai di dalam suatu organisasi.
2. Komponen normatif merupakan perasaan-perasaan pegawai tentang kewajiban yang harus ia berikan kepada organisasi.
3. Komponen continuance berarti komponen berdasarkan persepsi pegawai tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi
Meyer dan Allen berpendapat bahwa setiap komponen memiliki dasar yang berbeda. Pegawai dengan komponen afektif tinggi, masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. 
Sementara itu pegawai dengan komponen continuance tinggi, tetap bergabung dengan organisasi tersebut karena mereka membutuhkan organisasi. 
Pegawai yang memiliki komponen normatif yang tinggi, tetap menjadi anggota organisasi karena mereka harus melakukannya.

Setiap pegawai memiliki dasar dan tingkah laku yang berbeda berdasarkan komitmen organisasi yang dimilikinya. 
Pegawai yang memiliki komitmen organisasi dengan dasar afektif memiliki tingkah laku berbeda dengan pegawai yang berdasarkan continuance.
 Pegawai yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk menggunakan usaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. 
Sebaliknya, mereka yang terpaksa menjadi anggota akan menghindari kerugian finansial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidak maksimal. 
Sementara itu, komponen normatif yang berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki pegawai. 
Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban pada pegawai untuk memberi balasan atas apa yang telah diterimanya dari organisasi.


2.Jenis komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers

Komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers lebih dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki 

 Sikap mencakup:

1. Identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, dimana penerimaan ini merupakan dasar komitmen organisasi. Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi. 
2. Keterlibatan sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dna tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. 
Kehangatan, afeksi dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai. Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.


Sedangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah:
1. Kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampak melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Pegawai dengan komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi. 
2. Keinginan tetap berada dalam organisasi. Pada pegawai yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam waktu lama

Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat sungguh-sungguh dalam pegawaian dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap organisasi. Selain itu tampil tingkah laku berusaha kearah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama.

pustaka :

• Drs. H. Zainuddin Sri Kuntcoro, MPsi, Komitmen Organisasi

• E.psikologi.com.2000


Thursday, April 23, 2009

MUTIARA KATA


o AMBILLAH WAKTU UNTUK BERFIKIR , ITU ADALAH SUMBER KEKUATAN 
AMBILLAH WAKTU UNTUK BERMAIN , ITU ADALAH RAHASIA MASA MUDA YANG ABADI . 
AMBILLAH WAKTU UNTUK BERDOA , ITU ADALAH SUMBER KETENANGAN .
AMBILLAH WAKTU UNTUK BELAJAR , ITU ADALAH SUMBER KEBIJAKSANAAN . 

o KASIHILAH ORANG YANG ENGKAU KASIHI SEKADARNYA, MUNGKIN DIA AKAN MENJADI ORANG YANG ENGKAU BENCI SUATU HARI NANTI . BENCILAH ORANG YANG ENGKAU BENCI SEKADARNYA , MUNGKIN DIA AKAN MENJADI KESAYANGANMU PADA SUATU HARI NANTI . 

o KITA SENTIASA MEMPERTAHANKAN APA YANG KITA TAHU SEDANGKAN KITA SEPATUTNYA TAHU BAHAWA TAK SEMUA YANG KITA TAHU ADALAH BENAR .


o KEPUASAN TERLETAK PADA USAHA , BUKAN PENCAPAIAN . 

o SEBANYAK MANA USAHA YANG KITA TABURKAN , SEBANYAK ITULAH GANJARAN ATAU HASIL YANG KITA PEROLEHI . 


Sunday, April 19, 2009

Proses Kelahiran

Sahabat....pergilah...


SEBAIK – BAIK SAHABAT ITU IALAH ORANG YANG TIDAK PERNAH BERUBAH KEBAIKANNYA , MESKIPUN ZAMAN TERUS BERUBAH .

Jika sahabat itu beban...maka biarkan ku menghilang

jika sahabat itu kesalahan biarkan ku meminta maaf

jika  sahabat itu hutang biarkan ku melunasinya

jika  sahabat itu anugerah biarkan ku mengenalmu selamanya.

dan  kini.......ku  menghilang darimu, ku tak ingin mengenalmu selamanya....ku anggap lunas semua hutang yang ada..............ku biarkan kesalahanmu..ku tak peduli lagi tentangmu.....tak ada lagi sahabat.....sepertimu yang ternyata syaitan berwujud manusia dan berperilaku binatang...

Dan ku tersadar Yaa Allah, terimalah amal-amalku, terimalah puasaku, sholatku dan ibadah-ibadahku. Yaa Allah, aku telah berusaha mencontoh nabi-Mu, mengikuti jejak-jejak rasul-Mu, mengikuti sunnah-sunnahnya. Yaa Allah, kalau amal-amalku ada yang jelek Yaa Allah, maka ampunilah aku. Yaa Allah yang Maha Pema’af, maafkanlah aku dan lindungilah aku dari kejelekan amal-amalku, lindungilah diriku dari kejahatan jiwa. Yaa Rabbi, lindungilah aku dari hatiku yang selalu mengajak kepada kejelekan. Lindungilah diriku yang terkadang tanpa pikir panjang mengikuti kata hatiku yang salah. Yaa Allah, sungguh Engkau Al Ghafuur, Ar Rahmaan dan Ar Rahiim. Ampunilah aku, Rahmatilah aku, dan sayangilah aku.

Yaa Allah, yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku ke dalam jalan agama ini. Dan jangan kau balikkan hatiku kepada kesesatan. Yaa Allah, lindungilah aku Ya Allah dari godaan syetan yang terkutuk.

Telah Engkau belenggu mereka di bulan ini, namun mereka akan Engkau lepas lagi setelah ini. Sesungguhnya tak kudapat melihat mereka, namun Engkau maha Melihat, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikannya, dari tiupan-tiupannya dan dari segala tipu muslihatnya melalui "sahabatku...". Kini  aku telah berani bersikap tegas pergi menghindari syaitan yang berwujud "sahabatku yang sesat yang mengaku dan mengagungkan KTP Islamnya dan darah lebih mukmin sejak lahir". Oh...aku bersyukur Ya Allah.. Engkau secepat ini memberiku hidayah.., rahmat dan mengangkat derajat dan martabatku juga anak-anakku dengan keluarga baru yang islami mawadah warohmah.

Aku bersimpuh kepada-Mu Yaa Rabb, mungkin ini adalah sujudku yang terakhir, mungkin hari ini adalah hari-hariku yang terakhir, mungkin besok aku akan dimasukkan ke liang lahat, mungkin besok aku akan ditanyai oleh Malaikat penjaga alam kubur. Mungkin besok aku akan diperlihatkan apa yang akan aku dapatkan di akhirat nanti. Mungkin besok aku tidak bisa lagi mendengar adzan, mungkin besok aku tidak bisa lagi melihat apapun selain wajah malaikat maut.

Yaa Allah, ampunilah aku, terimalah amal-amalku, dan jadikanlah aku golongan orang-orang yang bertaqwa.

Friday, April 17, 2009

analisis jabatan- materi MMSDM (mhsw ku S2)

Manajemen kepegawaian dan sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. 
  Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar. 
  Perkembangan usaha dan organisasi perusahaan sangatlah bergantung pada produktivitas tenaga kerja yang ada di perusahaan. Dengan pengaturan manajemen sumber daya manusia secara profesional, diharapkan pegawai bekerja secara produktif. Pengelolaan pegawai secara profesional ini harus dimulai sejak perekrutan pegawai, penyeleksian, pengklasifikasian, penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan, penataran, dan pengembangan kariernya. 
  Dalam suatu perusahaan, masalah tersebut sudah menjadi hal yang umum. Tidaklah wajar jika banyak pegawai yang sebenarnya secara potensi berkemampuan tinggi tetapi tidak mampu berprestasi dalam kerja. Hal ini dimungkinkan karena kondisi psikologis dari jabatan yang tidak cocok, atau mungkin pula karena lingkungan tempat kerja yang tidak membawa rasa aman dan betah bagi dirinya. Sejenak kita berpikir alangkah rugi negara jika banyak perusahaan yang mempunyai tenaga kerja berpotensi tinggi tetapi tidak mampu bekerja secara produktif. Oleh karena itu, tidak dapat disangkal lagi bahwa faktor manusia merupakan modal utama yang perlu diperhatikan oleh pengusaha dan pemimpin perusahaan. Manusia memang berjiwa kompleks dan sangat pelik untuk dipahami karena sangat berbeda dengan mesin dan peralatan kerja lainnya. Kemelut yang berhubungan dengan mesin dengan mudah dapat diperbaiki, tetapi kemelut yang berhubungan dengan pegawai dituntut keadilan untuk mengatasinya. 

silahkan download

BIAYA MUTU (cost of quality) - materi mahasiswaku S2

Biaya mutu mencakup aspek
1. Biaya terhadap keseuaian standar mutu (cost of conformance) 
 Biaya pencegahan (untuk mencegah adanya keluhan/ketidakpuasan). Biaya ini meliputi kegiatan pelatihan, program kesadaran mutu, perencanaan dan pembentukan gugus kendali mutu. Biaya menjaga mutu berbasis pencegahan (quality assurance) 
 Biaya penilaian ialah biaya untuk menentukan adanya penyimpangan dari stándar, yang meliputi kegiatan inspeksi, supervisi, audit. mutu, verifikasi, survei dst

silahkan download

Monday, April 13, 2009

YAKINKAN DIRI DENGAN ISLAM SEJATI

 Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, NT=Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics          Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics          Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics          Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

Overlapping Text

MESTI SENDIRI.....Saya Mestilah Muslim Di Sudut Akidah

MESTI SENDIRI.....Saya Mestilah Muslim Di Sudut Ibadah

 Saya Mestilah Muslim Dari Sudut Aqidah

 Saya Mestilah Bersifat Seorang Muslim Terhadap Keluarga Saya

 Saya Mestilah Dapat Menguasai Diri

 Saya Wajib Meyakini Bahawa Masa Depan Adalah Untuk Islam

 Saya Mesti Hidup Untuk Islam

 Saya Mesti Meyakini Bahawa Beramal Untuk Islam Adalah Wajib

 Peranan, Ciri-ciri dan Persediaan Harakah Islamiah

 Saya Mestilah Memahami Cara-cara Beramal Dalam Islam

 Saya Mesti Memahami Sejauh Manakah

 Saya Mesti Memahami Tentang Pemusatan Amal Islami

 Saya Mesti Memahami Syarat-syarat Baiah dan Keanggotaan

Sunday, April 12, 2009

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

Untuk mempermudah melakukan komunikasi agar proses pembelajaran menghasilkan output yang diharapkan, dalam hal ini saya mencoba membantu memberikan beberapa kesimpulan dari model-model pembelajaran agar sebagai guru pemula yang sedikit pemalu dan "bisu", model-model pembelajaran ini akan banyak membantu anda sedikit bicara tetapi banyak hasil dan kreatifitas. Semoga manfaat.

silahkan download....

Friday, April 10, 2009

Sentuhan Kalbu - 2

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Daddy, I love you
For all that you do.
I'll kiss you and hug you
'Cause you love me, too.

You feed me and need me
To teach you to play,
So smile 'cause I love you
On this Father's Day.

Myspace Fathers Day Graphics Quotes

Click Here

ALLAHtelah berfirman dalam Surat Al-Munafiqun ayat 11 yang artinya: " Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya."

Nabi Muhammad bersabda : " Sesungguhnya kubur adalah permulaan dari tempat-tempat akhirat. Kalau pemiliknya selamat darInya, maka apa yang ada sesudah itu lebih mudah baginya. Kalau pemiliknya tidak selamat darinya, maka apa yang ada sesudahnya adalah akan lebih berat lagi".

Mari kita renungkan manakala kematian telah ada di hadapan kita. Seorang anak yang baru saja ditinggal mati ayahnya menagis sedih diantara makam ayahnya dengan terisak.. terdengar lirihannya :

Wahai ayahku... engkau telah kukafani dengan sebungkus kafan, tetapi masihkah engkau mengenakan kafan itu besok?. Aku telah meletakkan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkah engkau atau sudah mulai digerogoti cacing?

Wahai ayahku...orang-orang alim mengatakan , bahwa semua hamba besok akan ditanya tentang imannya. Diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada yang cuma membisu. Adakah ayah nanti bisa menjawab atau hanya membisu?

Ayahku...orang alim berkata...bahwa kuburan itu bisa dibuat luas dan sempit. Bagaimanakah kuburan ayah, bertambah luaskah atau bertambah menyempit?

Ayahku....bagaimanakah dengan kain kafan mu? berganti kain kafan dari surga atau dari neraka yang kau gunakan?

Ayahku...yang kupikirkan bagaimanakah kuburan ayah sekarang? berhias taman surgakah atau hanya sebesar lubang neraka?

Ayahku...bagaimanakah keadaan tubuh ayah, pelukan manakah yang kau rasakan? kehangatan seorang ibu atau pelukan yang meremukkan tulangmu?

Ayahku...orang alim berkata, orang yang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dahulu semasa hidupnya tidak memperbanyak amalan bagus, tetapi malahan mengumbar nafsu dan maksiat. Yang kutanyakan pada ayah, apakah ayah termasuk yang menyesal karena perbuatan maksiat, ataukah yang menyesal karena sedikit melakukan amal kebaikan?

Ayahklu...dahulu setiap aku memanggilmu tentu engkau menjawab, tetapi kini engkau kupanggil - panggil tak lagi menjawabku. Engkau kini telah berpisah denganku dan tak bersua lagi sampai hari kiamat, semoga ALLAH tidak menghalangi perjumpaanku denganmu.



Saudaraku...seandainya pertanyaan-pertanyaan diatas yang mengajukan adalah anak-anak kita cintai, bagaimanakah perasaan kita? mampukah kita menjawabnya? Renungkanlah!!

Semoga membawa manfaat. Billahi taufiq walhidahayah, wassallamu'allaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Sumber :Buku "Sentuhan Kalbu melalui kultum", oleh Ir. Permadi Alibasyah, th.2000, Penerbit Yayasan Mutiara Tauhid, Jakarta.

SENTUHAN KALBU-1

free glitter text and family website at FamilyLobby.com 

Banyak orang yang mempelajari Al-Quran, tetapi hanmya sedikit sekali yang mampu menjadikannya sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk membentuk kepribadian yang indah. Meski sekalipun telah berhaji berulang kali dan berKTP Islam sejak lahir.
Fakta ini tentunya menggugah hati kita untuk bertanya kenapa terjadi hal yang demikian.Kesimpulannya karena Al-Quran tidak dapat menembus jiwa sanubarinya. Mereka hanya mampu menghafalkan dan menancapkan Al-Quran hanya sebatas otaknya.


Click Here Click Here


Perhatikan salah satu ayat dari surat Al-Baqarah ayat yang ke 2: "Kitab (Al Quran ) ini tidak ada keraguan padanya: petunjuk bagi orang yang bertakwa". Inilah kata kuncinya, artinya, hanya orang yang bertakwalah yang menjadikan Al-Quran itu sebagai pedoman hidup dan ibarat cahaya bagi kehidupannya.
Bagi "SI BUTA" cahaya hanya sesuatu yang mewarnai indahnya kehidupan tanpa tahu memanfatkan cahaya itu. Al-QURAN hanya dirasakan manfaatnya oleh mereka yang tidak buta hatinya dan bertakwa.Perhatikan surat Asy Syams ayat 9 - 10 : " Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."
Saudara terkasih, hendaklah kita bersabar berhadapan dengan manusia yang mengaku "BERMATA TAPI TIDAK MELIHAT", yang sesungguhnya ini sebuah bahaya besar. Surat Al Muthaffifin ayat 14:"apa yang telah mereka kerjakan itu menjadi karat bagi hati mereka." Al-Quran tidak bermanfaat bagi jiwa yang kotor, sebagaimana halnya cahaya yang tidak manfaat bagi si buta. Mudah-mudahan sentuhan kalbu ini dapat menahan langkah kita setiap akan melakukan dosa.
Billahi taufiq walhidayah, wassalamu'allaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Thursday, April 9, 2009

MENGELOLA KELAS

Tujuan :
Membangun suasana kelas yang kondusif bagi berlangsungnya proses pembelajaran, sehingga dapat dicapai hasil belajar yang sebaik-baiknya

MySpace Graphics

SILAHKAN DOWNLOAD.......

Tuesday, April 7, 2009

KOMUNIKASI DALAM METODE MENGAJAR


Metode MENGAJAR meliputi :
Metode Ceramah
Metode Tanya Jawab
Metode Diskusi
Metode Belajar Kelompok
Metode Demontrasi dan Eksperimen

Sejauh mana efektifitas proses komunikasi yang diterapkan dibutuhkan ketrampilan seorang dosen/guru melakukannya.Dalam proses tersebut ketrampilan penguasaan kelas, penguasaan materi dan kemampuan personal touch deepthlyterhadap anak didiknya sangat menentukan hasil dan feedback yang sesuai dengan SAP dan Silabus.

lebih lanjut....