SEMOGA MEMBAWA MANFAAT

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

 

love life dividers pink divider roses comments

 

Flames Pictures Fire Pictures Lamps clipart blogger myspace hi5 templates banners

free animated website at tripod.com



Sunday, April 26, 2009

Komitmen Organisasi - untuk mahasiswaku S2






Komitmen Organisasi

Dalam dunia kerja, komitmen seseorang terhadap organisasi/perusahaan seringkali menjadi isu yang sangat penting. Oleh karena itu, sampai-sampai beberapa organisasi berani memasukkan unsur komitmen sebagai salah satu syarat untuk memegang suatu jabatan/posisi yang ditawarkan dalam iklan-iklan lowongan pekerjaan. Sayangnya meskipun hal ini sudah sangat umum namun tidak jarang pengusaha maupun pegawai masih belum memahami arti komitmen secara sungguh-sungguh. Padahal pemahaman tersebut sangatlah penting agar tercipta kondisi kerja yang kondusif sehingga perusahaan dapat berjalan secara efisien dan efektif. 
Individu yang kurang sepakat dengan sasaran atau target organisasi merupakan sikap negatif dan bisa berakibat kerugian(Mitchell, 1985)

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi tidak loyal terhadap satu perusahaan, diantaranya tertarik dengan jabatan yang ditawarkan perusahaan lain, gaji yang lebih tinggi, bermasalah dengan teman sekantor, dan mungkin ingin mencari pengalaman.
Pindahnya karyawan ke tempat lain ini akan mempengaruhi sistem yang ada di dalam perusahaan yang akhirnya berakibat pada penurunan produktifitas dan kualitas, oleh sebab itu sebuah organisasi atau perusahaan harus pandai-pandai membuat anggotanya betah untuk bertahan dan memegang komitmen.  


PENGERTIAN

Porter (Mowday, dkk, 1982:27) mendefinisikan komitment organisasi sebagai:
kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya kedalam bagian organisasi.

Menurut Gibson, dkk, 1985: Komitmen adalah keadaan yang melibatkan identifikasi dan loyalitas yang diwujudkan perusahaan tempat individu bekerja.
Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal, yaitu
1. Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi. 
2. Kesiapan dan kesedian untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi.
3. Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi).

Sedangkan Richard M. Steers (1985 : 50) mendefinisikan komitmen organisasi sebagai:
Rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seorang pegawai terhadap organisasinya. 


Steers berpendapat bahwa komitmen organisasi merupakan kondisi dimana pegawai sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya. Komitmen terhadap organisasi artinya lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan. Berdasarkan definisi ini, dalam komitmen organisasi tercakup unsur loyalitas terhadap organisasi, keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi


Secara singkat pada intinya beberapa definisi komitmen organisasi dari beberapa ahli diatas mempunyai penekanan yang hampir sama yaitu:
 proses pada individu (pegawai) dalam mengidentifikasikan dirinya dengan nilai-nilai, aturan-aturan, dan tujuan organisasi.
 Disamping itu, komitmen organisasi mengandung pengertian sebagai: sesuatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif terhadap organisasi, dengan kata lain komitmen organisasi menyiratkan hubungan pegawai dengan perusahaan atau organisasi secara aktif. Karena pegawai yang menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan untuk memberikan tenaga dan tanggung jawab yang lebih dalam menyokong kesejahteraan dan keberhasilan organisasi tempatnya bekerja.
Jenis Komitmen

Komitment organisasi dapat dibedakan menjadi 2 bagian:

1. jenis komitmen menurut Allen dan meyer

Allen dan Meyer (dalam Dunham, dkk 1994: 370 ) membedakan komitmen organisasi atas tiga komponen, yaitu : afektif, normatif dan continuance
1. Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan pegawai di dalam suatu organisasi.
2. Komponen normatif merupakan perasaan-perasaan pegawai tentang kewajiban yang harus ia berikan kepada organisasi.
3. Komponen continuance berarti komponen berdasarkan persepsi pegawai tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi
Meyer dan Allen berpendapat bahwa setiap komponen memiliki dasar yang berbeda. Pegawai dengan komponen afektif tinggi, masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. 
Sementara itu pegawai dengan komponen continuance tinggi, tetap bergabung dengan organisasi tersebut karena mereka membutuhkan organisasi. 
Pegawai yang memiliki komponen normatif yang tinggi, tetap menjadi anggota organisasi karena mereka harus melakukannya.

Setiap pegawai memiliki dasar dan tingkah laku yang berbeda berdasarkan komitmen organisasi yang dimilikinya. 
Pegawai yang memiliki komitmen organisasi dengan dasar afektif memiliki tingkah laku berbeda dengan pegawai yang berdasarkan continuance.
 Pegawai yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk menggunakan usaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. 
Sebaliknya, mereka yang terpaksa menjadi anggota akan menghindari kerugian finansial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidak maksimal. 
Sementara itu, komponen normatif yang berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki pegawai. 
Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban pada pegawai untuk memberi balasan atas apa yang telah diterimanya dari organisasi.



2.Jenis komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers

Komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers lebih dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki 

 Sikap mencakup:

1. Identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, dimana penerimaan ini merupakan dasar komitmen organisasi. Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi. 
2. Keterlibatan sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dna tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. 
Kehangatan, afeksi dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai. Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.

Sedangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah:
1. Kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampak melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Pegawai dengan komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi. 
2. Keinginan tetap berada dalam organisasi. Pada pegawai yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam waktu lama

Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat sungguh-sungguh dalam pegawaian dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap organisasi. Selain itu tampil tingkah laku berusaha kearah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama.


Komitment organisasi dapat dibedakan menjadi 2 bagian:

1. jenis komitmen menurut Allen dan meyer

Allen dan Meyer (dalam Dunham, dkk 1994: 370 ) membedakan komitmen organisasi atas tiga komponen, yaitu : afektif, normatif dan continuance
1. Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan pegawai di dalam suatu organisasi.
2. Komponen normatif merupakan perasaan-perasaan pegawai tentang kewajiban yang harus ia berikan kepada organisasi.
3. Komponen continuance berarti komponen berdasarkan persepsi pegawai tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi
Meyer dan Allen berpendapat bahwa setiap komponen memiliki dasar yang berbeda. Pegawai dengan komponen afektif tinggi, masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. 
Sementara itu pegawai dengan komponen continuance tinggi, tetap bergabung dengan organisasi tersebut karena mereka membutuhkan organisasi. 
Pegawai yang memiliki komponen normatif yang tinggi, tetap menjadi anggota organisasi karena mereka harus melakukannya.

Setiap pegawai memiliki dasar dan tingkah laku yang berbeda berdasarkan komitmen organisasi yang dimilikinya. 
Pegawai yang memiliki komitmen organisasi dengan dasar afektif memiliki tingkah laku berbeda dengan pegawai yang berdasarkan continuance.
 Pegawai yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk menggunakan usaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. 
Sebaliknya, mereka yang terpaksa menjadi anggota akan menghindari kerugian finansial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidak maksimal. 
Sementara itu, komponen normatif yang berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki pegawai. 
Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban pada pegawai untuk memberi balasan atas apa yang telah diterimanya dari organisasi.


2.Jenis komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers

Komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers lebih dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki 

 Sikap mencakup:

1. Identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, dimana penerimaan ini merupakan dasar komitmen organisasi. Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi. 
2. Keterlibatan sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dna tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. 
Kehangatan, afeksi dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai. Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.


Sedangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah:
1. Kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampak melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Pegawai dengan komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi. 
2. Keinginan tetap berada dalam organisasi. Pada pegawai yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam waktu lama

Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat sungguh-sungguh dalam pegawaian dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap organisasi. Selain itu tampil tingkah laku berusaha kearah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama.

pustaka :

• Drs. H. Zainuddin Sri Kuntcoro, MPsi, Komitmen Organisasi

• E.psikologi.com.2000


Thursday, April 23, 2009

MUTIARA KATA


o AMBILLAH WAKTU UNTUK BERFIKIR , ITU ADALAH SUMBER KEKUATAN 
AMBILLAH WAKTU UNTUK BERMAIN , ITU ADALAH RAHASIA MASA MUDA YANG ABADI . 
AMBILLAH WAKTU UNTUK BERDOA , ITU ADALAH SUMBER KETENANGAN .
AMBILLAH WAKTU UNTUK BELAJAR , ITU ADALAH SUMBER KEBIJAKSANAAN . 

o KASIHILAH ORANG YANG ENGKAU KASIHI SEKADARNYA, MUNGKIN DIA AKAN MENJADI ORANG YANG ENGKAU BENCI SUATU HARI NANTI . BENCILAH ORANG YANG ENGKAU BENCI SEKADARNYA , MUNGKIN DIA AKAN MENJADI KESAYANGANMU PADA SUATU HARI NANTI . 

o KITA SENTIASA MEMPERTAHANKAN APA YANG KITA TAHU SEDANGKAN KITA SEPATUTNYA TAHU BAHAWA TAK SEMUA YANG KITA TAHU ADALAH BENAR .


o KEPUASAN TERLETAK PADA USAHA , BUKAN PENCAPAIAN . 

o SEBANYAK MANA USAHA YANG KITA TABURKAN , SEBANYAK ITULAH GANJARAN ATAU HASIL YANG KITA PEROLEHI . 


Sunday, April 19, 2009

Proses Kelahiran

Sahabat....pergilah...


SEBAIK – BAIK SAHABAT ITU IALAH ORANG YANG TIDAK PERNAH BERUBAH KEBAIKANNYA , MESKIPUN ZAMAN TERUS BERUBAH .

Jika sahabat itu beban...maka biarkan ku menghilang

jika sahabat itu kesalahan biarkan ku meminta maaf

jika  sahabat itu hutang biarkan ku melunasinya

jika  sahabat itu anugerah biarkan ku mengenalmu selamanya.

dan  kini.......ku  menghilang darimu, ku tak ingin mengenalmu selamanya....ku anggap lunas semua hutang yang ada..............ku biarkan kesalahanmu..ku tak peduli lagi tentangmu.....tak ada lagi sahabat.....sepertimu yang ternyata syaitan berwujud manusia dan berperilaku binatang...

Dan ku tersadar Yaa Allah, terimalah amal-amalku, terimalah puasaku, sholatku dan ibadah-ibadahku. Yaa Allah, aku telah berusaha mencontoh nabi-Mu, mengikuti jejak-jejak rasul-Mu, mengikuti sunnah-sunnahnya. Yaa Allah, kalau amal-amalku ada yang jelek Yaa Allah, maka ampunilah aku. Yaa Allah yang Maha Pema’af, maafkanlah aku dan lindungilah aku dari kejelekan amal-amalku, lindungilah diriku dari kejahatan jiwa. Yaa Rabbi, lindungilah aku dari hatiku yang selalu mengajak kepada kejelekan. Lindungilah diriku yang terkadang tanpa pikir panjang mengikuti kata hatiku yang salah. Yaa Allah, sungguh Engkau Al Ghafuur, Ar Rahmaan dan Ar Rahiim. Ampunilah aku, Rahmatilah aku, dan sayangilah aku.

Yaa Allah, yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku ke dalam jalan agama ini. Dan jangan kau balikkan hatiku kepada kesesatan. Yaa Allah, lindungilah aku Ya Allah dari godaan syetan yang terkutuk.

Telah Engkau belenggu mereka di bulan ini, namun mereka akan Engkau lepas lagi setelah ini. Sesungguhnya tak kudapat melihat mereka, namun Engkau maha Melihat, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikannya, dari tiupan-tiupannya dan dari segala tipu muslihatnya melalui "sahabatku...". Kini  aku telah berani bersikap tegas pergi menghindari syaitan yang berwujud "sahabatku yang sesat yang mengaku dan mengagungkan KTP Islamnya dan darah lebih mukmin sejak lahir". Oh...aku bersyukur Ya Allah.. Engkau secepat ini memberiku hidayah.., rahmat dan mengangkat derajat dan martabatku juga anak-anakku dengan keluarga baru yang islami mawadah warohmah.

Aku bersimpuh kepada-Mu Yaa Rabb, mungkin ini adalah sujudku yang terakhir, mungkin hari ini adalah hari-hariku yang terakhir, mungkin besok aku akan dimasukkan ke liang lahat, mungkin besok aku akan ditanyai oleh Malaikat penjaga alam kubur. Mungkin besok aku akan diperlihatkan apa yang akan aku dapatkan di akhirat nanti. Mungkin besok aku tidak bisa lagi mendengar adzan, mungkin besok aku tidak bisa lagi melihat apapun selain wajah malaikat maut.

Yaa Allah, ampunilah aku, terimalah amal-amalku, dan jadikanlah aku golongan orang-orang yang bertaqwa.

Friday, April 17, 2009

analisis jabatan- materi MMSDM (mhsw ku S2)

Manajemen kepegawaian dan sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. 
  Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar. 
  Perkembangan usaha dan organisasi perusahaan sangatlah bergantung pada produktivitas tenaga kerja yang ada di perusahaan. Dengan pengaturan manajemen sumber daya manusia secara profesional, diharapkan pegawai bekerja secara produktif. Pengelolaan pegawai secara profesional ini harus dimulai sejak perekrutan pegawai, penyeleksian, pengklasifikasian, penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan, penataran, dan pengembangan kariernya. 
  Dalam suatu perusahaan, masalah tersebut sudah menjadi hal yang umum. Tidaklah wajar jika banyak pegawai yang sebenarnya secara potensi berkemampuan tinggi tetapi tidak mampu berprestasi dalam kerja. Hal ini dimungkinkan karena kondisi psikologis dari jabatan yang tidak cocok, atau mungkin pula karena lingkungan tempat kerja yang tidak membawa rasa aman dan betah bagi dirinya. Sejenak kita berpikir alangkah rugi negara jika banyak perusahaan yang mempunyai tenaga kerja berpotensi tinggi tetapi tidak mampu bekerja secara produktif. Oleh karena itu, tidak dapat disangkal lagi bahwa faktor manusia merupakan modal utama yang perlu diperhatikan oleh pengusaha dan pemimpin perusahaan. Manusia memang berjiwa kompleks dan sangat pelik untuk dipahami karena sangat berbeda dengan mesin dan peralatan kerja lainnya. Kemelut yang berhubungan dengan mesin dengan mudah dapat diperbaiki, tetapi kemelut yang berhubungan dengan pegawai dituntut keadilan untuk mengatasinya. 

silahkan download

BIAYA MUTU (cost of quality) - materi mahasiswaku S2

Biaya mutu mencakup aspek
1. Biaya terhadap keseuaian standar mutu (cost of conformance) 
 Biaya pencegahan (untuk mencegah adanya keluhan/ketidakpuasan). Biaya ini meliputi kegiatan pelatihan, program kesadaran mutu, perencanaan dan pembentukan gugus kendali mutu. Biaya menjaga mutu berbasis pencegahan (quality assurance) 
 Biaya penilaian ialah biaya untuk menentukan adanya penyimpangan dari stándar, yang meliputi kegiatan inspeksi, supervisi, audit. mutu, verifikasi, survei dst

silahkan download

Monday, April 13, 2009

YAKINKAN DIRI DENGAN ISLAM SEJATI

 Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, NT=Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics          Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics          Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics          Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

Overlapping Text

MESTI SENDIRI.....Saya Mestilah Muslim Di Sudut Akidah

MESTI SENDIRI.....Saya Mestilah Muslim Di Sudut Ibadah

 Saya Mestilah Muslim Dari Sudut Aqidah

 Saya Mestilah Bersifat Seorang Muslim Terhadap Keluarga Saya

 Saya Mestilah Dapat Menguasai Diri

 Saya Wajib Meyakini Bahawa Masa Depan Adalah Untuk Islam

 Saya Mesti Hidup Untuk Islam

 Saya Mesti Meyakini Bahawa Beramal Untuk Islam Adalah Wajib

 Peranan, Ciri-ciri dan Persediaan Harakah Islamiah

 Saya Mestilah Memahami Cara-cara Beramal Dalam Islam

 Saya Mesti Memahami Sejauh Manakah

 Saya Mesti Memahami Tentang Pemusatan Amal Islami

 Saya Mesti Memahami Syarat-syarat Baiah dan Keanggotaan

Sunday, April 12, 2009

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

Untuk mempermudah melakukan komunikasi agar proses pembelajaran menghasilkan output yang diharapkan, dalam hal ini saya mencoba membantu memberikan beberapa kesimpulan dari model-model pembelajaran agar sebagai guru pemula yang sedikit pemalu dan "bisu", model-model pembelajaran ini akan banyak membantu anda sedikit bicara tetapi banyak hasil dan kreatifitas. Semoga manfaat.

silahkan download....

Friday, April 10, 2009

Sentuhan Kalbu - 2

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Daddy, I love you
For all that you do.
I'll kiss you and hug you
'Cause you love me, too.

You feed me and need me
To teach you to play,
So smile 'cause I love you
On this Father's Day.

Myspace Fathers Day Graphics Quotes

Click Here

ALLAHtelah berfirman dalam Surat Al-Munafiqun ayat 11 yang artinya: " Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya."

Nabi Muhammad bersabda : " Sesungguhnya kubur adalah permulaan dari tempat-tempat akhirat. Kalau pemiliknya selamat darInya, maka apa yang ada sesudah itu lebih mudah baginya. Kalau pemiliknya tidak selamat darinya, maka apa yang ada sesudahnya adalah akan lebih berat lagi".

Mari kita renungkan manakala kematian telah ada di hadapan kita. Seorang anak yang baru saja ditinggal mati ayahnya menagis sedih diantara makam ayahnya dengan terisak.. terdengar lirihannya :

Wahai ayahku... engkau telah kukafani dengan sebungkus kafan, tetapi masihkah engkau mengenakan kafan itu besok?. Aku telah meletakkan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkah engkau atau sudah mulai digerogoti cacing?

Wahai ayahku...orang-orang alim mengatakan , bahwa semua hamba besok akan ditanya tentang imannya. Diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada yang cuma membisu. Adakah ayah nanti bisa menjawab atau hanya membisu?

Ayahku...orang alim berkata...bahwa kuburan itu bisa dibuat luas dan sempit. Bagaimanakah kuburan ayah, bertambah luaskah atau bertambah menyempit?

Ayahku....bagaimanakah dengan kain kafan mu? berganti kain kafan dari surga atau dari neraka yang kau gunakan?

Ayahku...yang kupikirkan bagaimanakah kuburan ayah sekarang? berhias taman surgakah atau hanya sebesar lubang neraka?

Ayahku...bagaimanakah keadaan tubuh ayah, pelukan manakah yang kau rasakan? kehangatan seorang ibu atau pelukan yang meremukkan tulangmu?

Ayahku...orang alim berkata, orang yang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dahulu semasa hidupnya tidak memperbanyak amalan bagus, tetapi malahan mengumbar nafsu dan maksiat. Yang kutanyakan pada ayah, apakah ayah termasuk yang menyesal karena perbuatan maksiat, ataukah yang menyesal karena sedikit melakukan amal kebaikan?

Ayahklu...dahulu setiap aku memanggilmu tentu engkau menjawab, tetapi kini engkau kupanggil - panggil tak lagi menjawabku. Engkau kini telah berpisah denganku dan tak bersua lagi sampai hari kiamat, semoga ALLAH tidak menghalangi perjumpaanku denganmu.



Saudaraku...seandainya pertanyaan-pertanyaan diatas yang mengajukan adalah anak-anak kita cintai, bagaimanakah perasaan kita? mampukah kita menjawabnya? Renungkanlah!!

Semoga membawa manfaat. Billahi taufiq walhidahayah, wassallamu'allaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Sumber :Buku "Sentuhan Kalbu melalui kultum", oleh Ir. Permadi Alibasyah, th.2000, Penerbit Yayasan Mutiara Tauhid, Jakarta.

SENTUHAN KALBU-1

free glitter text and family website at FamilyLobby.com 

Banyak orang yang mempelajari Al-Quran, tetapi hanmya sedikit sekali yang mampu menjadikannya sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk membentuk kepribadian yang indah. Meski sekalipun telah berhaji berulang kali dan berKTP Islam sejak lahir.
Fakta ini tentunya menggugah hati kita untuk bertanya kenapa terjadi hal yang demikian.Kesimpulannya karena Al-Quran tidak dapat menembus jiwa sanubarinya. Mereka hanya mampu menghafalkan dan menancapkan Al-Quran hanya sebatas otaknya.


Click Here Click Here


Perhatikan salah satu ayat dari surat Al-Baqarah ayat yang ke 2: "Kitab (Al Quran ) ini tidak ada keraguan padanya: petunjuk bagi orang yang bertakwa". Inilah kata kuncinya, artinya, hanya orang yang bertakwalah yang menjadikan Al-Quran itu sebagai pedoman hidup dan ibarat cahaya bagi kehidupannya.
Bagi "SI BUTA" cahaya hanya sesuatu yang mewarnai indahnya kehidupan tanpa tahu memanfatkan cahaya itu. Al-QURAN hanya dirasakan manfaatnya oleh mereka yang tidak buta hatinya dan bertakwa.Perhatikan surat Asy Syams ayat 9 - 10 : " Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."
Saudara terkasih, hendaklah kita bersabar berhadapan dengan manusia yang mengaku "BERMATA TAPI TIDAK MELIHAT", yang sesungguhnya ini sebuah bahaya besar. Surat Al Muthaffifin ayat 14:"apa yang telah mereka kerjakan itu menjadi karat bagi hati mereka." Al-Quran tidak bermanfaat bagi jiwa yang kotor, sebagaimana halnya cahaya yang tidak manfaat bagi si buta. Mudah-mudahan sentuhan kalbu ini dapat menahan langkah kita setiap akan melakukan dosa.
Billahi taufiq walhidayah, wassalamu'allaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Thursday, April 9, 2009

MENGELOLA KELAS

Tujuan :
Membangun suasana kelas yang kondusif bagi berlangsungnya proses pembelajaran, sehingga dapat dicapai hasil belajar yang sebaik-baiknya

MySpace Graphics

SILAHKAN DOWNLOAD.......

Tuesday, April 7, 2009

KOMUNIKASI DALAM METODE MENGAJAR


Metode MENGAJAR meliputi :
Metode Ceramah
Metode Tanya Jawab
Metode Diskusi
Metode Belajar Kelompok
Metode Demontrasi dan Eksperimen

Sejauh mana efektifitas proses komunikasi yang diterapkan dibutuhkan ketrampilan seorang dosen/guru melakukannya.Dalam proses tersebut ketrampilan penguasaan kelas, penguasaan materi dan kemampuan personal touch deepthlyterhadap anak didiknya sangat menentukan hasil dan feedback yang sesuai dengan SAP dan Silabus.

lebih lanjut....

Monday, April 6, 2009

ETIKA DAN MORAL BISNIS

Prinsip – Prinsip etika bisnis
 Prinsip otonomi
 Prinsip kejujuran
 Prinsip berbuat baik (positif) dan prinsip tidak berbuat jahat (negatif)
 Prinsip keadilan : adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban
 Prinsip hormat pada diri sendiriblank">Friends Forever Graphics Friends Forever Commentsblank">

LANJUTAN.....

KOMUNIKASI BISNIS

Etika bisnis adalah:

Kebiasaan, prinsip atau pandangan kegiatan usaha dg segala persoalannya dalam bidang bisnis untuk mencapai penghasilan atau suatu keuntungan.
Friendship Quotes Friends Sayings Friends Quotations Friends Comments Friendship Greetings Friendship Glitter Graphicsk">

DOWNLOAD DISINI

KOMUNIKASI MENGAJAR

Nature Comments Natural Comments Nature Graphics Life Quotes



Dalam proses belajar mengajar peran seorang dosen/guru bukanlah terletak pada saat ia mampu berbicara lisan untuk mentransfer dari seluruh teori yang dimiliki. Tetapi nilai dan komunikasi yang dalam dan penuh kesanlah yang akan mampu menjadikan proses belajar mengajar ini dirasakan manfaat dan keberadaannya oleh dosen/guru juga mahsiswa/murid.
Kompetensi Dasar :
Menerapkan keterampilan
Mengajar dalam kegiatan belajar mengajar

DOWNLOAD DISINI