SEMOGA MEMBAWA MANFAAT

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics     Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics

 

love life dividers pink divider roses comments

 

Flames Pictures Fire Pictures Lamps clipart blogger myspace hi5 templates banners

free animated website at tripod.com



Saturday, March 28, 2009

EFFECTIVE PUBLIC RELATIONS

Fungsi public relations adalah menciptakan dan memelihara citra positif dan saling

pengertian antara suatu perusahaan dengan seluruh khalayaknya, baik eksternal

maupun internal. Setiap perusahaan perlu memiliki fungsi ini, agar hubungan dengan publiknya bisa terjalin dengan baik, dan dapat mendukung kinerja perusahaan kearah yang lebih baik. Peserta training ini akan dibekali konsep dasar public relations hingga latihan/praktek melakukan publikasi humas. Setelah membaca ini,

diharapkan pembaca dapat menjalankan fungsi public relations di perusahaannya

dengan lebih baik.


Asal Mula Istilah

Pengertian :

1. Hubungan dengan masyarakat luas baik melalui publisitas khususnya fungsi-fungsi organisasi dan sebagainya terkait dengan usaha menciptakan opini publik dan citra yang menyenangkan untuk dirinya sendiri (Webster’s New World Dictionary)

2. Fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanan dan prosedur seorang individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik (Public Relations News)

3. Filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksaannya yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya, berusaha memperoleh saling pengertian dan itikad baik (Moore, 2004: 6).

Public Relations yang diterjemahkan menjadi hubungan masyarakat (humas) mempunyai dua pengertian. Pertama, humas dalam artian sebagai teknik komunikasi atau technique of communication dan kedua, humas sebagai metode komunikasi atau method of communication (Abdurrahman, 1993: 10). Konsep Public Relations sebenarnya berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut akan muncul perubahan yang berdampak (lihat Jefkins, 2004: 2).

Public Relations menyangkut suatu bentuk komunikasi yang berlaku untuk semua organisasi (non profit - komersial, publik- privat, pemerintah - swasta). Artinya Public Relations jauh lebih luas ketimbang pemasaran dan periklanan atau propaganda, dan telah lebih awal.

Dewasa ini, Public Relations harus berhadapan dengan fakta yang sebenarnya, terlepas dari apakah fakta itu buruk, baik, atau tanpa pengaruh yang jelas. Karena itu, staf Public Relations dituntut mampu menjadikan orang-orang lain memahami suatu pesan, demi menjaga reputasi atau citra lembaga yang diwakilinya.


Public Relations di Indonesia sendiri dimulai sejak tahun1950. Perkembangan hubungan masyarakat di Indonesia bergerak menyertai kondisi politik dan kenegaraan saat itu. Pada waktu itu pemerintah Indonesia menyadari perlunya rakyata Indonesia untuk mengetahui segala perkembangan yang terjadi sejak pengakuan kedaulatan Indonesia oleh kerajaan Belanda. Berawal dari pemikiran tersebut maka kegiatan kehumasan mulai dilembagakan dengan menyandang nama hubungan masyarakat karena kegiatan yang dilakukan lebih banyak untuk ke luar organisasi (Onong, 1991; 12)

Pentingnya memahami sejarah perkembangan Public Relations adalah untuk mengawali pemahaman terhadap perkembangan PR di Indonesia. Jika dilihat dari sejarahnya sebetulnya, PR di Indonesia dimulai sangat jauh dari yang sudah dilakukan oleh pemikir-pemikir di Eropa atau Amerika bahkan Australia. PR di Indonesia dimulai di tahun 1950 an dengan konsep yang berbeda dengan konsep yang dianut di negara lain. Berdasarkan pengamatan peneliti dan juga seperti yang diungkapkan oleh Elizabeth Goenawan Anantao dalam Public Relations In Asia an Anthology, Public Relations di Indonesia belum terlalu pesat perkembangannya (Ananto, 2004; 265)

Public Relations digunakan oleh pihak swasta di Indonesia pertama kali oleh PERTAMINA, sebuah perusahaan minyak. Public Relations di Indonesia memang sudah banyak digunakan baik itu di pihak pemerintah maupun swasta di berbagai sektor. Konsep Public Relations dipahami dan digunakan oleh pihak – pihak tersebut dengan berbagai macam pemahaman dan berbagai macam bentuk implementasinya.

Dari hari ke hari PR di Indonesia mulai berkembang seiring dengan perkembangan PR di dunia atau Asia. Menurut Rhenald Kasali dalam bukunya Manajemen PR disebutkan bahwa Public Relations digunakan untuk kepentingan usaha dalam bentuk seperti Olimpiade Korea Selatan, Glassnot Perestroika, Kasus Lemak Babi 1988,dll. Olimpiade yang diselenggarakan oleh tuan rumah Korea Selatan di tahun 1988 menggunakan salah satu jasa konsultan PR. Olimpiade adalah suatu event international yang waktu ini masih sangat greget dimana seluruh perhatian orang tertuju ke sana. Sebagai tuan rumah Korea Selatan ingin bangkit menunjukkan eksitensi dirinya yang memang salah satu keinginannya adalah membuka pasar di dunia untuk memasarakan produk – produknya.

Glasnost dan Perestroika merupakan kampanye PR dalam karya politik sebuah negara. Untuk mengubah negaranya, Michael Gorbachev melontarkan konsep ini untuk mengubah persepsi dunia tentang Uni Soviet dan membuka bangsanya bagi dunia luar.


Bahan Bacaan :
Abdurrachman, Oemi. 1993. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Citra Aditya Bakti
Effendy, Onong Uchjana. 1999. Hubungan Masyarakat. Suatu Study Komunikologis. Cetakan ke lima. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jefkins, Frank dan Daniel Yadin. 1996. Public Relations. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Kasali, Rhenald. 2005. Manajemen Public Relations. Jakarta: Grafiti
Moore, Frazier. 2004. Humas, Membangun Citra dengan Komunikasi. Bandung: Rosda.

Sumber dari : http://rumakom.wordpress.com/2007/10/05/sejarah-dan

Friday, March 27, 2009

MEMBINA HUBUNGAN DENGAN MANTAN SUAMI

Setelah melewati masa yang tersulit dalam perjalanan RUMAH TANGGA, ini adalah saatnya ANDA untuk menentukan sikap apakah si MANTAN yang kini telah berganti status sebagai mantan SUAMI akan menjadi sahabat baik atau dengan mudahnya ANDA  akan melupakan semua kenangan manis kalian dan dirinya dalam hidupmu.

Agar hal ini tidak menimbulkan permasalah kedepannya, maka kamu pun harus terlebih dahulu memikirkan matang-matang dan memastikan apakah hubungan kalian berdua dapat berlanjut dengan sebuah persahabatan atau tidak. Apabila kamu memutuskan untuk melanjutkan persahabatan kalian, mulailah dengan mengganggapnya sebagai sahabat sejati. Seperti yang dikutip dalam Askmen, untuk membina persahabatan dengan mantan kekasih bukan hal yang sulit, cukup yakinkan hatimu kamu bisa menjadikannya sebagai salah satu sahabat terbaikmu dengan langkah berikut:

Kamu sudah tidak punya perasaan dan tidak berharap lagi pada dirinya

Sebelum membina persahabatan dengan dirinya kamu pun harus membuang jauh-jauh perasaan dan harapan yang dulu pernah ada di hatimu tentang dirinya. Tekankan dalam hatimu dia sekarang kini telah menjadi salah satu di antara sahabat terbaik yang kamu miliki dan bukan kekasihmu/SUAMIMU lagi.

Hubungan kalian sudah dekat layaknya kakak-adik

Rasanya amat disayangkan apabila tali silaturahmi kalian berdua harus putus dengan berakhirnya kisah asmara kalian berdua. Kini setelah hubungan kalian berdua telah usai, tidak perlu canggung tetapi mulailah membuka pembicaraan dengan membahas topik ringan agar kalian berdua semakin rileks dengan hubungan yang sekarang ini.

Tidak cemburu saat dia membicarakan kekasih baru

Sikap tidak cemburu pada saat si dia membicarakan kekasih/suami/istri barunya merupakan salah satu bukti bawa kamu sudah tidak mencintai dan mengharapkannya lagi dan ini merupakan alasan yang kuat untuk membina hubungan persahabatan dengan dirinya. Agar hubungan persahabatan kalian lepas dari masalah, batasi kedekatan kalian, hal ini berfungsi untuk menghindari perasaan cinta muncul kembali dan menghindari terjadinya kesalahpahaman dengan pihak lain.

Siap membina hubungan dengan mantan kekasih/SUAMI/ISTRI?
JIKA ANDA TELAH MENIKAH KEMBALI, YANG HARUS DI UTAMAKAN ADALAH PERASAAN SUAMI DAN RUMAH TANGGA ANDA YANG BARU, tetapi juga dengarkan suara anak-anak.

Bijaklah menempatkan perasaan dan memprioritaskan ijin suami yang baru untuk membina silaturahmi.
 Bila perlu libatkan juga pasangan dalam membina silaturahmi itu.

Tapi ingat : Masa Lalu anda adalah milik anda yang tidak seorang pun boleh membatasi / melarang anda mengacak2 apa yang telah menjadi sejarah.

Jika sulit anda membinanya, APAPUN PENYEBABNYA: hanya ada pilihan TINGGALKAN MASA LALU TENTANG DIA/MANTAN SUAMI/ISTRI, TEGAK MELANGKAH DAN YAKINKAN KALI INI TIDAK BOLEH GAGAL MENUJU TUJUAN BESAR HIDUP ANDA YANG YAKIN LEBIH BAIK DAN MULIA BERSAMA HIDUP BARU. AGAR ANAK-ANAK, KELUARGA DAN SUAMI MERASA NYAMAN DAN BANGGA PADA KEBIJAKSANAAN SIKAP ANDA.
SELAMAT MENCOBA...!!


Wednesday, March 25, 2009

TAHAPAN MERIAS PENGANTIN JAWA

free glitter text and family website at FamilyLobby.com




1. Diagnosa wajah pengantin 

Setiap tindakan dalam merias wajah pasti didahului dengan mendiagnosa wajah seseorang yang akan dirias, termasuk di sini adalah pengantin. Tujuan dari diagnosa wajah adalah untuk mengetahui warnakulit, jenis kulit, bentuk muka, bentuk alis, bentuk hidung, bentuk bibir, serta
kelainan-kelainan seperti kerut-kerut wajah, vlek hitam, dagu rangkap serta cacat yang lain. Semua ini bisa ditutup dengan make-up yang baik apabila diketahui sebelumnya. Selain hal tersebut, diagnosa wajah juga digunakan untuk menentukan jenis dan warna make-up yang akan digunakan untuk merias wajah pengantin.

2. Desain rias wajah pengantin 

Khususnya pada Riasan dahi- cengkorongan  menggunakan pidih warna hitam, jika belum mahir bisa mempola lebih dahulu dengan warna pensil coklat.

3. Kosmetik yang sesuai untuk rias pengantin 

Bila diperlukan lakukan tes make up minimal 2 minggu sebelum acara. Pada pengantin Jawa biasanya warna bedak kekuning-kuningan, rias alis menggunakan pensil hitam, eye shadow warna coklat dan hijau muda, pemerah pipi dan pemerah bibir warna merah sirih.

4. Teknik merias pengantin nyaman dan aman bagi perias dan pengantin

Untuk merias pengantin memerlukan persiapan yang matang. Hal tersebut antara lain, pemilihan bahan kosmetik yang sesuai dengan jenis kulit pengantin, pemilihan perlengkapan yang akan digunakan pengantin, seperti busana pengantin, sanggul, perhiasan, dan rangkaian bunga. Baik untuk pengantin pria maupun pengantin wanita, harus dipersiapkan secara matang
dan lengkap.


Tuesday, March 24, 2009

TIPS KECERDASAN EMOSIONAL BALITA



Kecerdasan emosi memegang peran yang sangat penting dalam kesempurnaan perkembangan anak, selain kecerdasan intelektual. Kecerdasan intelektual tanpa iringan kecerdasan emosional membuat anak rentan menghadapi hidup dan kariernya kelak.  Padahal kecerdasan intelegensi tidaklah cukup bisa menjamin karier masa depan anak jika tak diimbangi dengan kecerdasan emosi dan spiritual. Anak selain tidak bisa bersosialisasi juga kurang bisa mengendalikan emosinya bila menghadapi masalah.

Kecerdasan Emosi di dalam Multiple Inteligensia masuk kedalam kecerdasan Interpersonal dan kecerdasan Intrapersonal, dua kecerdasan ini sangatlah penting karena sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Kecerdasan yang lebih tinggi lagi diatas dua kecerdasan ini adalah kecerdasan spiritual. Kalau dua kecerdasan sebelumnya akan memberikan kesuksesan diri pribadi maka kecerdasan Spiritual akan membawa seseorang untuk memberikan kesuksesan bagi orang lain.Pengalaman berupa sentuhan yang hangat, dekapan, belaian, senandung lagu-lagu yang merdu atau aneka warna benda-benda yang bisa dilihat di sekelilingnya sangat bermakna bagi perkembangan jiwanya.

Pengalaman saya mengarahkan buah hati dalam mengasah kecerdasan emosionalnya yaitu dengan memberikan stimulan kegiatan yang anakku "ARINANDA" sukai. Dengan usia yang hampir menginjak 5 tahun, berat badan 36 kg dan tinggi 140 cm dan aktifitas sensorik dan motorik yang berlebihan membuat saya tergerak untuk mengarahkan dia mengikuti kursus musik DRUM yang sesuai dengan kesukaannya memukul, tenaga yang berlebihan dan senang dengan lagu serta waktu kursus yang fleksibel. Dengan harapan mengenalkan seni musik sejak dini, anakku dapat memandang dunia lebih indah.

Adapun konsekuensinya saya sebagai ibu :

1. meluangkan waktu khusus minimal 1 jam menemaninya waktu kursus agar anak merasakan       perhatian saya.  

2. mengevaluasi dan mengkontrol emosinya saat masa bosannya muncul saat kursus.

3. memberikan kegiatan pendamping yang anakku suka saat kursus seperti mewarnai dan        

    mendengarkan musik atau bermain game dan memotret/fotografer.

4. berusaha tidak memaksa atau memarahinya saat anak benar-benar merasa bosan dan ingin segera pulang. 

5. tetap mengarahkan dan menanyakan apa yang anak rasakan saat itu. dan mencari solusi dengan penuh kebersamaan.

Bersyukur dengan mengikuti kursus dan memiliki DRUM sendiri, anak belajar terarah dan mengerti bertanggungjawab akan miliknya, Nandaku lebih banyak menghabiskan waktunya bersama teman-temanya di rumah.  

JARI - JARI

free glitter text and family website at FamilyLobby.com free glitter text and family website at FamilyLobby.comfree glitter text and family website at FamilyLobby.com

free glitter text and family website at FamilyLobby.com free glitter text and family website at FamilyLobby.com free glitter text and family website at FamilyLobby.comfree glitter text and family website at FamilyLobby.com free glitter text and family website at FamilyLobby.com

TIPS DAMAI DALAM CINTA


Milikilah sebuah hati yang tak pernah membenci...

...............sebuah senyuman yang tak pernah pudar....

..............sebuah sentuhan yang tak pernah menyakiti....

..............sebuah kasih sayang yang tak pernah berakhir...

SEMUA KARENAMU....

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Cinta duka dilanda sepi,..

Cinta murni tetap alami..

Cinta suci tumbuh di hati...

Cinta abadi sampai mati...

Cinta monyet selalu pergi.....tinggal monyetnya yang masih asyik baca  puisi ini.

MERAWAT TALI PUSAT BAYI



Beberapa detik setelah lahir, tali pusat yang terhubung dengan ari-ari akan dipotong, sehingga tali pusat yang melekat di pusat bayi tersisa sepanjang kurang lebih tiga sentimeter.


  • Dalam keadaan normal, tali pusat akan pupus dengan sendirinya dalam waktu lima sampai tujuh hari. Tapi dalam beberapa kasus bisa sampai dua minggu.


    Berikut beberapa tips untuk merawat tali pusat :

  • Saat memandikan bayi, usahakan tidak menarik talipusat. Membersihkan tali pusat saat bayi tidak dalam air bak. Hindari waktu lama bayi di air yang menyebabkan  kondisi bayi hypotermi (suhu tubuh rendah/kedinginan)
  • Setelah mandi, utamakan mengerjakan perawatan tali pusat sebelum mengolesi bayi dengan minyak dan bedak.
  • Perawatan sehari-hari cukup di bungkus dengan kasa steril kering tanpa diolesi dengan alkohol 70%. Jangan pakai betadine, karena yodium yang dikandung betadine dapat masuk ke peredaran darah bayi dan menyebabkan gangguan pertumbuhan kelenjar gondok.
  • Jangan mengolesi tali pusat dengan ramuan atau menaburi bedak, karena dapat menjadi media yang baik bagi tumbuhnya kuman, termasuk kuman tetanus.
  • Hari ke 7 biasanya tali pusat mengering dan berwarna kehitaman, dan di pangkal yang melekat pada bayi, tali pusat terlihat sebagian terlepas. 
  • Tetaplah rawat dengan menutupnya menggunakan kasa steril yang masih terlipat cukup diletak diatasnya kemudian tetaplah menggunakan gurita bayi untuk membantu menahan kasa seteril penutup tali pusat bayi yang akan lepas.
  • Hari kemudian jika lepasnya telah sempurna, selama 1-2 hari tetap gunakan kasa steril untuk menutupnya hingga keringnya sempurna pula.

KENALI GEJALA INFEKSI TALI PUSAT BAYI

  1. Bayi anda gelisah dan rewel.
  2. Ada tanda kemerahan di sekitar pangkal tali pusat dan perut bayi.
  3. Berbau dan mengeluarkan nanah.
  4. Disertai suhu tubu bayi yang meningkat (hangat/panas).
  5. Tetaplah dirawat dengan mengganti kasa steril kering penutupnya.
  6. SEGERA !! bawa dan konsultasikan bayi ke tenaga kesehatan (bidan / dokter) terdekat.



Inisiasi Menyusu Dini



Tata Laksana Inisiasi Menyusu Dini

1. Inisiasi dini sangat membutuhkan kesabaran dari sang ibu, dan rasa percaya diri yang tinggi, dan membutuhkan dukungan yang kuat dari sang suami dan keluarga, jadi akan membantu ibu apabila saat inisiasi menyusu dini suami atau keluarga mendampinginya.

2. Obat-obatan kimiawi, seperti Mis: pijat, aroma therapi, bergerak, hypnobirthing dan lain sebagainya coba untuk dihindari.

3. Ibulah yang menentukan posisi melahirkan, karena dia yang akan menjalaninya.

4. Setelah bayi dilahirkan, secepat mungkin keringkan bayi tanpa menghilangkan vernix yang menyamankan kulit bayi.


5. Tengkurapkan bayi di dada ibu atau perut ibu dengan skin to skin contact, selimuti keduanya dan andai memungkinkan dan dianggap perlu beri si bayi topi.

6. Biarkan bayi mencari puting ibu sendiri. ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut dengan tidak memaksakan bayi ke puting ibunya.

7. Dukung dan bantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu (pre-feeding) yang dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam bahkan lebih, diantaranya:

a. Istirahat sebentar dalam keadaan siaga, menyesuaikan dengan lingkungan.
b. Memasukan tangan ke mulut, gerakan mengisap, atau mengelurkan suara.
c. Bergerak ke arah payudara.
d. Daerah areola biasanya yang menjadi sasaran.
e. Menyentuh puting susu dengan tangannya.
f. Menemukan puting susu, reflek mencari puting (rooting) melekat dengan mulut terbuka lebar.

biarkan bayi dalam posisi skin to skin contact sampai proses menyusu pertama selesai.

8. Bagi ibu-ibu yang melahirkan dengan tindakan, seperti oprasi, berikan kesempatan skin to skin contact.

9. Bayi baru DIPISAHKAN dari ibu untuk ditimbang, diukur, dicap; SETELAH MENYUSU AWAL. Tunda prosedur yang invasive seperti suntikan vit K dan menetes mata bayi.

10. Dengan rawat gabung, ibu akan mudah merespon bayi. andaikan bayi dipisahkan dari ibunya yang terjadi kemudian ibu tidak bisa merespon bayinya dengan cepat, sehingga mempunyai potensi untuk diberikan susu formula, jadi akan lebih membantu apabila bayi tetapi bersama ibunya selama 24 jam. dan selalu hindari makanan atau minuman pre-laktal.

Sumber : Sentra Laktasi Indonesia

Monday, March 23, 2009

KATA - KATA BIJAK UNTUK SUKSES

”Strategi bukan hanya perkara menjadi yang baik pada apa yang Anda lakukan-Strategi adalah perkara menjadi berbeda dalam hal apa pun yang Anda lakukan.
(Michael Porter)

Action is Power: Tindakan adalah Kekuatan  
“There is no success without hardship. Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras.”
( Sophocles) 

No dream comes true until you wake up and go to work. Tidak akan ada satupun impian menjadi kenyataan hingga kau bangun dari tidurmu dan bekerja.” Jacob Bronowski juga menegaskan hal itu, “Dunia ini hanya dapat dimenangkan dengan tindakan, bukan dengan permenungan. Tangan adalah sisi tajam dari pikiran.”

Life is often compared to a marathon, but I think it is more like being a sprinter; long stretches of hardwork punctuated by brief moments in which we are given the opportunity to perform at our best,  Hidup ini seringkali diibaratkan seperti lari maraton. Menurut saya, kehidupan adalah sebuah kesempatan yang sangat sempit. Tetapi kita harus mengekspansi diri dengan bekerja keras,” kata Michael Johnson.

Tetapi pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah pekerjaan yang sudah diperbuat setiap hari semakin mendekatkan diri kita terhadap impian itu?”
Kata Jennifer Amafibe, “A step to hardworking can lead to a step of a thousand successes. Sebuah tindak kerja keras mengarah selangkah lebih dekat pada ribuan kesuksesan.” Sebab kesempatan yang baik seringkali tidak datang dua kali.*

Attitude is Everything  Sikap adalah Segalanya  
Attitude is a little thing, but can make big differences.  Sikap adalah suatu hal kecil, tetapi dapat menciptakan perbedaan yang besar. 
Ada sebuah kata-kata bijak yang menyebutkan, “Your attitude not aptitude determine your altitude  Sikap Anda bukanlah bakat atau kecerdasan, tetapi menentukan tingkat kesuksesan Anda.”


Elbert Hubbart pun menegaskan, “Nothing great has ever been accomplished without enthusiasm. – Tidak ada satupun kemajuan menakjubkan untuk diraih tanpa antusiasme.”

Sikap juga dipengaruhi impian. Seseorang yang selalu dapat memperbarui impian akan cenderung bersikap berani, rajin, percaya diri atau bersikap lebih positif. Impian yang besar akan menjadikan seseorang berusaha mengadaptasikan sikap mereka menjadi penuh tenggang rasa, jujur, hormat, tegas, insiatif, berjiwa besar dan lain sebagainya. Orang yang mempunyai impian akan selalu dapat mengendalikan sikap dengan pikirannya

“Formal education will make you a living, self-education will make you a fortune. – Pendidikan formal akan memberimu kehidupan, sedangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman akan memberimu keberuntungan.”

“Experience without theory is blind, but theory without experience is mere intellectual play. – Pengalaman tanpa teori itu buta, tetapi sebuah teori tanpa pengalaman hanyalah merupakan drama intelektual.” 
– Immanuel Kant – 







Sunday, March 22, 2009

TEGAS MEMILIH KESUKSESAN

Bila anda mempunyai tujuan besar dan anda yakin lebih indah, lebih nyaman dan aman juga lebih mulya, anda perlu mencari orang-orang yang tepat dan membentuk tim yang kuat untuk mencapainya. 

Anda juga perlu memompakan semangat,memberi contoh dan meyakinkan, mengikat kata sepakat untuk sama-sama mengupayakan yang terbaik demi tujuan itu. 

Teruslah bergerak maju dengan keyakinanan itu sehingga anda mampu menyingkirkan aral penghambat langkah anda. 

Tetaplah waspada dengan keyakinan anda mampu lebih baik, anda harus mampu pula memilih dan memilah "duri dan racun" kehidupan dalam pergaulan anda yang harus anda hindari, harus anda waspadai bahkan  anda harus berani membuang dari kehidupan anda.  Ingat sedikit saja kita lengah," duri dan racun "itu akan menusuk bagian tubuh kita dari segala arah. Semakin dalam duri dan racun itu masuk ke tubuh kita semakin merusak semua sistim fungsi organ tubuh yang lain. Segera cabut dan buang "duri dan racun" itu dari hidup anda. 

Petani yang baik tahu, bahwa tak cukup ia mempunyai benih dan lahan terbaik.

Tak cukup pula air dan angin mentari di musim yang terbaik. 

Tak cukup pula jerih dan doa ia kerahkan. 

Ia tahu, ia harus tak ragu untuk mencabut tanaman dan rumput tanaman pengganggu sawah. Meski tanaman itu adalah mawar indah;meski rumput itu adalah batang tebu yang menyegarkan. 

Karena ia tahu, mereka semestinya tumbuh lebih baik di lahan dan di musim yang lebih cocok.

Karena ia tahu kesuksesan dalam hidup adalah sebuah pilihan tegas dan berani melangkah ke arah dan jalan yang pasti pada tujuannya dengan menghadapi segala resiko, konsekuensi dan komitmennya.

Monday, March 16, 2009

BILA HARUS MENJANDA....BERPIKIRLAH POSITIF

       Bila Pasangan Tercinta Pergi

Kondisi emosional yang berubah negatif setelah pasangan meninggal dunia/bercerai, merupakan suatu respon kesepian (loneliness). Pengalaman menunjukkan, pada umumnya perempuan lebih kuat hidup sendiri ketimbang laki-laki karena kaum Adam senantiasa membutuhkan "pelayan".

Ketika sepasang manusia telah saling jatuh cinta dan sepakat membangun rumah tangga, maka sebuah komitmen telah ditegakkan.
Masing-masing bertekad untuk saling memberikan kebahagiaan dan bertanggung jawab atas kesejahteraan fisik maupun mental pasangannya, serta menjalani hidup bersama selama-lamanya. Kebahagiaan di dalam rumah tangga selanjutnya merupakan spirit untuk melakukan tugas-tugas dan tanggung jawab lain di dalam masyarakat. 


Persoalan Eksistensial
Persoalan eksistensi merupakan ukuran yang penting bagi kesejahteraan psikologis manusia. Di dalam sejarah psikologi hal ini diakui oleh para tokoh psikologi humanistik dan tokoh-tokoh lain yang bersandar pada filsafat eksistensialisme. Manusia akan bahagia atau sehat secara psikologis bila telah mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki dan menemukan makna keberadaan dirinya. 

Seorang penulis novel ternama dari Rusia, Tolstoy, mengalami sindrom ketidakbermaknaan di tengah-tengah kehidupannya yang tampak ideal: keluarga yang utuh, kaya raya, sangat dihormati dan populer karena karya-karyanya. Ia mengalami perasaan absurd dan dihantui oleh keinginan untuk bunuh diri. 

Lalu, di manakah sumber kebermaknaan hidup manusia? Orang-orang tertentu, seperti Erich Fromm, memandang bahwa hidup dapat berlanjut dengan penuh makna hanya bila manusia hidup dalam cinta. Cinta yang dimaksudkan oleh Fromm adalah cinta yang membebaskan, bukan cinta yang membelenggu. 

Apabila relasi berkembang ke arah ketergantungan untuk memberikan rasa aman, berarti orang tersebut tidak lagi memiliki kebebasan dan integritas diri, melainkan hidup dalam dan dari orang lain yang menjadi tempatnya bergantung. Dengan demikian, kehilangan orang yang dicintai akan menggoyahkan sendi-sendi yang menopang rasa aman yang ada, sehingga berkembang ke arah yang tidak sehat. 

Kepribadian yang sehat menurut Fromm ditandai beberapa hal: 
Pola hubungan yang sehat (konstruktif), bukan atas dasar ketergantungan ataupun kekuasaan dalam hubungan dengan orang lain, kelompok, dan Tuhan. 

Transendensi (kebutuhan untuk melebihi peran-peran pasif, melampaui perasaan tercipta menjadi pencipta yang aktif-kreatif). 

Perasaan berakar yang diperoleh melalui persaudaraan dengan sesama umat manusia, perasaan keterlibatan, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. 


Perasaan identitas sebagai individu yang unik. 

Memiliki kerangka orientasi (frame of reference) yang mendasari interpretasinya yang objektif terhadap berbagai peristiwa.
Menurut tokoh lain, Viktor Frankl, hakekat eksistensi manusia terdiri dari tiga faktor, yaitu spiritualitas, kebebasan, dan tanggung jawab. Sama seperti Fromm, dan tokoh-tokoh lain yang menggambarkan kepribadian yang sehat (Carl Rogers, Maslow, Fritz Pearls), Frankl juga menegaskan faktor kebebasan/independency/otonomi (kebalikan dari ketergantungan).

Kegagalan dalam menegakkan tiga faktor tersebut akan mengakibatkan frustrasi eksistensial yang ditandai oleh perasaan hampa/absurd (ragu akan makna hidupnya sendiri).

Pria Lebih Bergantung
Secara tradisional, setiap anak laki-laki diharapkan mengembangkan ciri-ciri maskulin, sedangkan anak perempuan memiliki ciri-ciri feminin. Di dalam ciri-ciri maskulin terkandung sifat mandiri (independence), sedangkan di dalam ciri-ciri feminin terkandung sifat tergantung (dependence). 

Lho, kalau begitu wanita lebih tergantung, dong! Kenyataannya tidak, karena dalam peran berdasarkan jenis kelamin (gender) tradisional di dalam rumah tangga, seorang istri dituntut untuk berperan melayani suami, mengalah, melakukan tugas-tugas mengasuh, dan sebagainya. 

Notabene ini merupakan peran ibu yang melindungi, memberikan rasa aman. Sebaliknya suami, di luar tanggung jawab ekonomi, justru lebih banyak berperan seperti anak kecil yang selalu dilayani dan diamini permintaannya. 

Sering dikatakan bahwa sepanjang hidup para lelaki sebetulnya sangat bergantung kepada perempuan. Ketika kecil mereka bergantung (terhadap pelayanan dan perhatian) ibu, kakak perempuan, atau orang dewasa perempuan lain yang berperan sebagai ibu. Ketika telah dewasa dan tua mereka bergantung kepada istri.

Apabila pola tradisional semacam ini yang dikembangkan di dalam rumah tangga, niscaya suami akan menjadi anak manja (memiliki ketergantungan) yang egonya berkembang kuat karena disokong sang istri. 

Sebaliknya istri yang terbiasa mengembangkan sifat-sifat dewasa seorang ibu justru menjadi terampil secara emosional. Tidak mengherankan, di antara bapak-bapak yang telah menduda atau ibu-ibu yang telah menjanda, para ibu tampak lebih survive, lebih tegar. 

Para bapak menampakkan kegelisahan, dan banyak di antaranya (terutama yang sudah lanjut usia) akhirnya mencari istri pengganti yang ukurannya bukan lagi cinta, melainkan pelayanan. Siapa saja boleh menjadi istri, asalkan bisa melayani. 

Temukan Makna
Bagi para bapak atau ibu yang masih gelisah sepeninggal istri/suami, kiranya perlu mencoba menemukan makna keberadaan diri pribadi. Panggilan untuk hidup sehat berlaku sepanjang hidup, dengan atau tanpa pasangan! Kriteria pribadi yang sehat menurut Fromm maupun Frankl di atas dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan diri.

Mengapa berlama-lama tenggelam dalam kedukaan dan ketidakbermaknaan jika Anda bisa mengecap kebahagiaan hingga ajal tiba?

Berpikir positif itu sangat penting bagi kita. Dalam buku The Scret, karya Rhonda Byrne di ungkapkan bahwa pikiran positif menjadi dasar utama dalam mencapai kesuksesan. Malah ketika tubuh kita sakit, berpikir positif mampu meminimalisir penyakit itu hingga ke taraf penyambuhan.

Sebuah penelitian yang dilakukan Harvard University membuktikan bahwa kesuksesan seseorang itu 85persen di tentukan oleh sikap, dan 15 persen sisanya ditentukan oleh ketrampilan dan intelektualitas.
sikap itu sendiri dibentuk oleh pikiran. dengan kata lain, 85 persen kesuksesan dan kegagalan ditentukan oleh kualitas pikiran. dalam konteks bahasan ini, kesuksesan untuk dengan Allah sangat dipengaruhi oleh sejauh mana seseorang berpikir postif tenteng Allah.

Nabi sendiri sangat menganjurkan umatnya untuk selalu berfikir positif. saat berdakwah kepada para khalifah arab di Mekkah untuk pertamakalinya, Nabi di cacimaki dan disakiti bahkan mukanya dilumuri pasir. Oleh malaikat, Nabi disuruh ber do’a kepadaAllah agar mereka di binasakan seperti kaum Nabi Nuh as.

Nabi bangkit dari duduknya dan ber do’a. Bukan do’a umpatan yang keluar dari bibirnya, tetapi do’a positif. ” YaAllah, berilah petunjuk kepada kaumku. sesungguhnya (melakukan semua ini padaku) hanya karena mereka tidak tahu, Ya Allah, tolonglah aku, agar mereka bisa menyambut ajakan untuk taat kepada-Mu.” . doa Nabi kala itu seperti yang terkutip dalam Al-Ahadist Mukhtarah karya Abu’Abdillah Al-Maqsidi.
Benar saja. Tidak lama kemudian mereka masuk Islam dan menjadi pengikut setia Nabi. perkataan ” Sesungguhnya (melakukan semua ini padaku) hanya karena mereka tidak tahu” dalam do’a Nabi di atas merupakan kata-kata yang terucap dari orang yang selalu berpikir positif, jika tidak kata-kata ini tidakmungkin keluar.

Kisah lain. Suatu saat Umar bin Khaththab. dirundung kegalauan yang menyesakkan. Salah seorang putri beliau, Hafshah, baru saja menjanda. Maka Umar menemui Abu Bakar dan menawarinya agar mau menikahi Hafshah. Abu Bakar menolaknya. Umar lalu menawari Ustman bin Affan, beliau juga menolaknya. (liahat Shahih Al-Bukhari,4/1471. versi penjelasnya juga dapat dibaca dalam Tafsir Al-Qurthubi, 13/271).
Dalam kegalauan itu, Umar mengadu kepada Rasulullah tentang sikap kedua sahabat tersebut. rasulullah menuntun Umar agar selalu berpikir positif sehingga bisa menjalani hidup dengan legowo. bahakan Rasulullah berdo’a ,”semoga Allah akan menentukan pasangan bagi Hafshah yang jauh lebih baik dari Ustman serta menentukan pasangan bagi Ustman yang jauh lebih baik dari Hafshah.”
Ternyata tak lama setelah itu, Rasulullah menikahkan Ustman dengan puteri beliau sendiri. dan setelah itu, beliau pun menikahi Hafshah.

Demikian Nabi mengajarkan kita agar selalu berpikir positif. banyak manfaat yang kita dapatkan dengan berpikir positif. tidak saja membuat tubuh kita prima, tetapi juga mendatangkan hal-hal baik yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Norman Vincent Peale berkata, ” You are what you think!”(Anda adalah apa yang Anda pikirkan). Artinya, apa yang terjadi pada diri anda (sakit, sehat, sukses, bangkrut dan sebagainya) tergantung pada apa yang anda pikirkan. jika anda berpikir maju, maka anda bisa maju. begitu juga ketika anda berpikir sehat,maka anda bisa menjadi sehat dan sebagainya.
jauh hari sebelum kata-kata bijak itu muncul, Nabi sebenarnya pernah mengingatkan melalui hadist Qudsi, “Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon pada-Ku.”(HR. Muslim). Artinya Tuhan menitahkan kebaikan dan keburukan sesuai apa yang di pikirkan hamba-Nya. jika kaita selalu berdo’a minta kebaikan pada Allah, maka Dia pun akan mandatangkannya dan sebaliknya.

Coba renungi kisah ini! seorang muslimah (muallafah) janda, di bulan yang keenan dalam kemuallafannya janda itu sudah dipercaya ALLAH untuk menunaikan Haji, sudah lancar membaca Al-Qur’an disertai tajwid dengan sangat baik hanya dalam waktu 2 tahun. Kini dalam ke jandaannya 4 tahun bertahan dengan keimanannya. Meski keluarga dan orang tuannya memintanya kembali pada keyakinan lama.Tetapi, ia bisa melakukan menolaknya. Mampu melewati fitnah, hasutan, dan hinaan juga kedzoliman mantan suami dan orang lain. Tapi dia bersabar dalam doa, taat menjaga diri dari zinah, bertasbih selalu dengan sesama wanita,mencari rezeki dengan nurani untuk hidup lebih berarti, menghindar dan menjauh dari pertemuan dengan laki-laki yang tak pasti hati ,banci, jg perilaku tak terpuji.

Alhamdulillah.. rezeki ilmu, kesehatan seorang janda berlimpah hingga mampu menunaikan umroh berulang kembali dan membangun rumah untuk sesama. Mendapatkan beasiswa kuliah dan suami amanah Allah yang lebih sholeh, itu karena ia yakin dan berpikir positif akan kemampuannya. Karena itu hilangkanlah kata-kata “saya merasa tidak akan sanggup melewati ini, masalahnya terlalu berat, kerusakan yang terjadi begitu banyak, saya akan gagal dan sebagainya.”
Jadi betapa dahsyatnya berpikir positif itu!! Tidak saja membuat tubuh kita sehat dan prima. tetapi juga bisa mendatangkan kesuksesan dalam hidup kita…..

Janda bukanlah status nista, tetapi sebuah pilihan atas keyakinan kita pada pilihan hidup yang lebih mulya dan amanah kedepan di mata Allah  bersama anak-anak.


Sumber: hanyawanita.com1

http://cybertech.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/

http://goleklayangan.wordpress.com/2008/11/19/berpikir-positif/

kisah sebuah pengalaman dan perjalanan hidup 

TERIMAKASIH SUAMIKU....

Hubungan yang harmonis dan mesra  dan langgeng sepanjang masa selalu jadi impian pasangan yang berumahtangga, namun tak mudah untuk mewujudkan hal ini. Perlu kesabaran tiada batas, perlu ketulusan yang bisa dirasa, perlu doa sepanjang maaf.

Diperlukan banyak cara dan upaya agar kehidupan rumah tangga tetap mesra.

Simak beberapa tips  rumah tanggaku yang sering kudapat dari suamiku, berikut ini :

1. Saling Menjaga cinta 

Seringkali, motivasi cinta seseorang terhadap pasangan menurun seiring waktu. Jika ini terjadi, coba cari penyebabnya dan jangan biarkan motivasi Anda mengendap di dasar hati. Motivasi yang tak lekang oleh waktu adalah berumahtangga karena ibadah.

suamiku sering mengatakan : saling menjaga dan meningkatkan kualitas cinta semata karena ingin hidup lebih mulya bagi pasangan dan rumah tangga kita.

2. Menjalin kepercayaan 

Saling percaya memang salah satu kunci yang akan membuat Anda berdua lebih nyaman dalam membina kehidupan rumahtangga. Kemanapun, dimanapun, apapun yang kita lakukan ada ataupun tidak ada pasangan kita didekat kita tetaplah jujur pada diri sendiri semata karena ini adalah proses kehidupan yang kita jalani bersama pasangan semata untuk menuai hasil yang dirasakan juga oleh anak-anak kita.

suamiku sering mengatakan : dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun kita adalah pribadi yang akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita masing2  pada saat menghadap pada NYA seorang diri. Mari sayang..Ibu dan Abi menyakiniNYA bahwa Tuhan ada dimana2.

3. Pentingnya komunikasi dengan hati

Tak ada kemesraan tanpa komunikasi, bukan? Untuk itu, cegahlah kebuntuan komunikasi dan ciptakan cara-cara berkomunikasi yang matang dan dewasa.  Media email. GPRS, 3G, SMS, surat, dengan puisi, lagu dsb. Mulailah dari diri anda, ingat rasa yang dikedepankan dalam komunikasi adalah ingin memberikan rasa nyaman dan percaya pada pasangan kita.

suamiku sering mengatakan : Ibu..,maaf kan lidah abi yang tak bertulang ini dan membuatmu terluka. sejujurnya jauh di lubuh hati, semata abi ingin mengingatkan diri pada amanah NYA agar tetap terjaga.

4. Mengikat seperti layang-layang.

Keterikatan akan membuat seseorang merasa tertekan. Apalagi, pada dasarnya manusia adalah pribadi yang bebas. Ia berhak menentukan pilihannya untuk hidup tenteram. Benar ..bagai layang2, meski terbang tinggi menari,melayang naik turun  semua masih terkendali. Jika ada layang2 lain yang menghadang atau angin yang terlalu kencang...pasangan kitalah yang mengendalikan agar tidak putus talinya, rusak/terbang jauh layang2 itu.

suamiku sering mengatakan : Ibu.., tarik ulurlah abi dengan tali doa sepanjang waktu,agar layang2 abi tetap melayang indah, tinggi, gagah diudara mencapai surga bersama.

5. Memberi dan melayani

Tulus dalam memberi dan jangan sibuk memikirkan balasan adalah sikap yang sebaiknya Anda miliki, begitu pula sebaliknya dengan suami. Dengan begitu, Anda tak akan kecewa dengan kekurangan pasangan. Berharap  balasan hanya hak prerogratif  TUHAn, kewajiban dan tanggungjawab kita sebagai pasangan adalah MEMBERI YANG TERBAIK, TERHEBAT, TERPUJI.

suamiku sering mengatakan : Ibu...,terimakasih atas kesungguhan hati yang abi rasakan begitu tulus dan tak pernah mengeluh melayani dan memberi semua waktu,cinta, perhatian dan tenagamu untuk abi, anank2 kita dan mertua.

6. Pikirkan solusi dan prestasi.

Tidak gampang menyerah setiap kali menghadapi masalah adalah salah satu kiat agar rumah tangga berjalan harmonis. Tentu, Anda harus selalu menjaga dan memperbarui komitmen ini. Pikirkan solusi untuk waktu singkat dan untukwaktu kedepan.

suamiku sering mengatakan : Ibu...,dari dulu salah benar tidak pernah bertemu. Sekarang solusi terbaik untuk masalah kita yang harus kita temukan. Maafkan abi, jika Ibu tidak berkenan dan abi selalu menghargai pendapat Ibu dan semakin sayang...karena ternyata ibu perhatian pada keutuhan kita.

7. Terbuka masalah keuangan 

Masalah keuangan sering jadi pemicu kerenggangan hubungan suami-istri. Uang memang penting, tapi bukan segalanya. Jika ini disepakati, hubungan Anda berdua akan lebih mesra. Bisa jadi mungkin pihak istri yang lebih dalam rezeki  keuangan, suamimembantu dari sisi doa dan kesetiaan. Kalau suami yang lebih, istrilah yang mengatur.

suamiku sering mengatakan : Ibu...., berapapun rezeki uang yang dititipkanNYA pada kita, asal kita mencarinya dengan doa, menerimanya dengan doa dan memanfaatkannya dengan doa, ..abi yakin uang itu membawa nikmat dan manfaat yang langgeng dunia dan akherat kita dan anak-anak.

8. Membina empati 

Saling memahami juga jadi kunci penting kemesraan hubungan suami-istri. Hubungan akan berjalan mulus jika Anda mampu memahami keinginan pasangan. Pahamilah dengan hati dan kasih, apa yang tidak disukai/disukai oleh pasangan.

suamiku sering mengatakan : sayang..abi lebih setuju kalau seandainya ibu ijinkan abi beri masukan ibu tidak melakukan...... karena pengalaman membuktikan / karena agama melarangnya.

9. Sahabat terbaik adalah pasangan kita

Menjadi sahabat terbaik jadi kunci lain terbinanya kemesraan hubungan suami-istri. Ingat, hanya sahabat terbaiklah yang mampu merasakan setiap suasana hati kita. Saat kita sakit dan berduka serta merasa tak berdaya. Tiada alasan kita untuk berbagi cerita dengan sahabat lain apalagi lawan jenis itulah awal sebuah perselingkuhan dan jurang kehancuran.

suamiku sering mengatakan : Ibu..., abi sedih kalau sampai hidup ini tidak berguna jika membuat ibu tersenyum saja abi tidak mampu. 

BERKEDOK LSM

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

KEBERADAAN ormas atau LSM harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemudian, dalam melaksanakan aktifitasnya, dapat sejalan dengan kebijakan pemerintah dan sekaligus dapat menjadi mitra bagi pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.

LSM adalah sebuah kekuatan tersendiri dalam model tiga sektor (three sector model), yang terdiri dari pemerintah sebagai Sektor Pertama, Dunia Usaha sebagai Sektor Kedua dan lembaga voluntir sebagai Sektor Ketiga. Sebagai Sektor Ketiga, LSM berkedudukan sebagai lembaga penengah yang menengahi pemerintah dan warga negara. Kerap kali, LSM memang harus bersikap kritis terhadap pemerintah, tetapi adakalnya LSM bertindak pula sebagai penjelas kebijaksanaan pemerintah.

Sikap kritis itu hendaknya dipahami, karena LSM itu memang tumbuh
sebagai kekuatan pengimbang, baik terhadap pemerintah maupun swasta.
Kekuatan pengimbang ini diperlukan agar mekanisme demokrasi dapat bekerja.
Selain itu harus diingat pula bahwa LSM tidak mesti dapat dinilai sebagai
kekuatan oposan, karena LSM adalah dua mitra pemerintah dalam pembangunan.
(Harian Umum Republika, 9 November 1994)
Tak menutup mata akan adanya laporan kasus korupsi yang diangkat oleh LSM ”nakal” bertujuan untuk kepentingan ”tertentu”.yang tak menafikan adanya motif tertentu diusung ”oknum” di kalangan LSM.
WASPADAILAH !! MEREKA ADA DISEKITAR KITA!! Untuk mengetahui LSM NAKAL/TIDAK antara lain ;
1. kekonsistenan pengguliran isu -----> apakah LSM tersebut mendampingi terus kasus yang digulirkan hingga tuntas di sidangkan,
2. keakuratan data----> data yang dimiliki benar adanya bukan sekedar pepesan kosong berupa data dari hasil print atau copi paste di internet tetapi lebih dari itu data telah di pastikan dari sumber yang dipercaya dan mempunyai hak untuk dilindungidan dipertanggungjawabkan secara hukum kerahasiaannya,
3.serta transparansi laporan keuangan -----> LSM YANG NAKAL tidak mempunyai rekening bank atas nama lembaga dan tidak pernah berani transparan tentang keuangannya. Bagaimana mau transparan, kalau tujuan mendirikan LSM memang untuk cari makan. APA BEDANYA DENGAN PREMAN??.
4. dan laporan publik berkala,bisa menjadi parameter untuk benar-tidaknya program yang dijalankan LSM tersebut-----> LSM NAKAL hanya punya program manakala dia mulai kelaperan untuk memenuhi kebutuhan hidup anak istri dan keluarganya yang berlagak hidup jadi orang"GEDONGAN" yang biasa makan uang"COLONGAN", dan setelah itu sembunyi di "KOLONGAN" karena takut "GONGGONGAN" masyarakat.MALING TERIAK MALING, ANJING NAIK RANJANG.
5. Selain code of conduct, kepercayaan publik bisa menjadi ukuran integritas masing-masing lembaga yang menjadikan masyarakat sebagai stake- holder.------> LSM NAKAL tidak pernah punya rekan kerja yang solid apalagi setelah terima uang besar sebagai penutup "BESOK LAGI SIAPA YANG DIMAKAN"??. APALAGI KALAU SUDAH PERNAH SI OKNUM DI PENJARA HANYA KARENA KASUS PEMERASAN. PEMBENARANNYA KATANYA DIJEBAK!! Ha....ha.... masyarakat tidak buta, tidak tuli dan tidak sebodoh yang anda kira!! Sekarang mencoba untuk eksis kembali dengan berkedok LSM NAKAL yang lain, kalau pemeran utamanya dan sutradaranya sama, yang ada hanya cibiran. Tapi dasar manusia oknum MUKA TEMBOK DAN PEDE HABIS,sehingga cibiran dianggap sebagai sanjungan. Wah..wah..kasihan..
6. ethic of conduct-------> waduh...kalau yang ini LSM NAKAL gak punya etika, karena oknumnya kebanyakan manusia - manusia yang tidak menjunjung tinggi arti ilmu/teori dan pendidikan sebagai sebuah tahapan agar hidup lebih terarah. Kalau pun percaya, maunya hanya instan langsung dapat GELAR!. Juga biasanya oknum seperti ini berasal dari keluarga yang tidak punya arah hidup dan aturan sosial yang jelas serta latar belakang ekonomi yang pas-pas-an. Pas untuk utang..., pas untuk nipu..., pas seperti benalu...pas gak punya malu!!.

Saturday, March 14, 2009

ISTILAH EKONOMI DALAM BISNIS

Business:
An organisation that provides goods or services to earn profit.

Profits:
The difference between a business’s revenues and its expenses.

Economic System:
A Nation’s System for allocating its resources among its citizens

Factor of Production:
Resources used in the production of goods and services, natural resources, labour, capital, and entrepreneurs.

Labour (or human resources):
The physical and mental capabilities of people as they contribute to economic production.

Capital:
The funds needed to create and operate a business enterprise

Physical resources:
Tangible things organizations use in the conduct of their business

Information resources :
Data and other information used by business


Planned economy:
Economy that relies on a centralized government to control all or most factors of production and to make all or most production and allocation decisions.

Market economy:
Economy in which individuals control production and allocation decisions through supply and demand.

Market:
Mechanism for exchange between buyers and sellers of a particular good or service.

Input market:
Market in which firms buy resources from supplier households

Output market:
Market in which firms supply goods and services in response to demand on the part of households

Capitalism:
Market economy that provides for private ownership of production and encourages entrepreneurship by offering profits as an incentive

Mixed market economy:
Economic system featuring characteristics of both planned and market economies.
Privatisation: process of converting government enterprises into privately owned companies

Socialism:
Planned economic system in which the government owns and operates only selected major sources of production.

Demand:
The willingness and ability of buyers to purchase a good or service

Supply:
The willingness and ability of producers to offer a good or service for sale

Law of demand:
Principle that buyers will purchase (demand) more of a product as its price drops and less as its price increases.

Law of supply:
Principle that producers will offer (supply) more of a product for sale as its price rise and less as its price drops.

Demand and supply schedule:
Assessment of the relationships between different levels of demand and supply at different price levels.

Demand curve:
Graph showing how many units of a product will be demanded (bought) at different prices.

Supply curve:
Graph showing how many units of a product will be supplied (offered for sale) at different price


Market price (or equilibrium price):
Profit-maximizing price at which the quantities of goods supplied are equal

Surplus:
situation in which quantity supplied exceeds quantity demanded

Shortage:
situation in which quantity demanded exceeds quantity supplied

Private enterprise:
Economic system that allows individuals to pursue their own interests without undue governmental restriction.

Private property right:
The right to buy, own, use, and sell almost any form of property.

Competition:
Vying among businesses for the same resources or customers.

Pure competition:
Market or industry characterized by numerous small firms producing an identical product

Monopolistic competition:
Market or industry characterized by numerous buyers and relatively numerous sellers trying to differentiate their products from those of competitors


Oligopoly:
Market or industry characterized by a handful of (generally large) sellers with the power to influence the prices of their products

Monopoly:
Market or industry in which there is only one producer, which can therefore set the prices of its products.

Natural monopoly:
Industry in which one company can most efficiently supply all needed goods or services.

Stability:
Condition in which the balance between the money available in an economy and the goods produced in it are growing at about the same rate

Inflation:
Phenomenon of widespread price increases throughout an economic system

Recession:
Period characterized by decreases in employment, income, and production

Depression:
Particularly severe and long lasting recession

Unemployment:
Level of joblessness among people actively seeking work


Knowledge workers:
Skilled employees in high-tech industries

Growth:
Increase in the amount of goods and service produced by nation’s resources

Gross National Product (GNP)
The value of all goods and services produced by an economic system in a year regardless of where the factors of production are located

Real gross national product:
Gross national product adjusted for inflation and changes in the value of a country’s currency

Gross Domestic Product:
The value of all goods and services produced in a year by nation’s economy through domestic factors of production

Productivity:
Measure of economic growth that compares how much a system produces with the resources needed to produce it

Budget deficit:
Situation in which a government body spends more money than it takes in

National debt:
Total amount that a nation owes it creditors


Monetary policies:
Government economic policies that determine the size of nation’s money supply

GIIP10001 UK 24 MINGGU DENGAN MOLA HIDATIDOSA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di Indonesia masalah ibu dan anak merupakan sasaran prioritas dalam pembangunan bidang kesehatan. Angka kematian ibu merupakan salah satu indikasi yang menentukan derajat kesehatan suatu bangsa, oleh sebab itu hal ini merupakan prioritas dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat yang utama di Negara kita.
Upaya kesehatan reproduksi salah satunya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu hamil dan bersalin. Adapun penyebab langsung dari kematian ibu di Indonesia adalah trias klasik yaitu perdarahan, infeksi, toksemia gravidarum.
(Depkes RI, 1999:27)
Salah satu penyebab perdarahan saat kehamilan adalah mola hidatidosa. Mola hidatidosa merupakan penyakit wanita pada masa reproduksi (usia 15-45 tahun) dan pada multipara. Jadi dengan meningkatnya paritas kemungkinan menderita mola hidatidosa dan lebih besar. Dan mola hidatidosa adalah salah satu penyakit trofoblas yang jinak
(Manuaba, 1998:424)
Prevalensi mola hidatidosa lebih tinggi di Asia, afrika, dan amerika latin dibandingkan dengan negara-negara barat. Di Negara-negara barat dilaporkan 1:200 atau 2000 kehamilan. Di negara-negara berkembang 1:100 atau 600 kehamilan Soejoenoes dkk. (1967) melaporkan 1:85 kehamilan: RSCM Jakarta 1:31 persalinan dan 1:49 kehamilan: Luat A Siregar (Medan) tahun 1982: 11-16 per 1000 kehamilan: Soetomo (Surabaya): 1-80 persalinan; Djamhoer Martaadisoebrata (Bandung): 9-21 per 1000 kehamilan. Biasanya dijumpai lebih sering pada umur reproduktif (15-45 tahun); dan pada multipara. Jadi dengan meningkatnya paritas kemungkinan akan menderita mola akan lebih besar.
(Mochtar,1998)


1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Agar mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2 Tujuan khusus
1.2.2.1 Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data pada ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2.2 Mahasiswa mampu merumuskan diagnosa masalah serta keluhan ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2.3 Mahasiswa mampu membuat rencana tindakan berdasarkan rumusan masalah pada ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2.4 Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dengan mola hidatidosa
1.2.2.5 Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil tindakan yang dilaksanakan


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Mola Hidatidosa
2.1.1 Batasan
Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal dengan ciri-ciri stroma villus cotialis langka vaskulatisasi dan odematus, janin biasanya meninggal, akan tetapi villus-villus yang membesar dan odematus itu tumbuh terus, gambaran yang diberikan adalah sebagai segugus anggur. Jaringan trofoblas pada villus kadang-kadang berproliferasi ringan kadang-kadang keras dan mengeluarkan hormon yaitu Human Choriotic Gonadotropin (HCG) dalam jumlah yang lebih besar daripada kehamilan biasa
(Hanifa, 1994: 262)
Mola hidatidosa adalah jonjot-jonjot korion (chorionic villi) yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur, karena itu disebut juga hamil anggur atau mata ikan
(Rustam, 1998:238)
Mola hidatidosa adalah suatu neoplasma jinak dan sel trofoblas dimana terjadi kegagalan pembentukan plasenta atau fetus dengan terjadinya villi yang menggelembung sehingga menyerupai bentukan seperti buah anggur

2.1.2 Patofisiologi
Dugaan Mola Hidatidosa


Tingkat kecurigaan HCG sub unit beta
Ukuran rahim membesar USG
Tidak terdengar DJJ Tes fungsi hati, tiroid
Perdarahan vagina CT scan untuk metastase
Hiperemesis Sifat koagulasi
Hipertiroidisme
Hemoptisis, nyeri dada

Perjelas diagnosis dengan USG

Tentukan status resiko

Keadaan resiko tinggi terlihat keadaan resiko rendah
HCG sebelum evakuasi > 100.000 IU/ml sebelumnya
Rahim lebih besar daripada perkiraan
Usia kehamilan
Kista teka lutein >6 cm
Neoplasma mola atau trofoblastic
Gestasional sebelumnya
Keadaan yang memperberat (komortid)
Ditunjukkan adanya metastasis

Pertimbangkan tujuan fertilitas
Konseling tentang resiko, prognosis dan pilihan yang ada


Px menghendaki Pasien tidak menginginkan
mempertahankan kesuburan mempertahankan kesuburannya


EVAKUASI RAHIM dg KOMBINASI EVAKUASI EVAKUASI RAHIM dg
SUCTION CURRETAGE dan HISTEREKTOMI SUCTION EVAKUASI


Actinomycin D Profilaksis
Follow up ketat dan serial
Dengan penekanan HCG
Subunit Beta HCG serial tidak turun tentukan patologis contoh
lakukan penentuan
HCG subunit beta
jec serial
Ubah dan berikan
pengobatan kemoterapi
tambahan sesuai keperluan

2.1.3 Etiologi
Penyebab mola hidatidosa tidak diketahui, faktor-faktor yang menyebabkan antara lain:
2.1.3.1 Faktor ovum
ovum memang sudah patologik sehingga mati, tetapi terlambat dikeluarkan
2.1.3.2 Immunoselektif dari trofoblast
yaitu dengan kematian fetus, pembuluh darah pada stroma villi menjadi jarang dan stroma villi menjadi sembab dan akhirnya terjadi hyperplasia sel-sel trofoblast
2.1.3.3 Keadaan sosial ekonomi yang rendah
keadaan sosial ekonomi akan berpengaruh terhadap pemenuhan gizi ibu yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembentukan ovum abnormal yang mengarah pada terbentuknya mola hidatidosa
2.1.3.4 Paritas tinggi
ibu dengan paritas tinggi, memiliki kemungkinan terjadinya abnormalitas pada kehamilan berikutnya, sehingga ada kemungkinan kehamilan berkembang menjadi mola hidatidosa

2.1.3.5 Kekurangan protein
sesuai dengan fungsi protein untuk pembentukan jaringan atau fetus sehingga apabila terjadi kekurangan protein saat hamil menyebabkan gangguan pembentukan fetus secara sempurna yang menimbulkan jonjot-jonjot korion
2.1.3.6 Infeksi virus dan faktor kromosom
2.1.4 Diagnosis dan gejala
2.1.4.1 Anamnesa/ keluhan
a. terdapat gejala-gejala hamil muda yang kadang-kadang lebih nyata dari kehamilan biasa
b. kadang ada tanda toksemia gravidarum
c. terdapat perdarahan yang sedikit atau banyak, tidak teratur, bewarna tengguli tua atau kecoklatan
d. pembesaran uterus tidak sesuai dengan tuanya kehamilan seharusnya (lebih besar)
e. keluarnya jaringan mola seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada) yang merupakan diagnosa pasti
2.1.4.2 Inspeksi
a. muka dan kadang-kadang badan terlihat pucat kekuning-kuningan yang disebut muka mola (mola face)
b. kalau gelembung mola keluar dapat dilihat dengan jelas
2.1.4.3 Palpasi
a. uterus lebih besar/membesar tidak sesuai dengan tuanya kehamilan, teraba lembek
b. tidak teraba bagian-bagian janin dan ballottement juga gerakan janin
c. adanya fenomena harmonica: darah dan gelembung mola keluar dan fundus uteri turun, lalu naik lagi karena terkumpulnya darah baru
2.1.4.4 Auskultasi
a. tidak terdengar bunyi DJJ
b. terdengan bising dan bunyi khas
2.1.4.5 Reaksi kehamilan
karena kadar HCG yang tinggi maka uji biologic dan uji imunologik ( galli mainini dan planotest) akan positif setelah pengenceran (titrasi)
a. galli mainini 1/3000 (+) maka suspect mola hidatidosa
b. galli mainini 1/2000 (+) maka kemungkinan mola atau hamil kembar
2.1.4.6 Pemeriksaan dalam
pastikan pembesaran rahim, rahim terasa lembek, tidak ada bagian-bagian janin, terdapat perdarahan dan jaringan dalam kanalis servikalis dan cavum vagina, serta evaluasi keadaan serviks
2.1.4.7 Uji sonde
sonde (penduga rahim) dimasukkan pelan-pelan dan hati-hati ke dalam kanalis servikalis dan kavum uteri. Bila tidak ada tahanan sonde diputar setelah ditarik sedikit, bila tetap tidak ada tahanan, kemungkinan mola.
2.1.4.8 Foto rontgen abdomen
tidak terlihat tulang-tulang janin (pada kehamilan 3-4 bulan)

2.1.4.9 Ultrasonografi
pada mola akan kelihatan bayangan badai salju dan tidak terlihat janin (merupakan diagnosa pasti)

tabel diagnosis mola hidatidosa
Data Klinik Pemeriksaan Diagnostik
- perdarahan dalam separo pertama kehamilan
- nyeri perut bagian bawah
- toksemia sebelum 24 minggu kehamilan
- hiperemesis gravidarum
- rahim terlalu besar untuk tanggalnya
- tanda tonus jantung janin dan bagian janin
- keluarnya vesikel - ultrasonografi
- foto rontgen
(Hacker/Moore, essensial obstetric dan ginekologi, 2001: 683)

2.1.5 Diagnosis banding
Kehamilan ganda, hidramnion, abortus
(Rustam, 1998:240)
2.1.6 Komplikasi
2.1.6.1 perdarahan yang hebat sampai syok, kalau tidak dapat ditolong dapat berakibat fatal
2.1.6.2 perdarahan berulang-ulang yang dapat menyebabkan anemia
2.1.6.3 infeksi sekunder
2.1.6.4 perforasi karena keganasan dank arena tindakan menjadi ganas (PTG) pada kira-kira 18-20% kasus akan menjadi mola destruens atau korio karsinoma


2.1.7 Penanganan
2.1.7.1 Terapi
a. Kalau perdarahan banyak dan keluar jaringan mola, atasi syok dan perbaiki keadaan umum penderita dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Tindakan pertama adalah melakukan manual digital untuk pengeluaran sebanyak mungkin jaringan dan bekuan darah. Barulah dengan tenang evakuasi sisa-sisanya dengan kureksi
b. Jika pembukaan kanalis servikalis masih kecil:
1. pasang ganggang laminaria untuk memperbesar pembukaan selama 12 jam
2. setelah itu pasang infus D5% yang berisi 50 satuan oksitosin, cabut laminaria kemudian bisa dilakukan curet oleh dokter
c. Bahan jaringan dikirim untuk pemeriksaan hispatologik dalam 2 porsi
1. porsi 1: yang dikeluarkan dengan cunam ovum
2. porsi 2: yang dikeluarkan dengan kuretase
d. Berikan obat-obatan: antibiotika, uterotonika, dan perbaikan keadaan umum pasien
e. 7-10 hari sesudah kerokan pertama, dilakukan kerokan kedua untuk membersihkan sisa jaringan, dan kirim lagi hasilnya untuk pemeriksaan laboratorium
2.1.7.2 Periksa Ulang (follow up)
Ibu dianjurkan jangan hamil dulu dan dianjurkan memakai kontrasepsi pil. Apabila terjadi kehamilan akan menyulitkan observasi.
Jadwal periksa ulang selama 2-3 tahun:
Setiap 1 minggu pada triwulan pertama
Setiap 2 minggu pada triwulan kedua
Setiap 2 bulan pada tahun berikutnya dan selanjutnya
Setiap 3 bulan.
Yang perlu diperhatikan setiap periksa ulang adalah:
Gejala klinis, perdarahan, keadaan umum, dll.

Lakukan pemeriksaan dalam dan pemeriksaan inspekulo:
Tentang keadaan serviks, uterus cepat bertambah kecil atau tidak, kista lutein bertambah kecil atau tidak.
Selain itu juga adanya H, B, E, S
H: History, penderita pernah mola
B: Bleeding, adanya perdarahan
E: Enlargement, pembesaran uterus
S: Soft, rahim masih tetap lunak
2.1.7.3 tata laksana penanganan

PENYAKIT TROFOBLAST

Dasar Diagnosis: Gejala Klinis:
a. pemeriksaan fisik a. rahim membesar
- rahim cepat membesar b. perdarahan dan syok
- tanda pasti hamil tidak ada c. ekspulsi gelembung mola
- terdapat gelembung d. anemis dan gejala sekunder
- perdarahan sampai syok
b. pemeriksaan laborat
c. pemeriksaan
- roentgen
- USG


Mola Hidatidosa Korio Karsinoma
o mola hidatidosa 75%
o abortus 20-25%
o persalinan 5-10%




Persiapan Evakuasi Metastase Non Metastase
a. lab dasar hati, vagina, paru
- alat evakuasi otak, tulang
- vakum listrik
dan manual
b. infuse tranfusi
c. profilaksis Sitostatika
- antibiotika - Methotraxate
- uterotonika - Actynimycin D
- Evaluasi faal
- Hati, ginjal
- darah

Pemeriksaan lanjutan Histerektomi
- Trias acosta sison - Dasar : Umur/paritas
- Periksa laborat hormonal

(Ida Bagus Manuaba, 1998 : 426)

2.2 Konsep Dasar Kuretase
2.2.1 Pengertian
- Kuretase adalah cara membersihkan hasil konsepsi memakai alat kuretase (sendok kerokan)
- Kuretase adalah serangkaian proses pelepasan jaringan yang melekat pada dinding kavum uteri dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrument (sendok kuret) ke dalam kavum uteri
2.2.2 Langkah
2.2.2.1 konseling pra tindakan:
a. memberi informed consent
b. menjelaskan pada klien tentang penyakit yang diderita
c. menerangkan kepada pasien tentang tindakan kuretase yang akan dilakukan:
 garis besar prosedur tindakan
 tujuan dan manfaat tindakan
d. memeriksa keadaan umum pasien, bila memungkinkan pasien dipuasakan
2.2.2.2 persiapan tindakan
a. menyiapkan pasien
1. mengosongkan kandung kemih
2. membersihkan genetalia eksterna
3. membantu pasien naik ke meja ginek
b. persiapan petugas
1. mencuci tangan dengan sabun antiseptik
2. memakai sarung tangan steril/DTT
c. persiapan alat dan obat
1. curettage set
2. curettage suction set
3. uterotonika
4. petidine dan diazepam
5. spul injeksi
2.2.2.3 tindakan kuretase
2.2.2.4 tindakan pasca kuretase
1. menyiapkan bahan untuk pemeriksaan hispatologi
2. melakukan dekontaminasi alat dan bahan bekas operasi
3. melakukan observasi keadaan umum pasien hingga kesadaran pulih
2.2.2.5 konseling pasca tindakan
1. menerangkan kepada pasien akan tanda-tanda kemungkinan terjadinya komplikasi, perdarahan, atau infeksi
2. minta pada pasien agar segera dating ke klinik bila ada keluhan/ komplikasi
3. minta pada pasien untuk dating control (1 minggu kemudian)
4. memberi penjelasan tentang obat yang harus diminum sesuai resep

2.3 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan pada ibu dengan Mola Hidatidosa
2.3.1 Pengkajian
2.3.1.1 Data subyektif
1. Identitas
Berisi tentang biodata klien dan suaminya yang mencakup : nama, umur, suku/bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat.
2. Anamnesa
Terdiri dari :
a. Keluhan utama
Keluar perdarahan dari kemaluan, nyeri pada perut bagian bawah, dismenorhea, darah keluar banyak
b. Riwayat penyakit ini
Berisi keluhan ketidaknyamanan dalam siklus menstruasi, hipomenorrhoe, amenorrhoe, pengeluaran sekret vagina yang abnormal, perdarahan setelah koitus atau aktivitas berat, timbulnya nyeri dari lumbal ke ekstremitas
c. Riwayat kesehatan masa lalu
Adakah riwayat kanker atau penyakit yang berhubungan dengan alat kandungan juga penggunaan estrogen > 3 tahun
d. Riwayat kesehatan keluarga
Adakah anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama
e. Riwayat tumbuh kembang reproduksi
Menarche pada umur berapa, siklus, lama, banyaknya, haid terakhir, dismenorrhea, fluor albus, (bau, fluxus) usia pertama menikah, keluhan pada koitus, keluar darah diluar haid.
f. Riwayat obstetri dan KB
g. Perilaku kesehatan
Mencakup riwayat kehamilan, persalinan, nifas, kelahiran anak, KB yang lalu
h. Pola hidup sehari-hari
• Pola nutrisi ● Pola aktivitas
• Pola eliminasi ● Pola spiritual
• Pola istirahat ● Pola hubungan seksual
2.3.1.2 Data Obyektif
Adakah data yang didapat dari hasil pemeriksaan pada klien disertai hasil lab dan tes diagnostik lainnya.
1. Pemeriksaan umum
- Keadaan umum, gizi, bentuk badan, kesadaran
- Tanda-tanda vital  tensi, nadi, suhu, RR
2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Apakah ibu tampak pucat, mata : sklera putih atau tidak, konjungtiva merah muda atau tidak
b. Leher
Vena jugularis, kelenjar gondok, kelenjar limfe
c. Dada (payudara)
Adakah massa
d. Abdomen
Adakah pembesaran pada salah satu sisi, adakah sakit pada saat palpasi pada bagian adneksa
e. Genetalia
- Vulva dan vagina
Kebersihannya, adakah sekret yang keluar (fluor albus), kondilomata
- Porsio
Bagaimana keadaannya, utuh atau ruptur, ataukah kemerahan, pada kasus ini porsio ibu dalam keadaan baik, tidak ada nyeri pada porsio
f. Ekstremitas
Tidak ada oedem pada ekstremitas atas atau bawah
g. Palpasi
Tidak ada pembesaran pada salah satu sisi
3. Pemeriksaan khusus
a. Pada pemeriksaan dalam
Tidak didapatkan kelainan pada porsio
b. Laboratorium
Mungkin terjadi kelainan hematologik
4. Assesment / Diagnosa
Ibu dengan mola hidatidosa
5. Diagnosa potensial
6. Tindakan segera
Curetage
7. Rencana tindakan
1) Menjalin komunikasi terapeutik
R/ pendekatan mencerminkan kepedulian dan perhatian
2) Menyiapkan informed consent
R/ dengan informed concent klien adanya persetujuan tindakan medik
3) Mengkaji tanda-tanda vital
R/ pemantauan terhadap kondisi ibu
4) Menyiapkan posisi litotomi di meja ginekologi
R/ pelaksanaan kuretase lebih mudah karena daerah genitalia lebih tereksplor
5) Mengambil darah 2 cc untuk pemeriksaan laboratorium
R/ hasil laboratorium memberi gambaran system hematology klien
6) Memasang infus RL 20 tetes/menit
R/ penggantian cairan yang hilang
7) Memasang O2
R/ agar pernafasan ibu baik
8) Memasukkan clavamox (antibiotik) 1 gr IV
R/ antibiotik melindungi tubuh terhadap pencegahan infeksi
9) Memasukkan valium 2 ml IV
R/ anestesi membuat klien tenang saat dilakukan kuretase
10) Memasukkan methergin 1 amp IV
R/ mencegah perdarahan lanjut
11) Melakukan observasi 2 jam setelah tindakan
R/ mencegah perdarahan lanjut
12) Menganjurkan klien untuk kunjungan ulang ke poli kandungan
R/ memantau keadaan ibu

G II P01000 UK 36/37 MINGGU DENGAN PRE EKLAMPSI BERAT





BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Angka Kematian Maternal (AKM) dan Angka Kematian Perinatal (AKP) merupakan parameter keberhasilan dalam pelayanan obstetric. Menurut SKRI tahun 2002 AKM 208/100.000 kelahiran. Disamping perdarahan dan infeksi, preeklampsia, serta eklampsia merupakan penyebab kematian maternal dan kematian perinatal yang tinggi terutama di negara berkembang (Manuaba, 1998)
Preeklampsia adalah suatu kondisi yang spesifik pada kehamilan, terjadi setelah minggu ke 20 gestasi, ditandai dengan hipertensi dan proteinuria. Edema juga dapat terjadi (WHO, 2001).
Preeklampsia ialah suatu kondisi yang hanya terjadi pada kehamilan manusia. Tidak ada profil tertentu yang mengidentifikasi wanita yang akan menderita preeklampsia. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko tertentu yang berkaitan dengan perkembangan penyakit, primigravida, grandemultigravida, janin besar, kehamilan dengan janin lebih dari satu dan obesitas.
Preeclampsia (pre-e-klam-si-a) atau toxemia , adalah suatu gangguan yang muncul pada masa kehamilan, umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Gejala-gejala yang umum adalah tingginya tekanan darah, pembengkakan yang tak kunjung sembuh dan tingginya jumlah protein di urin.( http://mediasehat.com/ibu1.php).
Preeklamsia yang berat bisa menimbulkan eklampsia. Preeklampsia dan eklamsia merupakan penyebab kematian ibu dan parinetal yang tinggi terutama dinegara berkembang. Kematian karana eklampsia meningkat dengan tajam dibandingkan dengan tingkat preeklamsia berat. Oleh karena itu menegaskan diagnosa dini preekalamsia dan menjegah agar jangan melanjut menjadi eklampsia merupakan tujuan pengobatan.
Perkataan “eklampsia” berasal dari yunani yang berarti “halilintar” karena gejala eklampsia dating dengan mendadak dan menyebabkan suasana gawat dalam kebidanan. Dikemukakan beberapa teori yang dapat menerangkan kejadian preeklamsia dan eklamsia sehingga dapat menetapkan upaya promotif, dan prevantif.
Berdasarkan latar belakang dan faktor risiko di atas, masalah dalam penelitian ini adalah tingginya angka kejadian preeklamsia, Maka penulis merasa perlu untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan preeklamsi. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengambil judul “studi karakteristik ibu hamil dengan preeklamsia.


BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Konsep Dasar Karakteristik Ibu Hamil
Karakteristik adalah ciri-ciri dari individu yang terdiri dari demografi seperti jenis jenis kelamin, umur serta status sosial seperti, tengkat pendidikan, pekerjaan, ras, status ekonomi dan sebagainya. (Widianingrum , 1999). Menurut Efendi, demografi berkaitan dengan stuktur penduduk, umur, jenis kelamon dan status ekonomi sedangkan data kulturalmengangkat tingkat pendidikan, pekerjaan, agama, adat istiadat, penghasilan dan sebagainya.
2.1.1. Usia
Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. (Hurlock , 1995)
2.1.2. Paritas
Banyaknya anak yang dimiliki ibu dimulai dari anak yang pertama sampai anak yang terakhir. (Henderson , 2005). Kondisi rahim dipengaruhi juga oleh jumlah anak yang dilahirkan. (Cristina , 1996)
2.1.3. Pendidikan
Proses pengembangan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran pelatihan.
2.1.4. Berat Badan
Ukuran berat individu dalam satuan kilogaram.

2.2. Konsep Dasar Preeklamsia
2.2.1. Batasan Preeklampsia
Preeklampsia merupakan suatu kondisi spesifik kehamilan dimana hipertensi terjadi setelah minggu ke-20 pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. (Bobak , 2004)
Preeklampsi ialah penyakitdengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan. Tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada mola hidatidosa.
Preeclampsia (pre-e-klam-si-a) atau toxemia , adalah suatu gangguan yang muncul pada masa kehamilan, umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Gejala-gejala yang umum adalah tingginya tekanan darah, pembengkakan yang tak kunjung sembuh dan tingginya jumlah protein di urin.( http://mediasehat.com/ibu1.php).
Preeklamsia yang berat bisa menimbulkan eklampsia. Preeklampsia dan eklamsia merupakan penyebab kematian ibu dan parinetal yang tinggi terutama dinegara berkembang. Kematian karana eklampsia meningkat dengan tajam dibandingkan dengan tingkat preeklamsia berat. Oleh karena itu menegaskan diagnosa dini preekalamsia dan menjegah agar jangan melanjut menjadi eklampsia merupakan tujuan pengobatan.
Perkataan “eklampsia” berasal dari yunani yang berarti “halilintar” karena gejala eklampsia dating dengan mendadak dan menyebabkan suasana gawat dalam kebidanan. Dikemukakan beberapa teori yang dapat menerangkan kejadian preeklamsia dan eklamsia sehingga dapat menetapkan upaya promotif, dan prevantif.
2.2.2 Etiologi Preeklampsia
Sampai saat ini, etiologi pasti dari Peeeklampsia atau eklampsi belum diketahui. Ada beberapa teori mencoba menjelaskan perkiraan etiologi dari kelainan tersebut diatas, sehingga kelainan ini sering dikenal sebagai the disease of theory. Adapun teori-teori tersebut antara lain :
2.2.1.1. Peran protasiklin dan tromboksan
Pada preeklampsia dan eklampsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler, sehingga terjadi penurunan prostasiklin (PGI2) yang pada kehamilan normal meningkat, aktivasi penggumpalan dan fibrinolisis, yang kemudian akan diganti dengan trombin dan plasmin. Trombin akan mengkonsumsi antitrombin III sehingga terjadi deposit fibrin. Aktivasi trombosit menyebabkan pelepasan tromboksan (TxA2) dan serotonin, sehingga terjadi vasospasme dan kerusakan endotel.
2.2.1.2. Peran faktor Imunologis
Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada kehamilan berikutnya. Hal ini dapat diterangkan bahwa pada kehamilan pertama pembentuka blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna, yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya.
2.2.1.3. Peran faktor Genetik/famili
Beberapa bukti menunjukkan peran faktor genetik pada kejadian preeklampsia dan eklampsia antara lain :
a. preeklampsia hanya terjadi pada manusia.
b. terdapatnya kecenderungan meningkatnya frekuensi preeklampsi dan eklampsi pada anak-anak dari ibu yang menderita preeklampsi dan eklampsi.
c. kecenderungan meningkatnya meningkatnya frekuensi preeklampsi dan eklampsi pada anak dan cucu ibu hamil dengan riwayat preeklampsi dan eklampsi.
d. peran Renin Angiostensin Aldosteron System (RAAS)
2.2.3 Patologi Preeklampsia
Preeklampsia ringan jarang sekali menyababkan kematian ibu. Oleh karena itu, sebagian besar pemeriksaan anatomi-patologi berasal dari penderita eklampsia yang meninggal. Pada penyelidikan akhir-akhir ini dengan biopsi hati dan ginjal ternyata bahwa perubahan anatomi-patologi pada alat-alat itu pada penderita preeklampsia tidak banyak berbeda daripada yang ditemukan pada eklampsia. Perlu dikemukakan disisni bahwa tidak ada perubahan histopatologik yang khas pada preeklampsia dan eklampsia. Perdarahan, infark, nekrosis dan trombosis pembuluh darah kecil pada penyakit ini dapat ditemukan dalam berbagai alat tubuh. Perubahan tersebut mungkin sekali disebabkan oleh vasospasmus arteriola. Penimbunan fibrin dalam pembuluh darah merupakan faktor penting juga dalam patogenesis kelainan-kelainan tersebut.
Terjadinya spesme pembuluh darah arteriol menuju organ penting dalm tubuh dapat menimbulkan:

a. Gangguan metabolisme jaringan.
• Terjadi metabolisme anaerobic lemak dan protein.
• Pembakaran yang tidk sempurna menyebabkan pembentukan badan keton dan asidosis.
b. Gangguan peredaran darah dapat menimbulkan:
• Nekrosis
• Perdarahan
• Edema jaringan
c. mengecilnya aliran darah menuju retroplasenter siskulasi menimbulkan gangguan pertukaran nutrisi. CO2 dan O2 yang menyebabkan asfiksia sampai kematia janin dalam rahim.

Perubahan patologis organ-organ penting dijelaskan sebgai berikut:
1. perubahan hati.
• Perdarahan yang tidk teratur.
• Terjadi nekrosis, trombosis pada lobus hati.
• Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan subkapsuler.
2. retina
• Spesme arteriol,edema sekitar diskus optikus
• Ablosio retina (lepasnya retina)
• Menyebabkan penglihatan kabur.
3. Otak
• Spesme pembuluh darah srteriol otak menyebabkan anemia jaringan otak, perdarahan dan nekrosis
• Menimbulkan nyeri kepala yang berat.
4. Paru – paru
• Berbagai tingkat edema.
• Bronkupneumonia sampai abses.
• Menyebabkan sesak napas sampai sianosis.
5. jantung
• perubahan degenerasi lemak dan edema.
• Perdarahan sub-endokardial
• Menimbulkan dekompensasio kardis sampai terhentinya fungsi jantung.
6. aliran darah ke plasenta.
• Spesme arteriol yang mendadak menyebabkan asfiksia berat sampai kematian janin.
• Spesme yang berlangsung lama, mengganggu pertumbuhan janin.
7. perubahn ginjl.
• Spesme arteriol menyebabkan aliran darah keginjal menurun sehingga filterasi glomelurus berkurang.
• Penyerapan air dan garam tubulus tetap, terjadi retensi air dan garam.
• Edema pad tungkai dan tangan, paru dan organ lain.
8. Perubahan pembuluh darah.
• Permeabeliltas terhadap protein makin tinggi sehingga terjdi vasasi protein ke jaringan .
• Protein ektravaskuler menarik air dan garam menimbulkan edema.
• Hemokondentrasi darah yang menyebbkan gangguan fungsi metabolisme tubuh dan trombosis.

2.2.4 Gambaran Klinik Preeklampsia
2.2.4.1 Hipertensi
Gejala yang terlebih dahulu timbul ialah hipertensi yang terjadi secara tiba-tiba, sebagai batas diambil tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg, tapi juga kenaikan sistolik 30 mmHg atau diastolik 15 mmHg diatas tekanan yang biasa merupakan petanda.
Tekanan darah sistolik dapat mencapai 180 mmHg dan diastolik 11o mmHg, tetapi jarang mencapai 200 mmHg. Jika tekanan drah melebihi 200 mmHg maka sebabnya biasanya hipertensi asensial.
2.2.4.2 Oedem
Timbulnya oedem didahului oleh pertambahan berat badan yang berlebihan. Pertambahan berat 0,5 kg pada seseorang yang hamil dianggap normal, tetapi jika mencapai 1kg per minggu atau 3 kg dalam satu bulan , preeklampsi harus dicurigai. Oedem ini tidak hilang dengan istirahat.
2.2.4.3 Proteinuria
Proteinuria didefinisikan sebagai konsentrasi protein sebesar 0.19/L (> positif 2 dengan cara dipstik) atau lebih dalam sekurang-kurangnya dua kali spesimen urin yang dikumpulkan sekurang-kurangnya dengan jarak 6 jam. Pada spesimen urin 24 jam. Proteinuria didefinisikan sebagai suatu konsentrasi protein 0,3 per 24 jam.
2.2.4.4 Gejala-gejala subyektif
a. sakit kepala yang keras karena vasospasmus atau oedem otak.
b. nyeri ulu hati karena regangan selaput hati oleh haemorhagia atau oedem atau sakit karena perubahan pada lambung.
c. gangguan penglihatan, penglihatan menjadi kabur. Gangguan ini disebabkan karena vasospasme, oedem atau ablasioretina.

2.2.5 Klasifikasi Preeklampsia
2.2.5.1. Preeklampsia ringan.
a. tekanan darah sistolik 140 mmHg atau kanaikan 30 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
b. tekanan darah diastolik 90 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
c. kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam satu minggu.
d. proteinuria 0,3 gr atau lebih dengan tingkay kualifikasi positif 1 sampai positif 2 pada urin kateter atau urin aliran tengah.
2.2.5.2. Preeklampsia berat
Bila salah satu diantara gejala atau tanda diketemukan pada ibu hanil sudah dapat digolongkan preeklampsia berat :
a. tekanan darah 160/110 mmHg.
b. oliguria, urin kurang dari 400cc/24jam.
c. proteinuria lebih dari 0.3 gr/liter.
d. keluhan subyektif ; nyeri epigastrium, gangguan penglihatan, nyeri kepala, oedem paru dan sianosis, serta gangguan kesadaran.
e. Pemeriksaan ; kadar enzim hati meningkat disertai ikterus, perdarahan pada retina dan trombosit kurang dari 100.000/mm
Peningkatan gejala dan tanda preeklampsia berat memberikan petunjuk akan terjadi eklampsia. Preeklamsia pada tingkat kejang disebut eklampsia.

2.2.6 Diagnosis Preeklampsia
Diagnosis dini harus diutamakan bila diinginkan angka morbiditas dan mortalitas rendah bagi ibu dan bayinya. Walaupun terjadinya preeklampsia sulit dicegah, namun preeklampsia dan eklampsia umumnya dapat dihindari dengan mengenal secara dini penyakit itu dengan penanganan sedini mungkin.
Pada umumnya diagnosis preeklampsia didasarkan atas adanya dua dari trias tanda utama yaitu ; hipertensi, oedem dan proteinuria. Hal ini memang berguna untuk kepentingan statistik, tetapi dapat merugikan penderita karena tiap tanda dapat merupakan petanda meskipun ditemukan tersendiri. Adanya satu tanda harus menimbulkan kewaspadaan karena perkembangan penyakit tidak dapat diramalakan dan bila eklampsi terjadi, maka prognosis bagi ibu maupun janin jauh lebih buruk. Tiap kasus preeklampsi harus ditangani dengan sungguh-sungguh.
Diagnosis diferensial antara preeklampsi dengan hipertensi menahun atau penyakit ginjal tidak jarang menimbulkan kesulitan. Pada hipertensi menahun adanya tekanan darah yang meninggi sebelum hamil, pada kehamilan muda atau 6 bulan postpartum akan sangat berguna untuk membuat diagnosis. Pemeriksaan fundoskopi juga berguna karena perdarahan dan eksudat jarang ditemukan pada preeklampsia, kelainan tersebut biasanya menunjukkan hipertensi menahun. Untuk diagnosis penyakit ginjal saat timbulnya proteinuria banyak menolong, proteinuria pada preeklampsi jarang timbul sebelum triwulan ke-3, sedangkan pada penyakit ginjal timbul lebih dahulu. Test fungsi ginjal juga banyak berguna, pada umumnya fungsi ginjal normal pada preeklampsia ringan.

2.2.7 Penanganan Preeklampsia
Apabila Anda mengalami preeclampsia , melahirkan adalah cara yang paling tepat untuk melindungi Anda dan bayi Anda. Tapi hal ini tidak selalu harus dilakukan, karena bisa jadi bayi Anda terlalu dini untuk dilahirkan.
Apabila kelahiran tidak memungkinkan karena usia kandungan yang terlalu dini, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengatasi preeclampsia sampai bayi dinyatakan cukup umur untuk bisa dilahirkan.
Langkah-langkah tersebut meliputi penurunan tekanan darah dengan cara istirahat total ( bed-rest ) atau dengan obat-obatan, dan perhatian khusus dari dokter. Pada beberapa kasus, bisa jadi diperlukan opname di rumahsakit.
Salah satu cara mengendalikan tekanan darah ketika Anda tidak sedang hamil adalah dengan membatasi jumlah garam pada makanan Anda.
Namun hal ini bukanlah ide bagus apabila Anda mengalami hipertensi pada saat hamil. Tubuh Anda membutuhkan garam untuk menjaga aliran cairan tubuh, jadi Anda tetap membutuhkan asupan garam dalam jumlah normal. Dokter Anda akan menginformasikan berapa banyak jumlah garam yang Anda butuhkan perhari dan berapa banyak jumlah air yang harus anda minum tiap harinya.
Dokter anda mungkin akan memberikan aspirin atau tambahan kalsium untuk mencegah preeclampsia . Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk berbaring pada sisi kiri anda saat anda beristirahat. Hal ini akan meningkatkan aliran darah dan mengurangi beban pembuluh darah besar Anda. Banyak dokter memberikan magnesium sulfat selama proses melahirkan dan beberapa hari setelah melahirkan untuk mencegah eclampsia .

2.2.7.1 Preeklampsia ringan
a. jika kehamilan < 37 minggu dan tidak ada tanda-tanda perbaikan, lakukan penilaian 2 kali seminggu secara rawat jalan :
 pantau tekanan darah, proteinuria, reflek patela dan kondisi janin
 lebih banyak istirahat
 diat biasa
 tidak perlu diberi obat-obatan
 jika dirawat jalan tidak mungkin, rawat di rumah sakit :
- diet biasa
- pantau tekanan darah 2 kalisehari, proteinuria 1 kali sehari
- tidsak perlu obat-obatan
- tidak perlu diuretik, kecuali terdapat oedem paru atau gagal ginjal akut
- jika tekanan distolik turun sampai normal pasien dapat dipulangkan, nasehatkan untuk istirahat dan perhatikan tanda-tanda preeklampsi berat, kontrol 2 kali seminggu, jika tekanan darah diastolik naik lagi, rawat kembali.
- Jika tidak ada tanda-tanda perbaikan, tetap dirawat.
- Jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan janin terhambat, pertimbangkan terminasi kehamilan.
- Jika proteinuria meningkat, tangani sebagai preeklampsia berat.
b. jika kehamilan > 37 minggu, pertimbangkan terminasi
- jika serviks matang lakukan induksi dengan oksitosin 5 IU dalam 500ml dekstrose IV 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin.
- Jika serniks belum matang, berikan prostaglandin, misoprostol atau kateter foley atau terminasi dengan seksio sesarea.

2.2.7.2 Preeklampsia berat dan eklampsia
Penanganan preeklampsia berat dan eklampsia sama, kecuali bahwa persalina harus berlangsung dalam 12 jam setelah timbulnya kejang pada preeklampsia.
a. penanganan kejang
- berikan obat anti konvulsan
- perlengkapan untuk penanganan kejang ( jalan nafas, sedotan, masker oksigen, dan oksigen )
- lindungi pasien dari kemungkinan trauma
- aspirasi mulut dan kerongkongan
- baringkan pasien pada sisi kiri, posisi tredelenburg untuk mengurangi aspirasi.
- Beri oksigen 4-6 liter per menit
b. penangan umum
- jika tekanan diastolik > 110 mmHg, berikan antihipertensi sampai tekanan distolik diantara 90-100 mmHg
- pasang infus ringer laktat dengan jarum besar (16 gauge >1)
- ukur keseimbangan cairan, jangan sampai terjadi overload
- kateterisasi urin untuk pengeluaran volume dan protein
- jika jumlah urin < 30 ml per jam ; infus cairan dipertahankan 1 1/8 jam, pantau kemungkinan oedem paru
- jangan tinggalkan pasien sendirian, kejang disertai aspirasi dapat mengakibatkan kamatian ibu dan janin
- observasi tanda-tanda vital, refleks patela dan denyut jantung janin setiap jam.
- Auskultasi paru untuk mencari tanda-tanda oedem paru. Jika ada oedem paru stop pemberian cairan dan berikan diuretik, misalnya furosemide 40 mg IV
- Nilai pembekuan darah dengan uji pembekuan bedside, jika pembekuan tidak terjadi sesudah 7 menit, kemungkinan terdapat koagulopati.

Teori iskemia implantasi plasenta dapat menetapkan berbagai gejala preklamsia dan eklampsia.( Prof. dr. Ida Bagus gde Manuaba.SpOG.1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan, dan Keluarga Berencana. PREEKLAMPSIA)
1. Kenaikan tekanan darah .
2. Pengurangan protein dalam urin.
3. Edema kaki tangan sampai muka.
4. terjadi gejala subjektif:
• Kenaikan tekatan darah.
• Penglihatan kabur
• Nyeri pad aepigastrium
• Sesak napas
• Berkurangnya urin.
5. Menurunnya kesadaran wanita hamil sampi koma.
6. Terjadi kejang.

Pada periksaan darah kehamilan normal terdapat penigkatan angiotensis, rennin,dan aldosteron, sebagai kopensasi sehingga peredaran darah dalam metabolismedapat berlangsung.Pada preeklamsia daneklampsia terjadi penurunan angiotensis, renin, dan aldosteron, tetapi dijumpai edema, hipertensi, dn proteunera.
Bagaimana teori iskemia imlpantasi plasenta dapat menerangkan gejala klinik tersebut? Berdasarkan teori eskemia implantasi plasenta, bahan trofoblas akan diserap kedalam riskulasi, yang dapat meningkatkan sintivitas terhadap angiotensin II, rennin, dan aldosteron, sperme pembuluh darah arterior dan tertahannya garam dan air.
Teori iskemia daerah implantasi plasenta, didukung kenyataan sebagai berikut:
1. Preeklampsia dan eklamsia lebih banyak terjadi pada primigravida, hamil ganda, dan mola hidatidosa.
2. kejadiaannya makin meningkat dengan makin tuanya umur hamil.
3. gejala penyakit berkurang bila terjadi kematian janin.
Dengan demikian teori eskemia daerah implantasi plsenta memenuhi untuk menerangkan berbagai gejala klinik preeklamsia dan eklamsia.

2.2.8 ETIMOLOGI
Preeclampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan pada wanita yang memiliki sejarah preeclampsia di keluarganya. Resiko lebih tinggi terjadi pada wanita yang memiliki banyak anak, ibu hamil usia remaja, dan wanita hamil di atas usia 40 tahun. Selain itu, wanita dengan tekanan darah tinggi atau memiliki gangguan ginjal sebelum hamil juga beresiko tinggi mengalami preeclampsia . Penyebab sesungguhnya masih belum diketahui.dapat disimpulkan:
• jumlah primigravida, terutama primigravida muda.
• Distensi rahim berlebihan: hidramnion, hamil ganda, mola hidatidosa
• Penyakit yang menyertai hamil: diabetes mellitus, kegemukan.
• Jumlah umur ibu diatas 35 tahun.
• Pre-eklamspia berkisar antara 3% sampai dengan 5% dari kehamilan yang dirawat.

DASAR DIAGNOSIS PRE-EKLAMPSIA

Kejadian pre-ekslamspia dan ekslamspia sulit dicegah, tetapi diagnosis dini sangat menentukan prognosa janin. Pengawasan hamil sangat penting karena pre-ekslamspia berat dan ekslamspia merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi, terutama di Negara berkembang. Diagnosis ditetapkan dengan dua dari trias pre-ekslamspia yaitu kenaikan berat badan-edema, kenaikan tekanan darah, dan terdapat protein dalam urine (proteinuria).

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta : PT. Rineka Cipta

Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. 1984. Obstetri Patologi. Bandung : Elstar Offset.

Bobak, Lowdermilk dan Jensen. 2004. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC

Manuaba, IBG. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Bidan. Jakarta : EGC

Notoatmodjo, S. 2002 Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta